Takut Untuk Mencintaimu

Takut Untuk Mencintaimu
bab 42


__ADS_3

"Arianna,bagaimana kabar mu nak?"tanya Safira.


"Alhamdulillah aku sudah lebih baik Tante"ucap Arianna.


Andi tak melepas pandangan nya dari Lexira (indah).


"Apa kabar om?"tanya Arianna.


"Ah...iya sayang, kabar om baik-baik saja"jawab Andi yang ketahuan menatap Lexira dengan lekat.


"Mbak,aku merasa melihat indah di mata teduh milik Lexira"ucap Safira dengan sendu,setelah mereka duduk bertiga,menunggu Lexira menyiapkan minuman untuk mereka.


"Ya,aku juga merasakan hal yang sama"jawab Indri.


"Apa mungkin dia anak ku mbak?"tanya Safira menduga-duga.


"Ma,jangan terlalu bermimpi,takut mama akan sakit jika tahu kenyataan nya"ucap Andi mendekati istri nya dan mengelus punggung Safira,untuk menenangkan hati sang istri.


"Sampai kapan pa,kita akan menemukan indah,sudah bertahun-tahun kita mencari,sampai kit keluar negri untuk bisa melupakan anak kita,yang hilang,aku hancur pa?"ucap Safira yang sesenggukan.


"Sabar sayang, Allah akan tunjukan jalan yang terbaik untuk kita"ucap Andi yang juga merasa sedih melihat sang istri menangis.


"Iya benar kata suami mu,Fir!"ucap Indri menimpali.


"Aku merindukan nya mbak,sudah bertahun-tahun aku menunggu hasil dari pencarian anak ku,tapi sampai sekarang Tak ada informasi apapun"ucap Safira.

__ADS_1


"Silahkan di minum om,Tante"ucap Safira yang baru saja keluar dari dapur.


"Terima kasih sayang"ucap Indri di balas dengan anggukan dan senyuman.


"Apa yang terjadi Tante,kenapa Tante Safira menangis?"tanya Lexira sendu,merasa ada yang tidak tepat di hati nya,melihat wanita paruh baya itu menangis.


"Tidak apa-apa nak,Tante hanya kangen dengan anak Tante"ucap Safira,yang menatap lekat Lexira.


Lexira hanya mengangguk-anggukan kepala pertanda dia mengerti.


"Bisakah kamu duduk di sini sayang?"pinta Safira.


"Iya Tante"jawab Lexira beranjak berpindah tempat.


Kini Lexira duduk di antara Andi dan Safira.


"Pasti anak Tante,jadi anak yang sangat beruntung karena memiliki orang tua seperti om dan Tante,tidak seperti ku"ucap Lexira sedih.


"Ada apa dengan mu nak,maaf kalau Tante menyinggung mu"ucap Safira.


"Aku merasa iri,pada anak-anak yang selalu di sayangi keluarganya,karna aku tak merasakan sedikit pun perhatian. Jangan kan kasih sayang dari orang tua,dari orang-orang sekitar kehidupan ku yang lalu pun tiada. Aku sedari kecil hidup di jalanan, makan dan tidur di sembarang tempat, makan pun kadang-kadang tak aku dapatkan,kalau aku hanya berdiam diri,aku harus banting tulang,memulung,mengamen,tak mengerti waktu siang dan malam hiks...hiks"ucap Lexira membuat semua orang di sana meneteskan air matanya.


"Maaf...maaf kan Tante sayang,sekarang kamu berada di antara kami,kamu tak akan kekurangan apapun,jangan pernah sungkan untuk meminta sesuatu"ucap Safira memeluk Lexira dengan erat.


Ada rasa hangat,tentram,nyaman dan merasa terlindungi oleh orang-orang yang ada di dekat nya.

__ADS_1


"Terima kasih Tante,aku bahagia karna berada di antara kalian,aku berterima kasih dengan kak Lucas dan kak Aryan yang sudah membawaku kesini,dari kehidupan ku yang kelam"ucap Lexira yang masih dengan kesedihan.


*


*


*


Sejak hari itu,Safira dan Andi sering berkunjung ke apartemen Arianna,tak jarang mereka mengajak Lexira jalan-jalan,seperti saat ini mereka berada di pusat perbelanjaan salah satu mall terbesar di kota M.


"Tante kenapa kita kesini?"tanya Lexira,karna dia tak tau tujuan kedua nya,karna dia pun tak bertanya hanya mengikuti saja.


"Tante ingin berbelanja untuk kamu sayang"ucap Safira yang di angguk i oleh Andi.


"Tapi Tante dan om tidak usah repot-repot, dengan om dan Tante sayang sama Safira saja itu sudah lebih dari cukup"ucap Lexira berkaca-kaca.


"kami akan selalu menyayangi kamu sayang,bukan kah kemarin-kemarin Tante sudah bilang,meminta kamu untuk memanggil mama dan papa"ucap Safira mengingatkan.


"A...aku,merasa tak pantas untuk memanggil om dan Tante,sebagai mama dan papa?"ucap Lexira menunduk.


"Ya sudah,Tante dan om tidak akan memaksa, pelan-pelan nanti juga akan terbiasa"ucap Safira mendapat anggukan kecil dari Lexira.


Saat mengangkat kepala,Lexira melotot,melihat anak kecil yang hendak menyebrang jalan,dengan tergesa-gesa dia berlari untuk menyelamatkan anak itu.


Tapi naas malah dia yang terkapar di pinggir jalan,setelah menyelamatkan anak kecil tersebut.

__ADS_1


"Lexira...!!"teriak Safira dan Andi berlari menuju di mana Lexira tertabrak.


__ADS_2