
"Jangan macam-macam ya kak?"ancam Arianna.
"Hanya satu macam kok sayang"ucap Lucas.
"Ayo makan siang dulu makanan nya sudah siap"ajak Lucas.
"Kapan Kaka memesan makanan nya?"tanya Arianna heran.
"sebelum kesini Kaka sudah pesan beberapa makanan,tadi nya Kaka mau ajak kamu makan di restoran terdekat,tapi berhubung kamu nya masih molor,jadi Kaka suruh delivery aja ke kamar kamu"ucap Lucas menarik hidung Arianna.
'plak'
Arianna memukul tangan yang di buat Lucas untuk menarik hidung nya.
"Astaghfirullah hal'adzim,sayang. Galak banget sih,gitu aja di pukul?"ucap Lucas pura-pura kesal.
"Emang Kaka kira nggak sakit apa hidung di tarik-tarik"ucap Arianna kesal.
Arianna mengambilkan makanan Lucas,walau dalam hati masih kesal,dia tidak lupa cara melayani pacar nya.
"Terima kasih sayang"ucap Lucas setelah menerima piring yang berisi makanan.
"Hemm..."jawab Arianna bergumam.
__ADS_1
"kalau nggak ikhlas,Kaka nggak jadi makan aja,biar Kaka kembali ke kamar,biar kamu nggak ke ganggu lagi"ucap Lucas pura-pura beranjak dari duduk nya.
"Kenapa di tahan,biarin aja Kaka kembali ke kamar"rajuk Lucas lagi.
"Siapa yang nahan kak,liat nih"ucap Arianna,menunjukan bahwa kancing lengan baju Lucas nyangkut benang yang di baju Arianna.
"Jadi kamu nggak mau nahan Kaka,biar pun tadi nggak ke sangkut"ucap Lucas.
Arianna hanya mengangkat bahu acuh tak acuh.
"Yakin,kalau Kaka di gaet sama wanita lain gimana?"tanya Lucas
"Ya tinggal nyari aja yang baru,toh aku juga cantik,siapa yang mau menolak putri Reino Mahendra"ucap Arianna congkak.
"tok...tok ..tok ."
Pintu kamar Arianna di ketuk sekertaris Arianna.
"Kak...?"panggil Arianna.
"Biarkan saja,sebentar biarkan begini Ri,aku merindukan kamu yang bawel dan manja,sejak berbincangan kita semalam,kamu berubah dan itu membuat ku tak tenang"ucap Lucas berkeluh kesah.
"Ya,tapi biarkan aku membuka pintu nya,kita akan ada meeting setengah jam lagi,kita juga belum menyelesaikan makan nya,mungkin sekarang makanan nya sudah dingin"ucap Arianna.
__ADS_1
"Astaghfirullah hal'adzim,kenapa Kaka bisa lupa,bahwa kita belum makan"ucap Lucas beranjak duduk dan melanjutkan makan siang yang sempat tertunda.
sebelum nya Arianna sudah membuka pintu dan mempersilahkan Disa masuk.
"Lama banget sih kak buka nya,aku sampai jamuran nung...gu nya"ucap Disa terbata melihat Lucas ada di kamar Arianna.
"Jangan berfikir yang macam-macam,kak Lucas baru masuk mengajak makan siang,kamu sudah makan?"ucap Arianna yang tau apa yang di pikirkan Disa.
"Siapa juga yang berfikir macam-macam,aku kan nggak nanya macam-macam,aku sudah makan di bawah kak"ucap Disa mengela.
"Mulutmu nggak nanya,tapi sorot mata kamu penuh dengan pertanyaan Dis?"saut Lucas begitu aja.
"Hissss...Kaka kaya cenayang aja"ucap Disa.
Arianna dan Lucas melanjutkan makan nya dan di selingi pembicaraan dengan Disa,hingga waktu berlalu membuat mereka bertiga pergi untuk menemui klien nya.
Saat mereka bertiga sedang sibuk dengan kerja sama dengan klien, Dara, Aryan,kedua orang tuanya,dan Andre bersama istri kini sudah di bandara,di mana letak Lucas dan Arianna berada.
"Kak,sebenar nya ini ada apa sih,Arianna dan Lucas kan baru aja berangkat tadi pagi,kenapa kita nyusulin,kenapa nggak bareng aja tadi pagi?"tanya Dara penasaran.
"Nanti kamu juga tau sayang"ucap Aryan mempererat tangan nya di pinggang sang istri.
"Apa kamu tak memberi tau istri bang?"tanya Indri.
__ADS_1