Takut Untuk Mencintaimu

Takut Untuk Mencintaimu
bab 35


__ADS_3

"Sarapan nya biar di siapkan bibi,sebaik nya kita buat adik nya si kembar"bisik Reino yang sudah bergerilya kemana-mana.


"Mas..."ucap Indri mendesah.


"Iya sayang.."ucap Reino dengan suara berat nya menahan gejolak yang minta di puaskan.


Tanpa menunggu lama,akhir nya Reino menggendong Indri ke ranjang dan memadu kasih dengan suara yang bersautan menambah merdu suasana di dalam kamar.


*


*


"Bi,di mana mama sama papa?,tumben jam segini belum keluar"tanya Rifki.


"Bibi juga nggak tau den,paling masih di kamar"jawab bibi.


"Biarkan saja Rif,sebaik nya kita sarapan dulu,setelah itu baru cari mama sama papa"ucap Rafiq datar.


"Hemm....baik lah"ucap Rifki.


Sedang kan Indri dan Reino kini sudah selesai bersih-bersih dan dari keluar kamar mandi Indri manyun terus.


"Kenapa sih sayang manyun terus?,aku minta maaf,habis nya kamu nagih sih"goda Reino memeluk dan mencium Indri dari belakang.


"Kamu itu mas,nggak ada puas-puas nya,tadi hilang nya hanya sekali,kenapa di kamar mandi kamu juga menerkam aku"ucap Indri kesal.


"Iya...iya maaf sayang,jangan ngambek dong, anak-anak sudah nunggu di meja makan"ucap Reino menyadarkan Indri.


"Astaghfirullah hal'adzim mas,aku baru ke inget sama kembar,apa mereka sudah bangun?"ucap Indri yang buru-buru menyelesaikan wajah nya.


"Tunggu sayang"panggil Reino menyusul Indri.

__ADS_1


"Pagi sayang,maaf mama kesiangan"kilah Indri.


"Pasti di kerjain papa kan ma"ucap Rizki membuat pipi Indri merah.


"Jaga sikap mu, Riz?"ucap Rofiq.


"Kan memang begitu bang,nggak biasa nya mama bangun siang,kalau nggak ngurusin bayi gede"sindir Rizky.


"Sudah-sudah,kalian ngomong apa sih"ucap Reino.


"Ma,hari ini aku terakhir ujian sekolah,Aku mau ke XXI ya ma,sama temen-temen aku"ijin Rizky.


"Tapi pulang dulu kan?" tanya Indri.


"Nggak tau ma,nanti kalau aku nggak pulang dulu nggak apa-apa kan ma?tanya Rizky.


"Rafiq,kamu juga ikut?"tanya Indri.


"Nggak ma,nanti kalau jadi aku mau tempat mbak Arianna"ucap Rofiq.


"Aku mau minta rekomendasi dari Kaka,nyari tempat kuliah yang Bagus"ucap Rafiq datar.


"Masya Allah,anak papa Reino,apa kamu nggak bisa senyum sedikit Fiq?"tanya mama Indri.


"Memang dia tampang nya begitu ma"ucap Rizky menimpali.


"Ya sudah,ayo papa antar kalian ke sekolah"ajak Reino yang sudah selesai sarapan.


"Oh iya,Abang Aryan mana ma,pa?"tanya Rizky.


"Ada kerjaan di luar"jawab papa Reino.

__ADS_1


"Kerjaan nyari cewe ya pa"ucap Rizky slengek an.


"Assalamu'alaikum,ma,pa"salam Aryan dan Dara bersamaan.


"Nah tu orang nya nongol"ucap Rizky.


"Wa'alaikum salam"jawab semua nya.


"Loh ada nak Dara"panggil Indri berdiri menghampiri sekertaris sang anak.


"Kata nya tadi mau bawa calon mantu mama?"tanya mama Indri.


"Eh... tunggu..tunggu!,atau jangan-jangan Dara calon mantu mama"ucap Indri memandang sang putra yang cengengesan.


"Masya Allah bang,kenapa nggak bilang dari awal sih,kalau kalian itu pacaran"ucap Indri.


Dara syok,niat nya datang ke tempat orang tua bos nya,untuk mengantar atasan nya untuk mengambil sesuatu,ternyata dia di bohongi oleh Aryan.


...#Flash back on#...


"Bapak!,ngapain?"tanya Dara mundur dan memalingkan wajahnya dari aryan


Ya setelah mandi Aryan bertelanjang dada,menghampiri Dara yang sedang berdiri di depan westafel.


"Aku mau kamu"ucap Aryan menggoda.


"Bapak jangan macam-macam ya"ancam Dara.


"Saya hanya minta satu macam, Dara"ucap Aryan.


"Bapak jangan maju atau saya akan teriak"ucap Dara.

__ADS_1


"Bhaaaaaaa...kamu lucu sekali Dara"ucap Aryan. "Sebelum ke kantor,kita mampir dulu ke rumah mama dan papa ku dulu ya?"pinta Aryan yang sudah mundur.


"Bapak pakai baju nya dulu"ucap Dara yang masih memalingkan wajahnya.


__ADS_2