
"Mbak Dara!!"panggil seseorang yang Dara kenal.
"Masya Allah Desi kita ketemu lagi ya?"ucap Dara saling berpelukan.
"Iya mbak,kemana aja sih mbak?,baru juga punya temen,udah ngilang gitu aja"ungkap Desi kesal.
"Hei...kenapa cemberut,oh iya aku akan menemui tuan Aryan,untuk menyerahkan berkas ini dulu,setelah itu,kita ngobrol,gimana?"tanya Dara.
"Oh...sekarang mbak Dara kerja di mana?"tanya Desi.
"Aku kerja di Anderson kingdom"ucap Dara.
"Wah...wah,nggak kalah keren dan Mahendra group ya"ucap Desi
"Ya sudah,aku tinggal dulu"ucap Dara pergi meninggalkan Desi setelah mendapat anggukan kepala dari Desi.
"Nona Desi!"panggil Lucas.
"Asisten Lucas"sapa balik Dara.
"Mari saya antar keruangan pak Aryan,karna beliau sudah menunggu Anda sejak tadi"ucap Lucas.
"Baik,apa beliau tidak ada pekerjaan lain,sehingga saya merasa terhormat karna beliau menunggu kedatangan saya"ucap dara sedikit menyindir.
"Tentu beliau sedang sibuk,tapi memang beliau menunggu berkas tanda kontrak dengan perusahaan Anderson kingdom nona"ucap Lucas mengelak.
__ADS_1
"Oh...syukur lah kalau begitu"ucap Dara tak melanjutkan perdebatan nya.
'tok..tok...tok..
"Masuk"jawab Aryan mendengar ketukan pintu.
'Ceklek'.
"Pak,ada perwakilan dari Anderson kingdom,nona Dara"ucap Lucas.
"Persilahkan dia masuk"ucap Aryan yang terlihat sedang sibuk.
"Baik pak"ucap Lucas.
"Mari nona, silahkan masuk"pinta Lucas membuka pintu,membiarkan Dara supaya masuk lebih dulu.
"Wa'alaikum salam,selamat pagi menjelang siang nona,silahkan duduk"ucap Aryan beranjak dari kursi kebesaran dan menyapa Dara.
"Senang bertemu dengan anda kembali,nona"sapa Aryan.
"Terima kasih tuan"ucap Dara datar.
"Maaf tuan saya datang kesini mewakili pak Cleo untuk menyerahkan berkas tanda tangan kerja sama perusahaan Mahendra group dan Anderson kingdom,karna beliau ada urusan yang tak bisa di tinggalkan,jika ada yang tidak berkenan dengan berkas tersebut,anda bisa sampaikan pada saya,supaya segera di perbaiki"ucap Dara menyerahkan berkas nya
Untuk sesaat Aryan sedang fokus meneliti berkas tersebut,mencari alasan untuk bisa mengerjai Dara.
__ADS_1
"Nona Dara, bisakah jelaskan untuk yang ini"ucap Aryan,membuat Dara pun beranjak mendekati Aryan setengah menunduk.
Saat itulah kesempatan buat Aryan menarik Dara untuk duduk di pangkuan nya.
"Akhhhh"pekik Dara. "Apa yang anda lakukan tuan"ucap Dara terkejut,sekaligus ketakutan.
"Kenapa kamu ketakutan, Dar"ucap Aryan lirih dan menyembunyikan wajah nya di ceruk leher Dara.
Darah kedua nya berdesir dua kali lipat dari biasa nya.
"Tu...tuan,jangan seperti ini"ucap Dara gugup.
Tidak perna sedekat itu dengan seorang laki-laki,membuat Dara gugup tak karuan.
"Biarkan seperti ini sebentar saja, Dar. Aku merindukan mu,kenapa kamu menghindari ku"ucap Aryan mempererat pelukan nya.
"Pak,ini tidak pantas,kita tak ada hubungan apapun,saya mohon lepaskan saya"ucap Dara mencoba melepaskan pelukan Aryan.
"Aku tidak akan melepaskan kamu,kecuali kalau kamu bersedia menikah dengan ku"ucap Aryan.
"Apa!!,bapak gila ya!"ucap Dara memberontak marah.
"Ya,aku gila karna kamu Dara,kamu yqng membuat aku gila,apa yang bisa membuatmu mau menikah dengan ku"ucap nya yang awal nya meninggi kini mulai lirih.
"Itu tidak akan terjadi di antara kita pak"ucap Dara.
__ADS_1
"Apa yang tidak mungkin Dara"tanya Aryan yang mulai meninggi lagi.