
"Mama,Papa?!!"panggil Arianna sedikit syock,lalu menghampiri mereka dan memeluk satu persatu.
"Bagai mana kabar mu gadis Kecil nya papa hari ini?"tanya Reino.
"Aku baik pa,baru juga berpisah beberapa waktu saja,seolah lama tidak bertemu,oh ya bagaimana bisa kalian semua di sini?"tanya Arianna bingung.
"Tanya saja dengan kekasih mu kak?"sela Disa yang sedang di gandeng oleh Vabri.
"Cie..cie kaya trek aja,gandengan Mulu"ucap Arianna malah meledek Disa dan Vabri.
"Apaan sih kak"kesal Disa.
"Ayo kita mulai acara nya saja pak"ucap Aryan yang datang bersama bapak-bapak separuh baya dengan menenteng tas tangan nya yang berisi dokumen pernikahan Lucas dan Aryan.
"Ar,kenapa harus sama bapak-bapak segala,aku kan cuma mau ngelamar adik kamu?"tanya Lucas yang terlihat panik.
"Sudah sekarang kita cari tempat duduk masing-masing,dan kamu duduk di meja paling depan,ngerti!!"perintah Aryan membuat Lucas tambah bingung.
"Iya tapi kenapa tidak sesuai konsep yang kita bicarakan di telfon malam kemarin?"tanya Lucas.
"Kamu akan tau setelah kamu duduk di depan papa dan bapak-bapak tadi"ucap Aryan menuntun Lucas agar segera duduk.
"Sambil menunggu Arianna,kita berbincang-bincang terlebih dahulu,kita hanya menunggu Arianna untuk berganti pakaian saja"ucap Reino.
"Sebenar nya ada apa om,kenapa harus berganti pakaian?,ini kan hanya acara lamaran saja"ucap Lucas merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh calon mertua nya.
"Tidak apa-apa Lu,papa hanya ingin melihat putri satu-satunya terlihat cantik,di malam yang special untuk nya?"timpal Aryan.
__ADS_1
'Tak...tak...tak..'
Suara high heels memecah perdebatan kecil yang barusan terjadi.
Arianna bak putri yang sangat cantik dengan gaun yang sudah di sediakan oleh sang mama.
"Ma,ini kan cuma acara makan malam kenapa seperti mau menikah saja?."protes Arianna.
"Assalamualaikum "salam kompak dari twins.
"wa'alaikum salam,kalian baru sampai,atau dari kelayapan?"tanya mama Indri kesal yang sedari tadi menunggu anak bujang nya.
"Maaf ma,tadi ada kendala di bandara"jawab Rizky.
"Benar begitu Fiq?"tanya mama Indri pada Rofiq meminta pembenaran atas ucapan Rizky.
"Iya ma?"jawab si dingin
"Mana yang mempelai laki-lakinya?"tanya pak penghulu.
"Yang ini pak"tunjuk Aryan
"Oh saya kira anda tuan?"ucap si penghulu.
"Oh jelas bukan pak,saya sudah menikah,dan itu istri saya yang paling cantik"ucap Aryan membuat Dara tersipu malu,sedang kan yang lain merasa jengah.
"Ya...ya,sejak kapan Kaka ku yang cuek kini jadi alay"cibir Arianna.
__ADS_1
"Tuan Lucas,apakah anda sudah siap?"tanya pak penghulu.
"Tunggu..tunggu,ini siap untuk apa?"tanya Lucas yang masih bingung.
"Loh ini gimana to,katanya mau nikah kok malah bingung"ujar pak penghulu
"Hah ...Menikah!!"seru Lucas dan Arianna sama terkejut nya.
"Tapi pak.."ucap Lucas menatap Aryan dan Reino bergantian.
"Mau menikah sekarang,atau tidak sama sekali?"tegas Reino.
"Ar...?"ucap Lucas memelas.
"Sudah lah Lu,ini memang di luar rencana kita,jadi jika memang kamu siap menikah dengan adik ku,lakukan lah,dan ingat jangan 0ernah kau sakiti adik ku. Tapi jika kamu memang belum siap maka untuk selama nya pun aku tidak akan mengijinkan adik ku untuk kau nikahi"tegas Aryan.
Lucas menelan Saliva nya dengan susah payah mendengar kalimat yang Aryan ucap kan.
"Kak,jika memang kak Lucas belum siap jangan pernah memaksa,karna sesuatu yang di paksakan tidak akan berakhir baik"ucap Arianna sendu.
"Tapi dek..."ucap Aryan terhenti mendengar suara Lucas dengan lantang menerima pernikahan itu tanpa ragu sedikit pun.
"Aku akan menikahi Arianna putri Reino Mahendra"ucap Lucas.
Dengan khusuk mendengarkan nasihat dari pak penghulu dan dengan seksama mendengar kalimat sakral yang di tunggu hingga terdengar teriakkan yang memekak di ruangan tersebut.
"Bagaimana saksi"tanya pak penghulu.
__ADS_1
"Sah"
"Sah"