
"Apa yang kamu lakukan di sini,bukan nya kamu harus nya kembali ke kantor?"ucap Aryan dengan nada dingin..
"Pak Aryan..!"panggil Dara sedikit terkejut,karna tiba-tiba atasan nya ada di belakang mereka.
"Maaf pak Aryan,tadi saya yang mengajak nona Dara mengobrol,soal kerjaan yang akan kami diskusikan nanti sore"ucap Dirga Sukoco.
"Oh maaf pak,saya tak memperhatikan Anda. Kalau soal kerjaan sebaik nya anda bahas di kantor,soal nya sekertaris saya sedang sibuk,benar begitu nona Dara?"tanya Aryan menatap tajam.
"I...iya pak,kalau begitu,saya permisi kak Dirga"pamit Dara berlalu pergi.
"Dara,Dar...!"panggil Dirga.
Seketika dara menghentikan langkah nya dan berbalik,merasa tak sopan jika mengabaikan klien perusahaan nya.
"Iya kak,ada apa?"tanya Dara.
"Boleh saya mengantar mu,sekalian saya ada urusan sebentar dengan tuan Lucas"alibi Dirga,karna dia ingin lebih dekat dengan Dara.
Ya,Dirga Sukoco adalah pengusaha muda di bidang properti dan tambang batu bara,sebelas dua belas dengan perusahaan Mahendra company,tapi tetap lebih unggul perusahaan milik papa Reino itu.
"Mmmm..... baiklah kalau begitu"ucap Dara.
"Kalau begitu kami pamit pak Aryan"pamit Dirga.
__ADS_1
"Iya..."jawab Aryan singkat.
Entah kenapa hati nya ada yang mengganjal,dan seperti tak rela melihat punggung wanita yang beberapa waktu ini mendekam di dalam pikiran dan hati nya,pergi menjauh dan menghilang bersama laki-laki lain.
"Apa ini,perasaan apa ini?,kenapa hati ku seperti ada bongkahan batu besar yang menghimpit ku,ketika melihat gadis itu bersama pria lain,apa ini maksud dari perkataan papa tadi?"gumam Aryan bertanya-tanya.
Setelah Dara tak kelihatan dari pandangan nya,Aryan pun memutuskan untuk kembali ke kamar rawat sang adik.
'Ceklek'
Suara pintu di buka oleh Aryan,semua mata tertuju padanya dan seolah-olah semua mata meminta penjelasan.
"Kenapa papa mama dan kau bawel melihat ku seperti melihat maling saja?"tanya Aryan terlihat kesal.
"Berisik!!"ucap Aryan kesal dan membanting tubuh nya di sofa.
"Ada apa bang,apa ada yang merusak suasana hatimu?"tanya papa Reino.
"Tidak pa!"jawab Aryan singkat.
"the....kenapa mukanya masam begitu?"ucap mama Indri menimpali.
"Tidak apa-apa ma,hanya saja Aryan ingin istirahat,Aryan hanya kelelahan saja ma"ucap Aryan meyakinkan mama nya.
__ADS_1
"Dasar anak mama,di tanya adik nya sewot,di tanya papa nya jawab singkat,giliran mama yang bicara aja,jawab nya kaya bulu kucing,halus banget!!"gerutu Arianna.
"Assalamualaikum"salam si kembar yang baru pulang sekolah.
"wa'alaikum salam,loh jam segini kok udah pulang?"tanya mama Indri.
"Iya ma,hari ini semua guru rapat untuk ujian nasional nanti"jawab Rifki.
"Benar begitu Rafiq m"tanya papa Reino.
"Benar pa"ucap Rafiq datar.
"Kenapa sih papa nggak percaya sama Rifki?"ucap Rifki kesal.
"Karena kamu pasti sering bohong dek,makanya papa nggak percaya"saut Aryan yang masih menutupi matanya dengan lengan nya.
"Ckck...menyebalkan!"ucap Rifki.
Ya anak kembar Reino ini mempunyai karakter yang berbeda.
Kalau Rifki itu suka bar-bar dan sembrono. Sedangkan Rafiq terlalu kalem dan dingin tapi mereka sama-sama saling menyayangi.
"Mbak,bagaimana keadaan mu?"tanya Rafiq.
__ADS_1