
#hujan badai#
"Oh..iya ada lagi Dar?"ucap Lucas.
"Iya..Ada apa pak?"tanya Disa heran.
"Tolong kabari pak Aryan,tadi beliau ingin bertanya pada mu"ucap Lucas yang sudah menghilang di balik pintu sedang cengengesan.
"pak..!!"seru dara,tapi yang di panggil sudah menghilang. "Gimana sih pak Lucas,kata nya suruh nelfon pak Aryan,tapi nggak ngasih no telfon nya"gerutu dara,mau tidak mau,dara beranjak dari kursinya menuju ruangan Lucas.
'ceklek'.
"Ada apa Dar?"tanya Lucas yang masih cengar-cengir.
"Bapak nyuruh saya nelfon pak Aryan,tapi tak memberikan no ponsel nya"ucap dara kesal.
"Oh...astaga,aku lupa Dar,ya sudah kembalilah,akan aku kirim lewat SMS saja"ucap Lucas yang di angguk i oleh Dara.
'ting'
Denting ponsel Dara bertanda ada pesan,ya pesan dari Lucas yang mengirim no Aryan.
"Memang nya ada apa sih pak Aryan nyuruh nelfon,kan nggak ada yang harus di laporkan juga,biasa nya juga lewat pak Lucas"gerutuan Dara.
Sedangkan Aryan kini berada di parkiran rumah sakit,saat akan menjalankan mobil, handphone nya berdering melihat id penelepon tak ada,Aryan mengernyitkan dahi nya.
"No siapa ini?"gumam Aryan.
"Hallo, assalamualaikum"suara lembut dari sebrang membuat Aryan berdebar tak karuan.
__ADS_1
'deg'
"Hallo!!"seru dara,karna tak ada jawaban. "Apa benar ini no pak Aryan?"tanya Dara.
"I..ya hallo, wa'alaikum salam,ini siapa?"tanya Aryan yang pura-pura tidak tahu.
"Oh syukurlah,saya kira ini no tukang kredit,soal nya tak ada jawaban dari tadi,hehehe"ucap dara terkiki. setelah sadar dara pun gelagapan karna yang di telfon adalah bos nya.
"Ma...maaf pak,saya keceplosan"ucap Dara gugup.
"Hem.."jawab Aryan yang sok cool. "Ada apa?"tanya Aryan.
"Loh,kok bapak nanya saya,tadi pak Lucas meminta saya untuk menelfon bapak,memang ada perlu apa ya pak?"tanya Dara.
"Brengsek Lucas,bukanya di kirim no nya,malah suruh menghubungiku"umpat Aryan.
"Halo pak,barusan bapak ngomong apa ya?"tanya dara.
"Pak Lucas tak memberitahu saya apa-apa tuh pak?,memang harus ya saya ikut?"tanya Dara.
"Kenapa,kamu tidak mau?"tanya Aryan.
"Bu..bukan begitu pak,saya ada janji dengan teman saya untuk ikut acara syukuran juga pak."ucap Dara.
"Tidak bisa,kamu batalkan saja janji itu pada teman mu,saya tidak mau tau,besok malam jam tujuh,kamu harus sudah siap-siap,mengerti!!"ucap Aryan tegas.
"Mengerti pak"ucap Dara lesu.
"Sekarang kamu di mana?"tanya Aryan.
__ADS_1
Dara mengernyitkan dahi nya.
"Memang nya ada apa pak?"tanya Dara.
"Di tanya malah balik nanya,tinggal jawab saja"ucap Aryan kesal.
"I..ya pak maaf,saya masih di kantor pak"ucap dara.
"Ngapain kamu jam segini masih di kantor,bukan nya jam pulang kantor sudah lewat?"tanya Aryan.
"Ada berkas yang harus saya selesaikan pak,karna besok akan di gunakan untuk meeting pak"ucap Dara mulai jengah.
"Apakah masih ada Lucas di sana?"tanya Aryan.
"Tadi masih ada pak,tapi seperti nya beliau sudah pulang"ucap Dara.
"Ok..tunggu aku di sana,jangan kemana-mana?"ucap Aryan mematikan telfon nya sepihak.
mendengar telfon nya di putus Dara terkejut dengan ucapan Aryan.
"Ih....serem amat pak Aryan,lebih baik,aku bawa pulang aja deh,dari pada aku ketemu bos gila"gumam Dara beres-beres.
Setelah beberapa saat Dara sudah berada di pelataran Mahendra group,untuk menuju halte busway,saat jalan, tiba-tiba angin bergemuruh dan mulai hujan rintik-rintik.
"Astaghfirullah hal'adzim,hujan!!"gumam nya berlari ke arah halte,saat tiba di halte busway,hujan lebat pun turun di Sergai badai petir yang menggelegar.
'jederrr'suara petir bersahutan.
"Ya Allah, lindungilah aku"ucap nya dalam hati.
__ADS_1
"Dara.."ucap seseorang di samping nya.
"Kamu..?"ucap dara terkejut.