
"Kak,sudah belum"tanya Arianna membuyarkan kemesuman nya.
"Su...sudah sayang"suara berat Lucas membuat Arianna mengerutkan dahi nya.
"Kaka baik-baik saja kan?"tanya Arianna berbalik,dengan gaun pengantin yang tengah melorot menampilkan pundak putih mulus nya.
Tak kuat menahan nya lagi,Lucas lantas menyerang bibir Arianna yang menggoda.
"Ka......"ucap Arianna tertahan karna bibir nya sudah di bungkam bibir Lucas..
Setelah cukup lama berciuman,Lucas melepaskan ciuman nya itu,menatap manik mata yang indah milik sang istri nya.
"Ijinkan aku untuk memenuhi kewajiban sebagai suami mu,apakah kau sudah siap sayang?"tanya Lucas mengelus pipi mulus Arianna.
"Aku adalah istrimu kak,semua yang ada pada ku itu adalah milik mu,tidak perlu meminta ijin"ucap Arianna malu-malu.
Tak menunggu lama,malam panas yang sudah mereka berdua impikan akhir nya terjadi,Aryan bahagia dengan kekasih hati nya, Dara. Arianna pun bahagia dengan Lucas laki-laki yang selama ini ia sukai lebih dari 5 tahun,saat pertama Lucas menjadi tangan kanan Aryan.
Hari-hari pun terus berjalan hingga berganti bulan dan tahun,hari yang yang bahagia itu pun akhir nya datang,di mana Aryan yang menanti sang buah hati,kini tumbuh di dalam rahim sang istri yang sebentar lagi akan launching baby berinisial Doble "K".
"Selamat malam anak-anak Dady,sedang apa,hari ini apakah bikin susah mommy?"ucap Aryan mengajak si jabang bayi bicara.
__ADS_1
"Malam Dady,sama sekali mereka tidak membuat mommy nya repot,Kaka tau sendiri bukan kalau selama aku hamil tak pernah sedikitpun menginginkan apapun"ucap Dara mengelus kepala sang suami yang masih betah menciumi perut buncit sang istri.
"Ya,padahal aku menantikan di repotkan oleh kalian,terutama anak-anak Dady ini"ucap Aryan mengelus perut Dara.
'Dug'
Satu tendangan yang di berikan sang buah hati membuat Aryan dan dara saling memandang dan tersenyum.
"Seperti nya anak-anak Dady ingin segera bermain ya,kami menunggu kelahiran kalian,semoga mommy dan anak-anak Dady sehat sampai lahir kedunia,aamiin"dia Aryan.
"Aamiin"saut Dara.
"Iya sayang,tadi Disa bilang nya begitu,karna sia ingin makan masakan mama"jawab Aryan.
"Bukan nya kemarin baru di masakin mama"ucap Dara penasaran.
"Mungkin malas masak, hihihi "jawab Aryan asal sehingga mendapak pukulan di lengan nya.
'plak'
"Aduh sayang,sakit"jerit Aryan terkejut.
__ADS_1
Dara tak merespon,dia hanya memejamkan matanya menahan nyeri di bawah bagian perut.
"Sayang,ada apa?"tanya Aryan yang melihat Dara memejam kan mata nya seperti menahan sakit.
Hanya gelengan kepala yang Dara berikan jawaban.
"Apakah mau makan sesuatu?"tanya Aryan.
"Kak,boleh kah aku minta tolong?"tanya Dara lirih.
"Minta tolong apa sayang,apa ada yang sakit,kamu seperti menahan sakit"ucap Aryan.
"Aku minta ambilin air hangat,aku baik-baik saja kak,mungkin anak-anak,sudah mau keluar"ucap Dara santai.
Tapi tidak dengan Aryan yang terkejut dan panik.
"Apa?,kamu mau melahirkan sayang?"tanya Aryan sedikit keras.
"Iya mas,kamu jangan panik,sekarang tolong ambilkan air hangat,setelah itu kita berangkat kerumah sakit"ucap Dara menenangkan diri dan suaminya agar tidak panik.
"Baik,aku akan panggilkan mama dan papa dulu"ucap Aryan meninggalkan kamar menuju kamar orang tua nya.
__ADS_1