
"Dan, ini pak, Dara menitipkan surat pengunduran diri nya"ucap Lucas, menyodorkan kertas yang di bungkus oleh amplop putih.
'Deg'
"Apa?,apa dia tidak membaca surat kontrak,kalau dia mengundurkan diri maka dia akan membayar denda yang tidak main-main"tanya Aryan yang sedikit terkejut.
"Dia akan membayar denda nya tuan,dan itu sudah di kirim nya ke saldo perusahaan"ucap Lucas.
'Brak'
Aryan berdiri dan menggebrak meja.
"Dimana dia sekarang?"tanya Aryan menahan amarah.
"Masih di ruangan nya tuan"ucap Lucas.
"Panggil,dan katakan aku ingin dia kesini sekarang juga"ucap Aryan.
"Baik tuan"ucap Lucas berlalu pergi meninggalkan ruangan Aryan.
Setelah Lucas pergi,tak lama kemudian Dara datang dengan wajah datar nya.
"Apakah bapak memanggil saya?"tanya Dara.
Aryan tak bergeming,dia tetap fokus pada pekerjaan nya.
"Pak,kalau memang tidak ada yang penting,lebih baik saya menyelesaikan pekerjaan saya"ucap Dara lagi.
Hening tak ada jawaban,saat Dara hendak beranjak,barulah Aryan berucap.
'Ceklek'
__ADS_1
Suara pintu terkunci otomatis.
"Diam di tempat,tunggu saya menyelesaikan pekerjaan saya sebentar"ucap Aryan.
Tapi naas nya,hingga hampir setengah jam,Aryan tak kunjung berhenti bekerja,membuat Dara mengantuk.
Dara mencoba menahan kantuk nya,tapi lama-lama,dia benar-benar tertidur hingga menjelang makan siang, Dara yang baru bangun terkejut.
Dara berada di kamar istirahat Aryan.
"Masya Allah,aku ketiduran,dan apa ini,bagaimana bisa aku tidur di sini,ini...?, astaghfirullah hal'adzim,ini kan kamar istirahat pak Aryan.
'ceklek'.
"Kamu sudah bangun?"tanya Aryan lembut.
"Ma...maaf pak saya ketiduran"ucap dara lirih.
Selang beberapa menit, Dara keluar dari kamar tersebut,dengan wajah yang terlihat fresh.
"Ayo duduk,kita makan siang dulu"ajak Aryan.
"Saya makan di kantin saja pak"ucap Dara.
Aryan menatap tajam Dara,membuat Dara menciut,dan duduk di depan Aryan bersekat dengan meja kaca.
"Kenapa duduk di sana,kemarilah"ucap Aryan menepuk kursi di sebelah nya yang kosong.
Mau tak mau Dara pindah tempat di samping Aryan.
"Ayo makan,aku sudah pesenin makanan kesukaan kamu"ucap Aryan.
__ADS_1
"Dari mana bapak tau kalau saya suka udang balado"tanya Dara.
"Apa yang tidak saya ketahui tentang calon istri aku"ucap Aryan dengan percaya diri yang tinggi.
Dara tak menghiraukan ucapan Aryan,lantas dia mengambil nasi yang ada di depan nya dan melahap nya tanpa melihat orang di samping nya.
Hampir dua puluh menit berlalu, Dara yang notabene makan nya sedikit,jadi lebih cepat selesai dari orang pada umumnya.
"Kenapa tidak di habiskan?"tanya Aryan.
"Memang saya makan nya sedikit pak,tidak bisa makan yang berlebihan"ucap Dara.
"Baiklah.."ucap Aryan berlalu menuju kamar mandi.
"Tadi bapak memanggil saya,ada apa ya pak?"tanya Dara.
"Kenapa kamu mengundurkan diri?"tanya Aryan datar.
"Saya,mendapat panggilan kerja di luar kota pak"kilah Dara.
"Sejak kapan karyawan yang bekerja di perusahaan Mahendra,bisa mendaftarkan kerja di perusahaan lain?"tanya Aryan.
"Karena saya,ingin lebih dekat dengan saudara alm ayah saya pak"ucap Dara menunduk.
"Apakah karna kamu ingin menghindari saya, Dar?"tanya Aryan sendu.
"Ti...tidak pak,bukan begitu,saya hanya ingin bekerja dengan dengan paman dan keponakan saya,tidak ada sangkut pautnya dengan anda"ucap Dara gugup.
"Tapi dengan kamu keluar dari perusahaan Mahendra,sama saja kamu sedang menghindar dari saya"ucap Aryan sedikit meninggi.
"Ma..maaf"ucap Dara menunduk.
__ADS_1
"menikah lah dengan ku"ajak Aryan yang frontal.