Takut Untuk Mencintaimu

Takut Untuk Mencintaimu
bab 26


__ADS_3

"Apakah aku bermimpi,jika sekarang kamu ada bersama ku?"tanya Arianna dalam mode serius


"Mau kamu bagaimana?"tanya balik Lucas.


"Aku mau ini bukan sekedar mimpi,jika pun ini mimpi aku tak ingin bangun dari mimpi ku"ucap Arianna.


"Aku akan selalu ada untuk mu Ri,aku mencintaimu"ucap Lucas mengelus pucuk kepalan Arianna dan menatap dengan penuh cinta.


...****************...


Pagi menyapa,kini Arianna sudah bangun sejak subuh tadi untuk melakukan sholat wajib dua roka'at nya berjamaah,dan setelah selesai sholat tak berapa lama Lucas berpamitan pulang untuk bersiap ke kantor. Dan kini mama Indri dan papa Reino telah tiba di rumah sakit.


"Assalamualaikum,pagi sayang"sapa papa Reino.


"Wa'alaikum salam,pagi pa ma"sapa balik Arianna.


"Sudah siap untuk pulang kerumah sayang?"ucap papa Reino.


"Insya Allah siap pa,aku juga sudah jauh lebih baik,tinggal pemulihan saja"ucap Arianna dengan ceria.


"Ma,pa,Abang hari ini ke kantor,karna ada pertemuan dengan klien dari Jepang,dan harus Abang yang nemuin langsung"ucap Abang Aryan.


"Apa tidak bisa di tunda sampai besok sayang,kamu pasti lelah"ucap mama Indri.


"Nggak bisa ma,tapi setelah pertemuan Abang akan langsung pulang"ucap Aryan.


"Baiklah,kalau kamu merasa lelah,sebaik nya kamu istirahat,mama tidak mau kamu sakit bang"ucap mama Indri.

__ADS_1


"Terima kasih ma,atas perhatian nya,Abang makin sayang sama mama"ucap Aksa memeluk mama nya dan menjatuhkan kecupan di pipi sang mama.


"Abang..!"pekik Reino.


"Apa sih pa?"ucap Aryan cuek.


"Awas kalau tidak melepas tangan mu dari mama"ancam Reino.


"Memang nya kenapa sih pa,ini kan mama nya Abang,lagian papa sama anak sendiri cemburuan amat"ucap Abang Aryan.


"Kamu sudah besar Abang,dan kamu itu laki-laki jangan manja sama mama mu,itu sudah nggak cocok"kilah Reino.


"Memang nya mama keberatan kalau Abang manja sama mama?"tanya Aryan pada Indri.


"Tentu saja tidak sayang,jangan dengarkan apa kata papa mu,kayak nggak tau saja sifat papa mu itu"ucap mama Indri


"Sudah lah ma,sebaik nya Aryan akan ke kantor,karna sebentar lagi klien Abang sudah sampai kantor"ucap Aryan pamit.


"Hati-hati sayang,jangan lupa sarapan kalau sudah sampai kantor"pesan Indri.


"Iya mama ku sayang"ucap Abang Aryan menyalimi mama nya dan mencium pipi mama nya,beralih mencium punggung tangan papa nya,saat ingin mencium pipi papa Reino,papa Reino mundur.


"Mau ngapain?"tanya papa Reino


"Mau cium papa,memang nggak boleh?"tanya Abang Aryan balik.


"Nggak bisa,Abang ini bikin papa jijik aja,Abang itu sudah bujang,bahkan sudah waktu nya untuk nikah"ucap Reino kesal dengan tingkah sang anak.

__ADS_1


"Ya sudahlah,kalau tidak mau Abang cium,jangan ngiri ya kalau Abang cium-cium mama"ucap Aksa menggoda sang papa.


"Aryan...!"pekik papa Reino.


"Hahahaa"Abang aryan tertawa terbahak.


"Sudah-sudah sana kamu cepat berangkat,jangan menggoda papa mu terus bang"ucap mama Indri


"Siap Bu komandan"ucap Aryan."kalau begitu Abang berangkat,ma,pa"ucap Aryan mendekat ke ranjang sang adik dan mencium kening nya.


"Abang berangkat ya dek, assalamualaikum"ucap Aryan meninggalkan ruangan menuju kantor nya.


"Wa'alaikum salam"jawab mereka serempak.


"dengan gagah,dan berkarisma,bentuk tubuh atletis mirip dengan sang papa,tak ada yang berbeda hanya saja ketampanan Aryan mampu menandingi sang papa.


Jadi wanita mana yang tak akan tertarik seperti magnet kalau melihat ataupun bertatap muka dengan Aryan.


Tapi ketampanan Aryan tak bisa menarik simpati gadis manis yang kemarin di hina dan menyakiti hati nya,yaitu Dara.


"Pagi pak"sapa karyawan.


Aryan hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara nya sama sekali.


"Pagi pak"sapa Lucas yang juga baru datang.


"hari ini Dara izin tidak masuk pak,karna dia sedang tidak enak badan"lanjut Lucas,karna melihat Aryan melirik tempat kerja Dara sedari dia tiba di depan pintu nya.

__ADS_1


"Suruh dia masuk,kalau tidak saya pecat"ucap Aryan berlalu begitu saja masuk keruangan nya,menutup pintu dengan keras mengakibatkan Lucas terjengit kaget.


__ADS_2