
"Aku bukan supir,jadi duduk di depan"ucap Aryan yang melihat Dara hendak buka pintu mobil belakang.
"terima kasih pak,atas tumpangan nya"ucap Dara.
"Tidak gratis ya?"ucap Aryan melajukan mobil nya.
"Maksud nya?"tanya Dara.
"Kau harus menjadi kekasih ku"pinta Aryan yang tanpa beban, seolah-olah itu hanya hubungan biasa.
"Kalau begitu, berhenti di depan saja pak,biarkan saya jalan kaki,dari pada jadi kekasih anda"ucap Dara ketus.
"Apa yang membuat mu menolak ku,aku kaya,tampan dan yang jelas pintar"ucap Aryan menyombongkan diri.
"Apa menurut anda,semua cewek akan tergoda dengan apa yang anda miliki sekarang?,sayang nya itu tidak berlalu buat saya,tolong turunkan saya"pinta Dara.
'citttt'
Ban mobil yang di bawa oleh Aryan berdecit ber benturan dengan aspal.
Aryan masih tergugu mendengar ucapan Dara,yang mana dia tak tergiur dengan apa yang di milikinya.
Aryan baru sadar saat Dara tak ada di spring nya,melainkan sudah berjalan jauh.
"Sial!!"pekik Aryan memukul setir mobil. "Aku akan mendapatkan mu,Dar. jangan harap bisa lepas dari ku"gumam nya lagi.
Aryan mengejar Dara yang jalan semakin jauh.
"Tin..tin. tin.."
Aryan memencet Clarkson mobil nya terus menerus,tapi tak di hiraukan oleh Dara.
__ADS_1
Tak ada respon apapun dari Dara,akhirnya Aryan memberhentikan mobilnya dan berjalan mengikuti Dara.
"Dara,maaf kalau kata-kata ku menyinggung mu"ucap Aryan tak mendapat jawaban.
"Dar, Dara?"panggil Aryan.
"Sebaik nya,bapak kembali ke mobil dan pulang,biarkan saya pulang sendiri"ucap Dara.
"Jangan salahkan aku jika aku memaksamu"ucap Aryan yang membopong tubuh Dara dan membawa nya ke mobil.
"Apa yang bapak lakukan!"teriak Dara yang terkejut. "Turunkan saya pak,saya mau pulang sendiri,atau saya akan teriak"ucap Dara memukul punggung Aryan berulang kali.
"Teriak saja,setelah itu saya akan bilang pada mereka kalau kamu istriku yang sedang marah"ucap Aryan bertepatan mendudukan Dara di dalam mobil. Aryan berlari mengitari mobil.
"Pak buka pintu mobil nya,saya mau keluar"ucap Dara.
"Kamu mau diam,atau mau saya cium?"ucapan Aryan mampu membungkam mulut Dara.
"Dimana rumahmu?"tanya Aryan
"Di jalan xx?"jawab Dara singkat.
"Bukan nya itu,Dekat dengan kantor"tanya Aryan.
"Hem"jawab Dara.
Hening tak ada suara,akhir nya mereka berdua sampai di rumah kontrakan Annisa.
"Saya berhenti di sini saja pak"ucap Dara tiba-tiba.
"Kenapa?"tanya Aryan menepi kan mobil nya.
__ADS_1
"Itu..."tunjuk Dara.
"Oh...kamu tinggal di sana?"tanya Aryan lagi.
"Iya pak,kalau begitu saya permisi,dan terima kasih"ucap Dara melepas sheatbelnya.
"Tunggu..!"ucap Aryan memegang pergelangan tangan Dara.
"Ada apa pak?"tanya Dara mengernyitkan dahinya.
"Besok pagi saya jemput kamu"ucap Aryan.
"Eh...nggak usah pak,kita beda arah,saya nggak enak sama bapak,dan saya juga nggak mau ngrepotin bapak terus-menerus"ucap Dara merasa nggak enak.
"Siapa bilang kamu merepotkan,saya senang bisa di repotkan oleh mu"ucap Aryan. "Besok pokok nya saya jemput"ucap Aryan.
"Tapi-..."ucap Dara.
"Tak ada tapi-tapian"ucap Aryan turun dan membuka pintu mobil bagian Dara.
Sesaat Dara merasa speechless,atas perlakuan Aryan,tapi hanya sesaat,setelah Aryan berucap.
"Mau turun,atau mau ikut saya lagi kerumah"goda Aryan.
"Ish...dasar bos mesum!!"ucap Dara kesal.
Dara pergi begitu saja,tanpa memperdulikan Aryan.
"Dara..!"panggil Aryan.
"Apa lagi pak?"ucap Dara yang jarak nya belum jauh....
__ADS_1