Takut Untuk Mencintaimu

Takut Untuk Mencintaimu
bab 41.


__ADS_3

"Aku tidak mengerti apa yang kau ucap kan Cleo?"ucap Fransiska,yang masih berkilah.


Cleo berjalan menuju meja kerja nya dan dia membuka laci,mengambil sesuatu,dan setelah nya ia melempar amplop coklat itu,di depan Fransiska.


"Bukalah"pinta Cleo datar.


"A...apa ini Cle?"tanya Fransiska yang sudah gemetaran.


"Buka dan lihat,apa yang ada di dalam amplop coklat itu,dan setelah itu,aku minta kamu membatalkan pertunangan kita,kepada seluruh keluarga besar mu dan keluarga besar ku,aku akan tunggu kamu dan keluarga mu di ruma mom and dad"ucap Cleo.


"Itu tidak akan pernah terjadi Cle?"teriak Fransiska.


"Makan bukalah amplopnya,setelah itu,kau akan atau,apa yang harus kau lakukan"ucap Cleo santai,dan mendudukan dirinya bersandar pada kursi dan mengetuk-ngetuk meja,sambil melihat Fransiska melihat isi amplop tersebut.


Saat itu juga, Fransiska seperti tersambar petir,bagaimana bisa,Cleo mendapatkan semua foto dirinya yang sedang bercumbu dengan beberapa lelaki,dan itu semua membuatnya tak berkutik.


"Aku...aku bisa jelaskan semua ini Cleo"ucap Fransiska melelahkan air mata nya.


"Sudah cukup,Siska. Dengan semua bukti itu,aku bisa saja membuatmu malu,dengan menyebar luaskan di media sosial,dengan begitu,kamu dan keluargamu,boom"ucap Cleo seperti meragakan bom yang meledak.


"Jangan lakukan itu,baik aku akan membicarakan semua itu dengan keluarga ku"ucap Fransiska terlihat pasrah.


"Baik,akan aku tunggu kedatangan mu dan keluargamu"ucap Cleo,bertepatan dengan pintu di ketuk dari luar.


"Masuk!"pinta Cleo.

__ADS_1


"Maaf pak mengganggu"ucap Dara.


"Tidak masalah,ada apa?"tanya Cleo.


"Waktu untuk metting tinggal lima menit lagi,akan di mulai pak"ucap Dara memberitahu.


"Apakah,tuan Saka sudah datang?"tanya Cleo.


"Beliau sudah menunggu di ruangan metting pak"ucap Dara.


"Baik,ayo kita ke ruangan metting sekarang"ajak Cleo meninggalkan Fransiska yang sudah menggeram kesal.


"Oh iya Sis,jangan lupa besok malam,di rumah dad and mom"ucap Cleo mengingat kan Fransiska.


*


*


"Sebentar kak,aku buka pintu nya dulu"ucap Lexira.


"Iya,takut mama dan papa yang datang"jawab Arianna.


'Ceklek'


"Assalamu'alaikum"ucap mama Indri sedikit terkejut, bahwasanya yang membuka pintu bukan Arianna putri nya,tapi gadis lain.

__ADS_1


"Wa'alaikum salam,silahkan masuk Tante,kak Arianna ada di dalam"ucap Lexira sopan.


"Hmm...terima kasih nak.


"Ayo Safira,Andi,silahkan masuk"ajak Indri.


"Mama,kenapa nggak bilang mau datang"ucap Arianna.


"Tadi om Andi dan Tante Safira main kerumah,mendengar kamu kecelakaan,mereka ingin mengunjungi mu,nak"ucap mama Indri.


"Tante Safira,om Andi,bagaimana kabar nya?"tanya Arianna.


Mereka berdua sedang menatap Lexira dengan lekat,seperti ada ikatan batin yang kuat,membuat Safira tiba-tiba memeluk lexira dan memanggil nama anak nya yang hilang beberapa tahun yang lalu.


"Indah!!"bisik nya lirih.


"Tante..??"panggil Lexira.


"Sayang!!"panggil Andi.


Safira memeluk Andi dan menangis sesenggukan karena melihat wajah Lexira yang sama persis dengan nya saat masih remaja.


"Maaf kan Tante nak,kamu begitu mirip dengan anak Tante"ucap Safira menenang kan diri nya.


"Tidak apa-apa Tante,maaf kalau kehadiran saya membuat Tante mengingat pada anak Tante. Kalau boleh tau di mana anak Tante?"tanya Lexira.

__ADS_1


"Dia hilang beberapa tahun lalu,karna di culik orang yang tak di kenal"ucap Safira sendu.


"Arianna,bagaimana kabar mu nak?"tanya Safira.


__ADS_2