Takut Untuk Mencintaimu

Takut Untuk Mencintaimu
bab 19


__ADS_3

#minta no ponsel#


"Sayang,apa papa tinggal saja buat nemenin kamu sama bang Aryan?"tanya mama Indri.


"Nggak usah ma,nanti mama kesepian lagi kalau nggak ada papa"ledek Arianna.


"hihihi"Rafiq dan Rifki terkiki geli mendengar ucapan Kaka nya.


"Kenapa kalian ketawa?"tanya Aryan.


"Eh...tidak ada kak?"ucap Rifki.


"Ya sudah kami pamit, assalamualaikum"pamit mama Indri di ikuti anak-anak dan suami nya.


"Wa'alaikum salam, hati-hati ma,pa?"pesan Aryan.


Setelah pergi nya mama dan papa mereka, Disa dan Vabri datang bersamaan.


"Assalamualaikum kak Aryan,kak Arianna"sapa Disa menghampiri Arianna.


"Wa'alaikum salam"jawab serempak."Loh kok bareng Vabri, Dis?tanya Arianna penuh selidik.


"Emmm...iya kan,tadi kak Vabri menjemput ku di kantor,karna aku mau sekalian minta tanda tangan Kaka"ucap Disa sedikit gugup melihat tatapan Arianna.


"Gimana keadaan kamu Ri?"tanya Vabri.


"Alhamdulillah sudah lebih baik kak"ucap Arianna.


"Ar,kenapa mukamu seperti nya sedang di tekuk begitu?"tanya Vabri.


"Apaan sih"ucap Aryan masih kesal dengan kejadian tadi.

__ADS_1


'tring...tring...tring..'


Dering ponsel Aryan berbunyi nyaring.


"Kak,volume handphone mu kaya salon keras banget"ejek Disa.


"Husss,brisik!!"ketus Aryan mengangkat telfon.


"Ya halo,ada apa Lu?"tanya Aryan.


"Ada undangan makan malam dari pak Aksa Abi Manyu Ar,mau datang atau perlu di wakilkan?"tanya Lucas.


"Kapan undangan nya?,dan dalam rangka apa pak Aksa mengundang makan malam"tanya Aryan.


"Besok malam Ar,kata nya untuk acara tujuh bulan dan kelulusan untuk istri nya"ucap Lucas.


"Baiklah aku akan datang,apa kau juga akan datang?"tanya Aksa.


"Hem baik lah,sampai ketemu besok,oh ya...apakah dara juga ikut?"tanya Aryan ragu.


"Apakah kau berharap dara ikut?'tanya Lucas menggoda.


"tinggal jawab aja sudah banget"ucap Aryan kesal.


"Aku belum menanyakan nya,dia bisa hadir atau tidak,soalnya itu juga nggak mengharuskan datang,tapi tidak untuk kamu"ucap Lucas.


"Ya,kau kirimkan no ponsel nya,biarkan aku yang menanyakan"ucap Aryan.


"Cie...cie,apa kah kau menyukai nya Ar?"goda Lucas.


"Brisik,cepat kirim tak usah banyak omong"ucap Aryan memutuskan telpon nya.

__ADS_1


Aryan kembali masuk di mana Arianna,Disa dan Vabri berada.


"Ada apa bang?"tanya Arianna melihat raut wajah abang nya yang memerah.


"Tidak apa-apa dek,Abang keluar dulu ya,mumpung di sini ada Disa sama Vabri.


"Kaka mau kemana?"tanya Disa.


"Kaka mau cari makan sama ada kepentingan sebentar,ada apa?"tanya Aryan.


"Aku belikan pulsa ya kak,pad lagi paketan aku sudah habis,tadi lupa mau ngisi"ucap Disa.


"Hem.."jawab Aryan berlalu pergi.


di lain tempat Disa tampak kesal karna kerjaan yang di berikan Lucas bertumpuk-tumpuk walau kadang di bantu oleh Lucas,tapi itu tak mengurangi pekerjaan nya.


"Kenapa belum pulang Dar?"tanya Lucas.


"Belum pak,sebentar lagi,bapak sendiri kenapa belum pulang?"tanya dara balik.


"Sebentar lagi,ada berkas yang harus saya selesaikan untuk meeting besok pagi-pagi sekali"ucap Lucas.


"Oh begitu"ucap dara manggut-manggut.


"Ya"jawab Lucas,kalau sudah selesai segera pulang,karna hari sudah hampir malam""Baik pak terima kasih sudah di ingatkan"ucap dara yang di angguk i oleh Lucas.Saat Lucas sudah memegang handle pintu dia teringat bahwa Aryan meminta nomor sekretaris baru nya."Oh..iya ada lagi Dar?"ucap Lucas."Iya..Ada apa pak?"tanya Disa heran.


"Baik pak terima kasih sudah di ingatkan"ucap dara yang di angguk i oleh Lucas.


Saat Lucas sudah memegang handle pintu dia teringat bahwa Aryan meminta nomor sekretaris baru nya.


"Oh..iya ada lagi Dar?"ucap Lucas.

__ADS_1


"Iya..Ada apa pak?"tanya Disa heran.


__ADS_2