Takut Untuk Mencintaimu

Takut Untuk Mencintaimu
bab 11


__ADS_3

"uh..."lenguhan Arianna merasakan sekujur tubuh nya sakit.


Merasa tangan nya ada yang menggenggam dia pun mencoba menoleh.


"Kak Lucas..."ucap nya lirih...


Arianna mencoba melepaskan tangan nya,tapi membuat Lucas terbangun.


"Riri,kamu sudah bangun"ucap Lucas memeluk erat tubuh Arianna merasa sangat bahagia.


"kak.."ucap Arianna.


"Ada apa?"tanya Lucas.


"Kaka terlalu kencang meluk nya,aku sesak bernafas.


"Ah...maaf..maaf,aku tak sengaja,sebentar aku panggilkan dokter dulu"ucap Lucas berlalu pergi.


Beberapa saat Lucas kembali bersama dokter.


Saat dokter menyelesaikan pemeriksaan,Lucas dengan tidak sabar nya meminta penjelasan.


"Bagaimana keadaan nya dok?"tanya Lucas serius.


"Alhamdulillah,non Arianna seperti nya sudah lebih baik,hanya saja luka luar nya yang belum kering,mungkin dua hari ke depan sudah di perbolehkan pulang,asal jangan sampai terkena air saja luka nya"ucap dokter.


"Baik dok terima kasih"ucap Lucas yang di angguk i oleh dokter.

__ADS_1


Setelah selesai memeriksa dokter meninggalkan ruangan tersebut.


"Kamu mau minum?"tanya Lucas lembut.


"he'em"jawab Arianna menganggukkan kepala nya.


Setelah itu Lucas duduk dan menggenggam tangan Arianna dengan menatap nya sendu.


"Maafkan aku Ri,aku membuatmu seperti ini?"ucap Lucas merasa bersalah.


"Buat apa,ini bukan salah mu kak,aku yang kurang hati-hati,sebaik nya Kaka pulang,istirahat lah,biarkan aku di sini,ada bang Aryan yang menjagaku"ucap Arianna di buat se datar mungkin,karna dia tak ingin terlalu jauh berharap pada laki-laki yang tak menginginkan nya.


"Apa kamu marah dengan ku Ri,maaf selama ini aku mengabaikan mu"ucap Lucas.


"Tidak kak,aku yang terlalu berharap banyak padamu,sudahlah...sekarang aku sudah baik-baik saja,sekarang Kaka tidak usah khawatir,lagian Kaka dengar sendiri kan dokter bicara bahwa aku baik-baik saja,dan tidak ada yang perlu di cemaskan"ucap nya mencoba tersenyum di balik kesedihan nya.


Arianna hanya tidak ingin di bilang cengeng,dia ingin kuat tanpa laki-laki yang ada di hadapan nya.


"Ehem-ehem"deheman Aryan membuat ucapan Lucas terpotong, Aryan tidak ingin adik nya tertekan karna dia pikir baru sadar dari kecelakaan kemarin.


"Lu,pulang lah,biar Riana biar aku yang jaga,seperti nya kamu kurang istirahat"ucap Aryan.


Tau maksud dari ucapan Aryan,Lucas pun undur diri.


"Kalau begitu,aku pamit Ar, Ri"ucap Lucas.


"He'em"jawab Arianna datar.

__ADS_1


"Hati-hati Lu,kalau sudah sampai rumah kabari aku"ucap Aryan.


"Ya"ucap Lucas berlalu.


Sebelum meninggalkan ruangan Arianna,di sempat melihat ke arah Arianna,tapi Arianna tak melihat nya sedikit pun terkesan menghindari tatapan nya.


Setelah kepergian Lucas,Aryan duduk di kursi dekat ranjang.


"Apa yang kau rasakan dek"tanya Aryan.


Tak ada jawaban dari adik nya yang menatap kesembarang arah.


"Ri,ada apa?"tanya Aryan memegang bahu adik nya.


Arianna merasa terkejut dengan sentuhan sang Abang,menoleh.


"Ah...iya bang,ada apa?,tadi ngomong apa?"tanya balik Arianna karna tak tau yang di ucapkan.


"Apa yang kau pikirkan?"tanya Aryan.."Apa kau memikirkan Lucas?"tanya nya lagi.


Arianna menatap mata sang Abang dengan lekat,setelahnya,dia berkaca-kaca.


"Apakah aku salah bang,jika aku mencintainya?,apakah aku begitu tidak di inginkan oleh nya,apakah aku seburuk itu di mata nya"ucap Arianna terisak.


Aryan berdiri dan memeluk tubuh adik nya itu.


"Tenangkan dirimu sayang,kau adalah berlian buat kami,kamu itu lebih dari apapun,Abang yakin Lucas bersikap begitu,karna dia punya alsan sendiri"ucap Lucas menenangkan adik nya itu.

__ADS_1


"bang,setelah pulang dari sini,ijinkan aku untuk memegang anak cabang perusahaan yang ada di luar kota"ucap Arianna.


"Kenapa?"tanya Aryan.


__ADS_2