
"Lexira...!!"teriak Safira dan Andi berlari menuju di mana Lexira tertabrak.
Andi berlari menghampiri di mana Lexira tertabrak bersimbah darah.
"Ayo pa,cepat bawa Lexira kerumah sakit"pinta Safira histeris.
Andi menggendong tubuh Lexira yang terkulai lemas tak sadar kan diri.
Safira masuk lebih dulu,setelah nya,Andi merebahkan tubuh Lexira di bagian tengah.
Safira menagis tersedu dengan mengelus kepala Lexira yang berada di atas paha sebagai tumpuan.
"Dokter!!..suster!! tolong"teriak Andi menuju UGD
Dengan cepat para medis membawa brangkar dan memasang alat bantu pernafasan.
"Silahkan bapak tunggu di luar"ucap sang suster.
Andi dan Safira Sling berpelukan untuk menenang hati yang di selimuti rasa takut,takut kehilangan.
"Mas,aku takut terjadi sesuatu pada Lexira"ucap Safira yang masih dalam pelukan sang suami.
"Tenangkan dirimu sayang,Lexira anak yang kuat,dia akan baik-baik saja"ucap Andi menenangkan istri nya.
Dokter keluar menuju Andi dan Safira.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan putri saya dok?"ucap Andi sepontan.
"Pasien kekurangan dara AB rh negatif,di rumah sakit ini sedang kosong,karna golongan darah tersebut termasuk langka,tolong usahakan segera,karna keadaan pasien sangat kritis,jika tidak segera di tindak lanjuti"ucap dokter.
"Ambil darah saya dokter,karna darah saya AB rh negatif"ucap Andi tanpa pikir panjang.
"Baik,ikuti suster untuk pengecekan darah"ucap dokter.
Andi merasa sedikit lega karna darah nya bisa membantu Lexira.
"Safira Andi,apa yang terjadi pada Lexira??"tanya Indri yang baru saja datang bersama suami.
"Aku yang salam mbak,nggak bisa jaga Lexira dengan baik"ucap Safira terguncang kembali.
"Ini bukan salahmu sayang,ini salahku,karna aku tak bisa melindungi Lexira"ucap Andi menimpali.
"Bagaimana kejadiannya?"tanya Indri.
Saat itulah Andi menceritakan semua nya dari A~Z,dan sesekali Safira ikut menimpali.
"Lantas anak kecil itu bagaimana?"tanya Reino.
"Anak itu baik-baik saja Rei?"ucap Andi.
"Ma, pa?"panggil Aryan dan Lucas yang datang bersamaan.
__ADS_1
"Aryan, Lucas!!"panggil Safira.
"Maaf om Tante"ucap Aryan karna tak menghiraukan Andi dan Safira.
"Iya,tidak apa-apa"ucap Safira mengerti.
"Bagaimana keadaan Safira ma?"tanya Aryan.
"Masih di tangani oleh tim dokter"jawab Indri.
Aryan dan Lucas terlihat cemas,karna merasa itu tanggung jawab kedua pemuda tersebut.
Tak lama dokter pun keluar dari dalam ruangan UGD.
"Bagaimana keadaan adik say dok?"tanya Aryan.
"Pasien sudah dalam keadaan stabil,tapi belum sadarkan diri,sekarang pasien akan segera di pindahkan ke ruang rawat inap. Tolong jangan ganggu istirahat pasien,jika ingin bertemu tolong orang nya di batasi,minimal dua orang"ucap dokter.
"Baik dok terima kasih"ucap Aryan.
"Ayo ma,pa,om dan Tante,kita keruangan rawat Lexira,sekarang sudah di ruangan VVIP 03 melati"ajak Aryan.
Sudah sampai depan pintu tersebut,Aryan berucap kembali "Hanya dua orang yang bisa masuk,jadi kita bergantian"ucap Aryan.
"Ar,ijin kan om dan Tante yang masuk dulu, boleh?"pinta Safira berkaca-kaca.
__ADS_1
"Baik Tante,silahkan"ucap Aryan membiarkan Safira dan Andi untuk masuk kedalam.
"Ar,sebentar lagi akan penanda tanganan dengan pak Cleo,sekertaris beliau akan mengantarkan surat kontrak nya"ucap Lucas.