Takut Untuk Mencintaimu

Takut Untuk Mencintaimu
bab 6


__ADS_3

Dari jauh,Reino melihat para dokter berlarian,dia pun berjalan dengan cepat menghampiri sang istri.


"Ma,apa yang terjadi?"tanya Reino panik.


"Pa, Arianna, Arianna.."ucap Indri.


'bug'.....


"Ma..!"ucap Reino panik melihat sang istri pingsan dalam dekapan nya,tapa pikir panjang,Reino mengangkat Indri,sebelum berjalan keruangan UGD,Reino memerintahkan sang anak untuk memanggil dokter.


"Aryan panggil dokter untuk periksa mama"perintah Reino.


"Baik pa"jawab Aryan mencari dokter,sedangkan Lucas menunggu dokter keluar dari ruangan Arianna.


Lucas yang mondar-mandir menunggu dokter yang masih betah berada di dalam ruangan Arianna. Seolah-olah dia sedang menahan kekhawatiran nya,dia berfikir yang tidak-tidak.


"Nona,jangan pernah tinggalkan kami,kami menunggumu di sini,cepat sadar lah nona,jangan membuat ku semakin khawatir"batin Lucas,dia pun tak sanggup jika hanya berdiam diri,dia masih sibuk mondar mandir,hingga suara pintu terbuka,tampak nya dokter yang menangani Arianna keluar.


Berlari kearah dokter tersebut"Dokter bagaimana keadaan pasien?"tanya Lucas.


"Pasien hanya perlu penyesuaian dengan transfusi dara,karna keadaan pasien belum bisa menerimanya,jadi ada penolakan dalam tubuh nya. Tidak perlu khawatir,kemungkinan pasien akan sadar besok pagi,paling lambat besok siang"jelas dokter.


"Huftttt..."Lucas membuang nafasnya yang lega "Alhamdulillah,terima kasih ya Allah,Engkau mengabulkan doa kami"ucap nya lagi.


"Kalau begitu saya permisi tuan"ucap dokter.

__ADS_1


"Terima kasih dokter"ucap Lucas.


"Sama-sama,Itu sudah kewajiban kami tuan,tidak perlu sungkan"ucap dokter tersebut,sedangkan Lucas hanya menganggukkan kepala nya setuju.


"Bagaimana dengan keadaan Arianna Lu?"tanya Aryan.


"Alhamdulillah,dia tidak apa-apa"ucap Lucas.


Aryan melihat raut wajah Lucas yang terlihat lega,ia pun menarik nafas nya.


"Huftttt.."Arya membuang nafas nya dengan penuh kelegaan. "Kapan ia akan sadar?"tanya Aryan.


"Insya Allah,paling lambat besok siang,hari ini Arianna akan di pindahkan ruangan rawat yang sudah di siapkan pihak rumah sakit"ucap Lucas.


"Bagaimana keadaan nyonya besar Ar?"tanya Lucas.


"Lu,jangan panggil mama dengan nyonya besar,bukanya mama sudah menganggap mu anak nya beliau,mama baik-baik saja,hanya terlalu terkejut,karna melihat dokter berlarian keruangan Arianna"ucap Aryan.


"Itu..aku belum terbiasa untuk memanggilnya mama,syukur kalau nyonya besar tidak apa-apa"ucap Lucas tidak enak.


"Aku harap di hadapan beliau,jangan kau panggil nyonya,atau kau akan melihat nya kecewa padamu"pesan Aryan.


"Baik Ar"ucap Lucas.


"Lucas, Aryan?"panggil Vabri dan di susul yang lain nya berada di belakang.

__ADS_1


"Vabri,kak Arkana"ucap Aryan.


"Bagaimana keadaan Arianna Ar?"tanya Arkana.


"Alhamdulillah,keadaan nya stabil,sebentar lagi akan di pindahkan ke ruangan perawatan"jelas Aryan.


Arkana celingukan mencari keberadaan Tante dan om nya yang tak ada di tempat.


"Dimana Tante Indri dan om Reino?tanya Arkana.


"Mama ada di kamar sebelah,karna tadi sempat terkejut melihat dokter berlarian keruangan Arianna"ucap Aryan.


"Apa?,jadi Tante Indri di rawat juga?"tanya Arkana.


"Iya kak"jawab Aryan.


"Ya sudah,Kaka mau melihat keadaan mama mu dulu"ucap Arkana yang di angguk i oleh Aryan.


"Vabri,kamu mau ikut aku,atau tunggu di sini dulu?"tanya Arkana.


"Aku tunggu di sini dulu saja"jawab Vabri.


Setelah kepergian Arkana,kini datang lah Andre dan Yura.


"Aryan..?"panggil Andre...

__ADS_1


__ADS_2