Takut Untuk Mencintaimu

Takut Untuk Mencintaimu
bab 15


__ADS_3

Aryan berdiri hendak keluar.


"Mau kemana bang?"tanya papa Reino.


"Coba lihat di luar,kenapa ribut-ribut"ucap Aryan.


Ketika membuka pintu tidak ada siapapun kecuali petugas rumah sakit yang lalu lalang,dia pun kembali ke dalam.


"Siapa bang?"tanya mama Indri.


"Nggak ada siapa-siapa ma,mungkin orang lewat"ucap Aryan duduk kembali ke kursi dan memain kan alat canggih yang di gunakan oleh umat sejagat raya.


Yang membuat semua orang pusing ketika kuota habis dan tak punya duitπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Kaya author,ketika nulis dan nanggung ternyata kuota ludes....lanjut....


Melihat email yang dikirim oleh sang asisten hingga sebuah ketukan membuyarkan konsentrasi nya.


'tok..tok..tok..'


'Ceklek'


Pintu ruang rawat Arianna terbuka,sapaan gadis cantik membuat semua yang berada di sana menoleh.


"Assalamu'alaikum,selamat pagi menjelang siang om,tante,non Arianna"sapa Dara sopan,tanpa menyapa Aryan sedikit pun.

__ADS_1


"Dccckk..kenapa tak menyapa ku bahkan tak melihat ku"gumam Aryan berdecak kesal karna tak di sapa sama sekali.


"Wa'alaikum salam,pagi menjelang siang nak"jawab semua dan mama Indri menyilahkan dia masuk.


"Maaf mengganggu istirahat nona muda,bagaimana keadaan nya sekarang"ucap Dara berbasa-basi sejenak.


"Tidak mengganggu kok, Alhamdulillah sudah lebih baik"ucap Arianna.


"Syukurlah kalau begitu,lekas sembuh dan pulang ya"ucap nya gugup.


"Iya terima kasih"timpal Arianna.


"maaf om Tante,saya sekertaris pak Aryan,Nama saya Vigo andara,kedatangan saya ke sini ingin meminta tanda tangan pak Aryan,sekaligus menjenguk nona Arianna,oh..ya,ini ada buah,maaf saya hanya bisa membawa ini"ucap dara.


"Terima kasih Tante,kalau begitu saya ijin menemui pak Aryan dahulu,untuk meminta tanda tangan"ucap Dara menunduk hormat.


Dara berjalan ke arah Aryan yang pura-pura sibuk,padahal dari tadi mengamati interaksi dara dengan orang tua nya.


"Permisi pak,saya datang ke sini untuk mengantarkan berkas-berkas yang telah di perintahkan pak Lucas,untuk anda tanda tangani"ucap dara menyerah berkas dan pulpennya.


"Ya,Lucas sudah menghubungi ku"ucap Aryan datar.


Dara berdiri di depan sofa di mana tempat Aryan duduk.

__ADS_1


"Nak Dara,kenapa hanya berdiri,duduk lah,kamu akan terasa pegal nanti,seperti nya berkas nya cukup banyak yang harus di kroscek oleh Aryan,bukan begitu bang"ucap mama Indri menekan kan kata nya,membuat Aryan bergidik ngeri.


"Ah iya ma"ucap Aryan.


"Tidak apa-apa Tante,ini sudah tugas saya"ucap Dara lembut.


"Kamu bisa duduk,sambil menunggu ku menyelesaikan semua nya"pinta Aryan datar.


"Tapi pak?"bantah nya ragu melihat tatapan tajam Aryan.


"Baik pak terima kasih" jawab Dara menurut saja.


"Ckckck..."decak Aryan melihat datar nya Dara. "Kenapa di bisa lembut dengan semua orang,dia juga sedikit mengabaikan ku,tidak seperti Dara yang kemarin ketemu dengan ku,apa ini sikap nya yang sebenar nya?"ucap Aryan bermonolog sendiri.


Dara terlihat tak nyaman,berada di dalam satu ruangan dengan orang tua bos nya.


Indri melihat gelagat tak nyaman Dara,dia pun bertanya untuk menghilangkan rasa tak nyaman gadis itu.


"Dara di mana kamu tinggal?"tanya Indri lemah lembut.


"Saya kos di dekat kantor pak Aryan Tante"ucap Dara tersenyum.


"Memang nya di mana kedua orang tua mu tinggal?"ucap Indri.

__ADS_1


__ADS_2