Takut Untuk Mencintaimu

Takut Untuk Mencintaimu
bab 22


__ADS_3

"Memang nya kesalah pahaman apa,yang membuat Abang bonyok kaya gitu?"tanya Arianna.


"Abang buat seorang cewe marah,dan cowo nya nggak terima lantas Abang kena bogem mentah"ucap Aryan sendu.


Arianna dan Lucas menertawakan Aryan.


"Apa yang kalian tertawakan,apa ada yang lucu"sungut Aryan.


"Lagian Abang ikut campur aja hubungan orang lain,jadi nya gitu kan,masa Tampan-tampan suka kepo"ucap Arianna cekikikan.


"Kamu sudah lama Lu?"tanya Aryan.


"Satu jam yang lalu,setelah Vabri dan Disa pulang"ucap Lucas berjalan menuju kamar mandi mengambil gayung,dan handuk kecil untuk mengobati luka lebam Aryan.


"Sebentar aku akan minta es batu pada suster jaga yang di depan"ucap Lucas melangkah keluar.


"Ri..!!,apa Kaka salah ngatain cewe begitu saja tanpa mendengar penjelasan nya?"tanya Aryan pada adik nya.


"Siapa yang Abang kecewakan?"tanya Arianna menyelidik menatap Abang nya.


"Dara.."jawab Aryan lirih.

__ADS_1


"Apa!!"ucap Arianna terkejut. "Kenapa Abang melakukan itu,Abang benar-benar keterlaluan"ucap Arianna marah.


"Maafkan Abang"ucap Aryan.


"Kenapa harus minta maaf pada ku, seharusnya tunjukan kata maaf itu pada Dara"ucap Arianna.


"Abang akan minta maaf padanya besok"ucap Aryan.


"Apa yang membuat Abang Semarah itu dengan nya?"tanya Arianna. menatap tajam sang Abang.


Aryan menceritakan semua nya dari dia akan menjemput Dara,hingga dia mengikuti Dara berjalan menuju apartemen yang tak jauh dari perusahaan nya,dan menemukan dara sedang berbuat yang tidak-tidak di lorong apartemen itu. Itu menurut versi nya Aryan..


"Astaghfirullah Abang!!"ucap Arianna mengusap wajah nya dengan kasar dan menekankan ucapan nya. "Bagaimana Abang bisa hilang kendali begitu,apa Abang tidak bisa bicara baik-baik,lagian apa hal Abang melarang Dara dengan orang lain. Abang itu bukan siapa-siapa nya Dara bang"ucap Arianna terlihat kesal dengan Abang nya.


"Apa Abang tidak berfikir,mana mungkin seorang Dara akan melakukan sesuatu yang akan merugikan dirinya sendiri jika melakukan itu,di tempat umum"bentak Arianna.


Bentakan Arianna bertepatan dengan Lucas masuk membawa sebongkah es batu untuk mengompres muka memar di wajah nya. Saat Lucas akan membantu nya, Arianna pun melarang Lucas membantu nya.


"Biarkan dia mengompres luka nya sendiri kak,itu memang pantas dia dapatkan"ucap Arianna ketus.


"Tapi Ri..??"ucap Lucas menggantung.

__ADS_1


"Biarkan saja,itu yang dia inginkan,bukan?"ucap Arianna menatap sinis Abang nya.


"Sebenarnya apa yang terjadi Ar?"tanya Lucas.


"Hanya salah paham"jawab Aryan.


"Jangan menganggap itu hanya salah paham biasa bang,itu salah Abang yang main nuduh orang tanpa mengerti apa yang terjadi di antara mereka dengan pasti"ucap Arianna kesal dengan jawaban Abang nya.


"Sudah Ri jangan marah-marah,sekarang,ayo sholat dulu sudah waktu nya sholat isya'"ajak Lucas yang di angguk i oleh Arianna.


Dengan telaten Lucas menuntun Arianna menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu,setelah selesai,Lucas hendak menyentuh Arianna.


"Kaka mau apa?"ucap Arianna menghindari sentuhan Lucas.


"Kaka mau bantu kamu kembali ke tempat tidur Ri"ucap Lucas tanpa sadar.


"Mana bisa begitu,yang ada aku wudhu lagi,kita kan bukan muhrim"ucap Arianna.


"Masya Allah iya,Kaka sampai lupa,apa kamu bisa jalan tanpa di pegangin?"tanya Lucas.


"Biar aku yang bantu saja Lu"ucap Aryan mendekat.

__ADS_1


Kali ini Arianna tak membantah karna dia dan Kaka nya tidak akan batal,jadi tak ada penolakan.


"Kalau begitu aku wudhu duluan ya Ar"ucap Lucas,dan masuk ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.


__ADS_2