TAKDIRMU BERSAMAKU

TAKDIRMU BERSAMAKU
BAB 78


__ADS_3

...happy reading beloved readers...


Hari terus berganti hingga tak terasa satu bulan telah Rafka lewati dengan mengubek-ngubek setiap sudut negara yang terkenal dengan sebutan Britania Raya dengan bantuan orang bayaran. Randy pun tak kenal putus asa membujuknya agar pulang karena beberapa investor yang ingin bekerjasama dengan perusahaan mereka menginginkan kehadiran Rafka.


"Sudahlah Raf, lebih baik kamu pulang ke tanah air dan urus perusahaan dengan baik jika memang kalian berjodoh, suatu saat pasti Tuhan akan mempertemukan kalian. " Samuel mencoba menasehati Rafka yang semakin hari kaeadaannya semakin mengenaskan.


"Satu bulan sudah berlalu, Sam ,,, bagaimana dengan kandungannya ? bukankah wanita hamil selalu ingin berdekatan dengan suaminya ? bukankah wanita hamil biasanya akan bermanja-manja dengan suaminya ?"


"Jangan khawatirkan hal seperti itu karena kelakuanmu sendiri yang membuat keadaan ini menjadi sehingga rumit."


"Tidak adakah kesempatan untukku ?"


"Makanya itu kamu pulanglah, mungkin saja oma atau tante serta om sudah ada kabar mengenai Ratu. "


Rafka terdiam mencerna setiap kata-kata yang di ucapkan oleh Samuel. Perlahan otaknya yang selama satu bulan ini hanya di penuhi dengan pencarian keberadaan istrinya kini mulai merasuki pikirannya hingga kembali jernih.


"Baiklah, aku akan segera kembali ke Indonesia. Aku tak ingin perusahaanku bangkrut saat menemukan istri dan anakku. " ucap Rafka dengan tatapan kosong.

__ADS_1


"Kamu harus optimis dan tidak boleh pasrah gitu. " balas Samuel bersyukur karena pada akhirnya pria bodoh ini mencerna dan menerima dengan baik sarannya.


Pekerjaan Samuel sangat banyak, ia akan membuka beberapa cabang perusahaan di beberapa negara Asia namun dengan adanya Rafka yang menyedihkan, jiwa kemanusiaannya pun tak tek tega meninggalkan suami adik angkatnya itu dalam keadaan yang tak jelas. Samuel takut jika Rafka melakukan sesuatu yang buruk, bunuh diri misalnya.


"Kamu mandi dulu kemudian kita makan malam bersama. " lanjut Samuel Setelah beberapa saat terdiam.


Rafka hanya menarik napas berat tanpa berniat menimpali atau sekedar mengangguk sebelum beranjak masuk ke kamar yang selama satu bulan terakhir menjadi kamarnya.


Tiga puluh menit kemudian Rafka akhirnya keluar, seumur hidupnya baru kali ini Rafka menghabiskan begitu banyak waktu hanya sekedar mandi. Sebenarnya mandinya hanya sebentar hanya saja ia sertai dengan lamunan dan penyesalan atas perbuatannya sehingga kehidupannya menjadi runyam.


"Akhirnya kamu keluar juga, aku pikir kamu tak berniat mengisi perutmu seperti malam-malam sebelumnya. " ucap Samuel tanpa melihat ke arah Rafka


Kruuukkk


"Astaga, perutmu sangat tidak sopan." Samuel menatap tak percaya pria di depannya yang tajir melintir ternyata perutnya bisa juga kelaparan.


"Kenapa heran ? biasa aja kali ,,, itu manusiawi jika sejak pagi orang belum makan sama sekali. "

__ADS_1


Samuel tak ingin memperpanjang perdebatan mereka. Ia kemudian ikut mengambil makanan dan menikmatinya hingga tuntas. Tak ada yang bersuara saat mereka makan seolah menikmati setiap sensasi yang ditimbulkan oleh indra perasa mereka.


"Makanannya sangat enak. " puji Rafka setelah menenggak air putihnya hingga tandas.


"Pastinya apalagi jika orang tersebut belum makan sejak pagi. " balas Samuel terkekeh lucu


"Jangan menertawaiku, coba kamu berada pada posisiku. "


"Ogah ,,, aku gak akan pernah melakukan hal bodoh sepertimu. Mantan itu bukan untuk di jaga karena dia adalah tulang rusuk orang lain, lebih baik menjaga tulang rusuk sendiri karena memang itu adalah milik kita. " balas Samuel telak.


"Iya, aku tahu kalau aku salah." ucap Rafka menyesali tindakannya yang lalai dengan perasaan istrinya.


💞💞💞


Sekian dulu upnya, ya readers


semoga masih sempat up hari ini

__ADS_1


mohon maaf telah membuat kalian menunggu


__ADS_2