Takut Untuk Mencintaimu

Takut Untuk Mencintaimu
bab 7


__ADS_3

"Vabri,kamu mau ikut aku,atau tunggu di sini dulu?"tanya Arkana.


"Aku tunggu di sini dulu saja"jawab Vabri.


Setelah kepergian Arkana,kini datang lah Andre dan Yura.


"Aryan..?"panggil Andre...


"Ayah,ibu?"panggil Aryan dan menyalami kedua orang tua Vabri,sekaligus Kaka dari sang mama.


"Bagaimana keadaan Arianna?"tanya Andre.


"Alhamdulillah sudah membaik yah,mungkin besok sudah sadar"ucap Aryan.


"Vabri,bukanya kamu tadi bareng sama Arkana?"tanya Andre.


"Iya om, Arkana masih melihat kondisi mama Indri"ucap Vabri.


"Aryan,apa yang terjadi dengan mama mu?"tanya Andre lagi.


"Mama sempat jatuh pingsan yah,karna tadi keadaan Arianna sempat kritis,tapi sekarang mama ada di kamar sebelah bersama papa"jelas Aryan.


"ya sudah,ayah sama ibu mau lihat keadaan mama kamu"pamit Andre berlalu meninggalkan mereka bertiga.


"Ar,aku ke kantin dulu ya,buat beli makanan,pasal nya kita belum mengisi perut kita"ucap Lucas.


"Baiklah,tolong belikan bubur buat mama ya?"ucap Aryan.

__ADS_1


"Ya"ucap Lucas berlalu ke kantin.


"Bagaimana kejadian nya Ar?"tanya Vabri.


"Aku juga belum tau pasti,yang jelas tadi Arianna dari kantor ku,ketika kami hendak pulang,dia bilang ada berkas yang tertinggal di kantor nya,sebelum kami mau menjawab,dia sudah pergi duluan"ucap Aryan.


"Ya sudah kita doakan saja yang terbaik untuk Arianna"ucap Vabri.


Setelah beberapa saat Lucas telah kembali dari kantin dan membawa beberapa kota makanan untuk makan malam.


"Ar,Vab,ayo kita makan malam dulu di kamar Tante Indri"ucap Lucas.


Mereka bertiga berjalan memasuki ruangan di mana Indri di rawat.


"Ma,bagaimana keadaan mama?"tanya Aryan.


"Alhamdulillah,sudah membaik sayang,bagaimana keadaan Arianna?"tanya Indri yang terlihat sedih.


"syukurlah kalau begitu"ucap Indri.


"Tante,ayo makan dulu,tadi aku membelikan bubur buat Tante"ucap Lucas yang menyodorkan satu sterofoam berisikan bubur dan bertaburan suwiran ayam dan daging di atas nya.


Papa Reino menerima makanan itu langsung membuka nya,


"Ma,sekarang mama makan dulu ya"ucap Reino penuh perhatian.


"Tapi pa,mama tidak lapar"ucap Indri memohon.

__ADS_1


"Sayang,jangan membuat semua nya khawatir dengan keadaan kamu sekarang,apa kamu tidak kasihan dengan di kembar yang di rumah,jika kamu sakit, Arianna akan merasa lebih bersalah ma"ucap Reino lagi.


"Indri benar yang di katakan oleh suami mu"kini Yura ikut menasehati.


"Ma,apakah mama tidak ingin melihat Arianna sadar?"tanya Aryan.


"Tentu saja sayang,bagaimana mungkin mama tidak ingin melihat nya"ucap Indri bersungguh.


"Kalau begitu sekarang mama makan,supaya besok bisa sehat"ucap Aryan yang di angguk i oleh Indri.


"Ayah,ibu, Arkana,ayo kita makan malam dulu"ajak Aksa.


Kini mereka sedang menikmati makan malam yang di belikan oleh Lucas,kecuali Reino yang sedang menyuapi Indri.


"Pa,biarkan mama makan sendiri,sekarang papa makan dulu bersama yang lain"pinta Indri.


"Tidak apa-apa ma,sedikit lagi juga sudah habis"ucap Reino.


"Tapi nanti makanan papa keburu dingin"ucap Indri.


"Papa bisa memakan dirimu ma"bisik Reino menggoda Indri.


"Papa,jangan macam-macam ya,sudah tua juga,kaya masih ABG aja.."ucap Indri kesal.


Andre yang melihat tingkah adik,dan adik ipar nya hanya bisa geleng kepala nya.


"Aryan,apakah kamu sudah mendapat sekertaris yang baru,papa dengar sekertaris kamu yang lama mengundurkan diri?"tanya papa Reino.

__ADS_1


"Sudah pa"jawab Aryan."oh ya pa,apakah papa tau kalau Disa sekarang kerja jadi sekertaris nya Arianna"ucap Aryan.


"Apa...?,kamu seriusan Ar?"tanya Vabri yang terkejut.


__ADS_2