
"Mbak,bagaimana keadaan mu?"tanya Rafiq.
"Dek,kenapa manggil nya mbak sih,memang Kaka tukang jualan es Doger apa?ucap Arianna kesal.
Jawaban Arianna membuat semua menjadi tertawa terbahak-bahak kecuali si dingin Rafiq.
"Memang apa salah nya sih MBAK...?"tanya Rifki menggoda sang Kaka perempuan nya itu.
"Rifki,jangan kurang ajar kamu ya, ikut-ikutan manggil mbak,Kaka nggak mau"ucap Arianna kesal.
"Sudah biarkan saja si Kak,itu ciri khas adik-adik mu"ucap Indri menengahi.
"Papa..!"rengek Arianna.
Arianna akan selalu menjadi primadona buat papa Reino setelah istri nya.dan dia akan pasang badan untuk putri satu-satunya nya itu,jika sedang ada masalah apa pun,tak terkecuali berdebat dengan saudara nya sendiri.
"Rifki,Rafiq jaga sikap kalian"ucap Reino tegas.
"Iya pa"jawab kedua nya lirih.
Kalau papa singa sudah marah,mereka semua tak akan ada yang berani banyak kecuali sang penjinak singa yaitu mama Indri.
__ADS_1
"Sudah-sudah kenapa hal sepele saja kalian selalu berdebat"ucap mama Indri menengahi.
"Bang,geser dikit dong,aku mau duduk,kalau mau tidur,pulang saja sana?"ucap Rifki.
"Berisik!!"ucap Aryan kesal.
"Aryan jaga sikap dengan adik-adik mu"tegur Indri.
"Iya ma"ucap Aryan melembut.
"Rafiq,mama sama papa dengar kamu bikin anak gadis orang nangis,apa itu benar?"tanya Reino..
"Hai.... bagaimana kamu bisa bilang nggak?,sedang kan kepala sekolahmu menelfon seorang gadis menangis karna mu?"pekik Reino karna gemas pada anak bungsu nya itu,yang sifat nya nggak jauh beda dengan nya.
"Dasar cewe nya aja yang ke ganjenan,Rafiq cuma bilang jangan ganggu Rafiq,tapi cewe itu,tetep ngintilin,ya....jadi nya Rafiq ngomong nya agak kasar sama tu cewe"ucap nya lirih di akhir kalimat nya.
"Astaghfirullah hal'adzim sayang,mama nggak pernah ngajarin kamu buat nyakitin perasaan cewe,lagian kenapa sih,cuma di ikutin cewe aja,sampai kasar ngomong sama cewe?"keluh Indri pada putra bungsu nya itu.
"Karena cewe itu suka sama Rafiq ma"celetuk Rifki.
"Bang Rifki jangan ngacok deh,dia itu cuma mau ngeribetin aku doang"bantah Rafiq.
__ADS_1
Si kembar sulung,mendengarkan perdebatan kedua adik dan mama nya itu mengulum senyum.
"Kalau bang Aryan kapan ngejar cewe nya?"celetuk Rifki tiba-tiba.
"uhuk....uhuk..."Aryan tersedak ludah nya sendiri,setelah nya bangun dari tiduran nya dan mengambil air minum yang di sodorkan Rifki.
"Pelan-pelan bang,cuma di tanya gitu aja kok sampai tersedak"ucap Rifki santai tanpa rasa bersalah.
"Kamu itu masih kecil ngomongin soal cewe,sekolah yang benar,awas kalau Abang tau kalian pacaran,Abang kirim ke tempat oppa dan Oma,ngerti?"ucap Aksa tegas.
"Iya bang"ucap Rafiq dan Rifki bersamaan.
Waktu berjalan begitu cepat,mama Indri dan si kembar pulang,di ikuti papa Reino pamit pulang,besok pagi mereka akan menjemput Arianna.
"Mbak,kami pamit pulang ya,besok kita jemput?"ucap Rofiq.
"Dek,jangan panggil mbak,aku nggak mau"ucap Arianna merajuk.
"Sudah-sudah ayo pulang,jangan berdebat lagi,biar kakak mu istirahat"pesan Indri.
"Sayang,apa papa tinggal saja buat nemenin kamu sama bang Aryan?"tanya mama Indri.
__ADS_1