
"Ehem..,sedang apa kamu di sini?"tanya Aryan datar,untuk menghilangkan gugup nya.
"Bapak nggak liat,saya sedang apa?"tanya Dara balik.
"Maaf tuak Aryan, Dara di sini bersama saya"ucap Cleo menyambar.
"Kaya petir aja,langsung nyambar omongan orang.
"Sudah Dar?"tanya Cleo.
"Sudah"Jawab Dara.
"Nyonya Indri senang dengan pelayanan di boutique anda"ucap Cleo.
"Sama-sama tuan Cleo"ucap mama Indri.
"Panggil Cleo saja nyonya"ucap Cleo.
"Apa tidak apa-apa?"tanya mama Indri.
"Tidak nyonya,karena mungkin saya seumuran dengan anak nyonya Indri"ucap Cleo.
"Baiklah lah nak Cleo,terima kasih sudah datang ke boutique saya"ucap mama Indri.
"Sama-sama nyonya"ucap Cleo.
"Panggil Tante saja"ucap mama Indri.
"Baik Tante"ucap Cleo.
"Ayo Dar,kita masih harus ke salon dulu"ucap Cleo melirik sinis pada Aryan.
"Tante,Dara pamit dulu ya"pamit Dara.
"Iya sayang, hati-hati di jalan"ucap mama Indri.
__ADS_1
Indri dan Cleo sudah meninggalkan boutique milik Indri.
Indri tersenyum melihat kedua nya,merasa ingat akan jaman muda ia dan suami nya.
"Ma?"panggil Aryan yang kesal melihat sang mama begitu akrab dengan Cleo.
"Ada apa sih Ar?"tanya mama Indri.
"Kenapa mama baik banget sama Cleo,anak mama itu aku Lo"ucap Aryan mengerucut bibir nya.
"Mereka cocok ya,yang satu cantik,dan yang satu ganteng"ucap mama Indri tak mengindahkan ucapan Aryan.
"Gantungan juga Aryan"ucap Aryan tak terima.
"Ya sih,tapi anak mama ini tak punya pacar"ucap Indri meninggalkan Aryan begitu saja.
"Mama!!"pekik Aryan kesal.
Indri hanya tertawa kecil melihat tingkah anak nya yang seperti anak kecil,ketika bersama nya.
"Iya ma,ada apa?"tanya Aryan.
"Loh,kenapa nggak bareng aja sama Dara dan Cleo tadi?"ucap mama Indri menatap sang putra.
"Nggak ah ma,mama kan dengar sendiri,mereka masih ingin ke salon,masa iya Aryan suruh ngintilin Mulu"ucap Aryan mencari alasan.
"Oh gitu,terus kamu datang sama Lucas"tanya mama Indri.
"Iya ma, Rianna juga belum bisa di ajak kemana-mana kan?"ucap Aryan.
"Iya juga,ya sudah kamu mau pakai baju yang mana?,nanti biar mbak yang siapin"ucap mama Indri.
"Aku mau nya mama yang nyiapin baju aku,nggak mau yang lain"ucap Aryan.
"Ok..ok,mama yang siapin,coba saja kamu sudah punya istri,mama nggak akan repot lagi ngurusin kamu"ucap mama Indri ngedumel.
__ADS_1
"Ish...mama,kenapa yang di bahas istri melulu"ucap Aksa kesal.
"Makanya buruan nyari istri,biar nggak bosen dengerin mama ngomong?"ucap Indri.
Aryan tak membantah apa yang mama nya katakan itu memang benar ada nya.
Waktu berlalu kini waktu menunjukan pukul tujuh malam.
Aksa yang tampan dengan jas warna hitam di padukan dengan kemeja putih dengan Bungan mawar di saku jas nya,membuat tampilan nya yang menawan itu jadi incaran para wanita di acara itu.
Tak lupa Lucas tak kalah tampan dengan Arya,mereka sebelas dua belas.
"Wah tampan sekali tuan Aryan dan asisten nya"ucap para wanita.
"Iya benar,andai aku bisa memiliki satu diantara keduanya"ucap wanita lain menimpali.
Bisik-bisik mulai bertambah ramai ketika melihat pasangan yang baru memasuki ruangan.
"Wah...pasangan yang serasi,yang satu tampan yang satunya cantik"
"Iya benar,seperti boneka ya,imut banget"timpal yang lain.
Dari dalam tuan Aksa menyambut kedatangan Aryan yang terlebih dahulu.
"Selamat malam tuan Aryan"sapa Aksa mengalaminya.
"Malam tuan Aksa,selamat atas kehamilan istri anda"ucap Aryan membalas jabatan tangan Aksa.
Sedang berbincang-bincang dengan santai, tiba-tiba ricuh dengan kedatangan pasangan yang sangat serasi.
'Deg'...
"Cantik"satu kata dari Aryan tanpa sadar terucap.
"Siapa yang anda maksud tuan?"tanya Aksa heran.
__ADS_1