TAKDIRMU BERSAMAKU

TAKDIRMU BERSAMAKU
BAB 89


__ADS_3

...happy literasi beloved readers...


Berpamitan dengan dokter Dina yang selalu membantunya dan ternyata adalah sahabat Rafka, dipenuhi dengan air mata. Rasa rindu dokter Dina pada tanah kelahirannya pun ikut tersentil dan berjanji suatu saat dirinya pun akan kembali ke tanah air.


Akhirnya Ratu kembali menginjakkan kakinya di tanah air setelah beberapa bulan. Muka dulu ia pergi seorang diri namun ketika kembali ia bersama seorang bayi mungil yang tampan.


Dua buah mobil mewah telah menunggu mereka. Mama Lilian bersama oma Kailani dan Ratu memisahkan diri dengan Rafka dan papa Bram.


"Sayang, kita kerumah mama aja, ya. " mama Lilian tak ingin jika Ratu kembali ke rumah mereka yang dulu. Mama Lilian merasa Ratu belum benar-benar memaafkan putranya.


"Aku ikut aja apa kata mama. "


"Pak, langsung ke rumah. " perintah mama Lilian pada supir keluarganya.


"Baik bu. " dengan sigap pak Udin perlahan menginjak gas dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


Mobil yang di tumpangi oleh Rafka dan papa Bram mengikut di belakang mereka. Papa Bram tak melewatkan kesempatan untuk menceramahi putranya agar tak mengulang lagi perbuatannya dan selalu meminta pendapat Ratu jika ingin melakukan sesuatu.


"Boy, papa harap agar kamu benar-benar menyesali perbuatanmu dan jangan pernah mengulanginya." papa Bram mulai membuka pembicaraan.

__ADS_1


"Aku janji, pa ,,,"


"Bangun kembali komunikasi kalian yang sempat terputus karena papa perhatikan istrimu itu belum sepenuhnya memaafkan perbuatanmu. " tandas papa Bram.


"Percaya deh pa, seiring berjalannya waktu maka semua akan kembali seperti semula." ucap Rafka sangat yakin.


"Papa menunggu kabar baiknya aja."


Rafka tak menimpali ucapan papanya, ia mencoba memejamkan matanya sambil berpikir yang harus di lakukannya agar Ratu kembali seperti dulu. Sejak awal pun Rafka menyadari sepenuhnya jika istri cantiknya itu belum bisa menerima dirinya seperti dulu. Diam-diam Rafka bergidik ngeri membayangkan jika seandainya dirinya benar-benar-benar berselingkuh. Tak ingin membayangkan yang tidak menyenangkan, Rafka kemudian menarik napas panjang dan membuangnya kasar berharap semua beban di hatinya ikut terhempas keluar dari dalam dirinya.


Beberapa menit kemudian dua mobil beriringan memasuki pintu gerbang rumah mewah milik papa Bram dan mama Lilian. Satu per satu penumpang kedua mobil keluar dan disambut dengan gembira oleh para ART.


"Kamar cucu dan menantuku sudah disiapkan, bi ?" pertanyaan mama Lilian mengundang protes putra tunggalnya.


"Sudah, nyonya." balas wanita yang telah lama mengikuti keluarga papa Bram.


"Mama jangan berpikir untuk memisahkan kamar kami." kesal Rafka


"Astaga pria ini selalu saja asal kalau ngomong. Mana bisa mama memisahkan kalian sementara mama masih menunggu kelahiran cucu keduanya. "

__ADS_1


"Mama !! boro-boro cucu kedua, aku aja belum bisa berkunjung ke sana. " sungut Rafka apa adanya dan langsung mendapat cubit dari Ratu yang berdiri disampingnya.


Semua menertawakan Rafka yang suka berbicara asa di depan keluarganya. Sifat yang sangat bertolak belakang jika berbicara pada karyawannya.


"Tante istirahat aja dulu, dirumah kan hanya para ART, jadi sebaiknya tante disini aja dijamin gak akan kesepian karena ada cucu kita. "


"Baiklah, tante akan tinggal beberapa hari. " oma Kailani menyetujui usul mama Lilian yang memang benar adanya.


Selanjutnya oma Kailani segera masuk ke dalam kamar yang telah disediakan dan beristirahat sejenak. Perjalanan jauh dengan usia yang sudah tak muda lagi membuat tubuhnya merasakan capek yang teramat sangat. Semua berada dalam kamar masing-masing melepaskan penat.


💞💞💞💞


Selamatkan pagi dunia


jangan lupa dukungannya


mampir juga dong di cerita yang tak kalah serunya RUSUK SANG BILLIONAIRE


love you all 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2