
"Sebenar nya kita mau kemana kak?,kenapa memakai baju seperti ini,seperti mau menikah saja?"ucap Dara menggerutu.
"Apakah kamu mau menikah dengan ku?"todong Aryan.
"Jangan bercanda kak,aku nanya serius loh"tukas Dara.
"Apakah aku ada bercanda dengan kata-kata ku?"tanya Aryan.
"Kak..."kesal Dara.
"Jawab pertanyaan aku Dar?,kamu mau menikah dengan ku?"tanya Aryan,memotong ucapan Dara.
Dara terkejut,dengan pertanyaan Aryan,sesaat ia bungkam.
"Turun lah"pinta Aryan.
"Tapi kak"ucap Dara tanpa melihat keluar.
"Turun,apa kamu mau di mobil terus?"ucap Aryan membuat Dara mengedarkan pandangannya ke luar.
Malu,satu kata yang Dara umpat dalam hati.
Aryan menggandeng tangan Dara membawa gadis pujaan hati nya itu masuk kesebuah masjid yang ada di depan nya.
"Kak,kenapa ramai sekali,ada keluarga Kaka,apa....?"ucap Dara terhenti.
__ADS_1
"Kamu akan tahu,saat sudah di dalam?"ajak Aryan memotong asumsi Dara.
"Assalamu'alaikum"salam Aryan di ikuti Dara di belakang nya.
"Wa'alaikum salam"jawab semua orang mendengar salam dari kedua nya.
Membuat semua ora itu menatap pada calon pengantin itu.
"Kamu sudah datang bang, mama agak terkejut,mendengar kabar dari Lucas,kalau kamu mau menikah?"ucap mama Indri.
'deg'....
Dara menoleh pada laki-laki yang ada di samping nya.
"Aku akan jelaskan semua nya nanti,maaf kalau aku membuatmu terkejut"ucap Aryan memohon untuk tidak mengacaukan semua nya.
Aryan menuntun calon makmum nya untuk duduk setelah nya baru dia duduk di sebelah nya.
Petuah demi petuah yang di berikan oleh penghulu,Dara tak sanggup lagi untuk menahan air mata nya nya yang sempat ia tahan,tapi hati nya ada yang hilang,melihat sebanyak orang yang berkumpul,hanya dia yang merasa sendiri karna tak mempunyai sanak saudara,dia hidup sebatang kara.
Kalimat yang telah di ucapkan oleh suara yang lantang dan jelas setelah berkumandang menandakan bahwa ia telah sah menjadi istri dari Aryan putra Reino mahendra.yang berarti menjadi nyonya muda di keluarga Mahendra,keluarga konglomerat di kota M.
"Bagaimana para saksi?"tanya pak penghulu.
"Sah"
__ADS_1
"Sah"
Suara 'sah' bersautan,membuat Dara bergetar hebat.
Aryan dengan penuh kasih menggenggam erat tangan sang istri yang beberapa menit lalu tersemat.
"Jangan bersedih,aku berjanji akan membuat kamu bahagia,tak akan ada air mata,kecuali air mata kebahagiaan"ucap Aryan dengan tegas namu dengan nada yang lembut.
"Selamat sayang,jangan merasa kamu sendiri,di sini ada mama dan papa,jika Aryan membuat mu terluka,katakan pada papa,papa sendiri yang akan menjauhkan mu dari nya"ucap Reino yang di angguk i oleh Indri.
"Benar sayang,sekarang kamu anak papa dan mama,jangan sungkan untuk memberitahu kami"ucap Indri menimpali ucapan Reino.
"Ckck..... Sebenarnya di sini siapa sih yang anak nya?"tanya Aryan merajuk.
"Bang"ucap mama Indri melotot.
"Aku janji sama papa dan mama,tidak akan menyakiti istriku,aku akan selalu membahagiakan Dara,apapun yang terjadi,aku akan selalu ada di sisinya sampai maut memisahkan kami"ucap Aryan dengan tegas
Beberapa saat acara demi acara telah selesai,mereka membawa Dara pulang ke kediaman keluarga Mahendra.
"Selamat datang Kaka ipar"ucap Arianna dengan senyum bahagia.
"Terima kasih nona"ucap Dara ragu.
"No...jangan panggil aku nona,panggil aku Arianna,karna sekarang aku adalah adikmu kak"ucap Arianna.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum mbak Dara"Sapa Rofiq.