
Semangat Vabri
"Aryan,apakah kamu sudah mendapat sekertaris yang baru,papa dengar sekertaris kamu yang lama mengundurkan diri?"tanya papa Reino.
"Sudah pa"jawab Aryan."oh ya pa,apakah papa tau kalau Disa sekarang kerja jadi sekertaris nya Arianna"ucap Aryan.
"Apa...?,kamu seriusan Ar?"tanya Vabri yang terkejut.
"He'em,karna aku yang menginter view nya langsung"ucap Aryan.
"kenapa dia tidak bekerja di perusahaan papa nya saja,padahal kan sekarang Dimas punya perusahaan tambang batu bara? "tanya Reino.
"Aryan sempat tanya,seperti nya dia tidak tertarik kerja dengan om Dimas"ucap Aryan.
Vabri mendengar kalau sang pujaan hati telah bekerja di perusahaan cabang milik Reino,membuat nya tersenyum bahagia.
Arkana yang menyadari Vabri senang,dia pun menepuk punggung nya pelan.
"Apakah sesenang itu?"tanya Arkana.
"Tentu saja"jawab Vabri yang tak menyurutkan senyuman nya.
"Dasar bucin"ejek Vabri.
"Heh,jangan mengejek ku,maka nya cari cewe biar ngerti rasa nya jatuh cinta"ucap Vabri masih dengan senyum semangat.
"Cih...memang nya Disa sudah mau sama kamu?"tanya Arkana mengejek.
"Tentu saja,Disa mau sama aku,kamu kan tau sendiri,aku tampan,kaya,yang jelas bertanggung jawab"ucap Vabri dengan percaya diri.
Tanpa di sadari ternyata yang sedang di bicarakan berdiri di tengah pintu yang tengah terbuka.
__ADS_1
Ya Disa berdiri di sana dan mendengar semua yang di ucapkan Vabri.
deg.....
Disa membeku di tempat,hingga deheman dari Aryan membuyarkan lamunan Disa.
"Ehem...,Disa kamu datang dengan siapa?"tanya Aryan.
"A...aku,datang sama mama dan papa"ucap Disa gugup.
deg...
Jantung Vabri terasa terpompa dengan cepat,mendengar Aryan menyebut perempuan yang sedang ia bicarakan dengan Arkana.
Melihat wajah pucab pasi Vabri membuat Arkana terbahak...
"Hahaha...kenapa muka kamu yang pucat,itu Disa loh,bukan hantu"ucap Arkana mendapat pukulan di lengan nya oleh Vabri.
'plak...'
"Diam kamu!!"ucap Vabri penuh dengan penekanan.
"Sini sayang,kamu apa kabar?"tanya Yura.
Disa mendekat kepada orang tua yang sedang berkumpul itu,dan menyalami satu persatu.
"Alhamdulillah,sehat Tante,Tante Yura dan om Andre gimana kabar nya?"tanya Yura kembali.
"Alhamdulillah sayang kami sehat,di mana mama dan papamu?"jawab dan tanya Andre.
"papa dan mama sedang di belakang,tadi sedang menerima telfon,maka nya aku duluan"jawab Yura.
__ADS_1
"Oh ya Dis,bagaimana kamu tau kami di sini?"tanya Aryan.
"Aku tanya resepsionis depan,terus tak sengaja aku mendengar suara kak Arkana dan kak Vabri"ucap Disa.
Tak lama kemudian Dimas dan Siska masuk.
"Assalamualaikum"sapa Siska dan Dimas bersama.
"Wa'alaikum salam"jawab bersama.
Siska mendekat pada Yura dan Indri sedang kan Dimas duduk bersama para pria di sofa bed.
"Bagaimana keadaan mu Ndri?"tanya Siska.
"Alhamdulillah,aku baik-baik saja,tapi Arianna,Sis"ucap Indri lirih meneteskan air mata nya kembali.
"Yang sabar Ndri,percayalah, Arianna anak yang kuat,pasti dia baik-baik saja"ucap Siska membela punggung Indri.
"Tapi...tapi aku takut terjadi apa-apa dengan nya Sis"ucap Indri lagi.
"Sayang,kita do'akan yang terbaik buat putri kita"ucap Reino mendekat melihat sang istri menangis kembali.
"Tuan besar,nyonya besar,saya permisi,untuk menjaga nona Arianna"pamit Lucas.
"Aku ikut dengan mu Lu?"ucap Aryan yang mendapat anggukan oleh Lucas.
"Ma,pa,aku keruangan Arianna dulu ya?"pamit Aryan.
"Ya Ar,papa titip adik mu"ucap Reino,yang di angguk i anak sulung nya itu.
"Ma aku mau ikut kak Aryan sama kak Lucas ke kamar rawatnya kak Arianna ya?"tanya Disa.
__ADS_1
"Tapi sayang"ucap Siska.
"Biar Vabri temani om Tante"ucap Vabri menawar kan diri.