
"Siapa sih,mengganggu saja,jangan kemana-mana dan jangan pakai baju mu,biar Kaka melihat siapa yang mengetuk pintu?"pinta Aryan yang di angguk i oleh Dara.
Saat Aryan sudah memakai celana nya,Aryan pun berlalu untuk membuka pintu,saat membuka pintu Aryan di kejutkan dengan tangan yang hendak mengetuk pintu kembali.
"Astaghfirullah hal'adzim,mama!"pekik Aryan terkejut.
"Astaghfirullah hal'adzim,Abang bikin mama jantungan aja suara kamu"pekik Indri tak kalah terkejut. Bahwasanya saat Indri mengetuk pintu tak melihat ke pintu melainkan mengedarkan pandangannya ke arah lain,jadi saat Aryan membuka pintu sama-sama terkejut nya.
"Lagian mama kenapa malam-malam begini mengetuk pintu?tanya Aryan terlihat kesal.
Indri yang tau anak nya yang sedang kesal,dia hanya tersenyum.
"Mama mengganggu kamu ya?"tanya Indri.
"Mama kaya nggak pernah muda saja?"ucap Aryan kesal.
"Apakah sudah berhasil bang?"tanya Indri yang lupa akan tujuan awal nya.
"Apaan sih ma,Gimana mau berhasil kalau baru mulai saja mama sudah mengganggu"ucap Aryan.
"Mama ada apa, malam-malam ke kamar Abang?"tanya Aryan menanyakan tujuan mama nya.
__ADS_1
"Astaghfirullah hal'adzim,mama sampai lupa Gara-gara kamu"ucap Indri.
"Kenapa gara-gara Aryan?"tanya Aryan heran.
"Apakah dara sudah tidur?"tanya mama Indri.
Mendengar nama nya di panggil Dara yang sejak tadi sudah mengenakan baju nya lantas menyusul suami dan mertua nya yang sedang berdiri di ambang pintu.
"Ada apa?"tanya Dara muncul di belakang punggung Aryan.
"Sesaat mama Indri terkejut,melihat tanda merah yang ada di atas gunung kembar Dara,tanpa Dara sadari,setelah nya Indri senyum-senyum sendiri.
Melihat reaksi suami nya Indri pun baru sadar dan menunduk malu.
"Sudah tidak apa-apa,jangan malu,mama dulu saat jadi pengantin baru juga gitu"ucap Indri yang tau kalau sang mantu malu.
Dara tambah malu mendengar penuturan sang mertua.
"Sayang,tadi ada titipan dari bunda Yura"ucap Indri menyerahkan paper bag yang ia bawa.
"Ini apa ma?"tanya Aryan.
__ADS_1
"Nanti saja buka nya di kamar,kalau begitu mama kembali ke kamar,karna papamu sudah menunggu,lanjutkan buat cucu untuk mama"ucap Indri mencium kedua anak dan mantu nya.
"Mama jangan membuat Dara tambah malu"ucap Aryan tak di hiraukan Indri yang sudah berlalu meninggalkan mereka berdua.
Tak menunggu lama,Aryan menarik tangan Dara lalu menutup pintu dan menguncinya.
Saat Aryan hendak menyerang Dara,datang menahan dada Aryan agar berhenti.
"Ada apa?"tanya Aryan.
"Aku penasaran ini isi nya apa,kita buka dulu ya kak?"pinta Dara.
Tak menghiraukan ucapan Dara,Aryan melemparkan paper bag yang tadi di pegang sang istri ke atas sofa dan menyerang istri nya.
Hampir dua jam bergumul di atas ranjang yang sudah tak beraturan,kini Nafar kedua nya seperti habis lari kiloan meter,keringan bercucuran satu sama lain.
Netra Aryan memandangi wajah istri nya yang memejamkan mata nya untuk menghilangkan lelah sejenak.
"Sayang!!,terima kasih,kau masih menjaga kehormatan mu untuk ku?"ucap Aryan mengecup kening istri nya yang masih basah oleh peluh.
"Memang sudah semestinya kak,karna itu adalah bentuk kehormatan sebagai seorang wanita,dan itu untuk di persembahkan oleh suami nya kelak"ucap Dara yang masih terlihat lelah.
__ADS_1