Takut Untuk Mencintaimu

Takut Untuk Mencintaimu
bab 12


__ADS_3

"Bang,setelah pulang dari sini,ijinkan aku untuk memegang anak cabang perusahaan yang ada di luar kota"ucap Arianna.


"Kenapa?"tanya Aryan.


"Aku hanya ingin menjauh dari nya"ucap Arianna setelah melepas pelukan nya dengan sang Abang.


"Apa dengan kamu menghindar dari nya,perasaan mu akan berhenti mencintai nya?"tanya Aryan.


"Aku hanya tidak ingin melihat nya kak,dengan berjalan nya waktu,aku akan melupakan nya,jika Allah menghendaki aku akan menemukan laki-laki yang mencintaiku"ucap Arianna mencoba tersenyum supaya sang Kaka tidak khawatir.


"Tapi,jika Lucas membalas perasaan mu bagaimana?"tanya Aryan.


Arianna tersenyum kecut,mengingat betapa dingin nya Lucas terhadap nya,mana mungkin Lucas membalas perasaan nya,terkecuali di merasa kasihan pada nya.


"Itu tidak akan terjadi bang,karna dia memiliki seseorang"ucap Arianna menunduk.


"Hah...."helaan nafas kasar bertanda Arianna sudah terlihat pasrah."Sudahlah,mungkin ini yang terbaik buat ku bang,Abang tidak ke kantor?"tanya Arianna.


"Nanti Abang ke kantor,setelah papa dan mama kesini!!,sudahlah Ri,jangan di pikirkan lagi,pikirkanlah kesehatan mu dulu"ucap Aryan mengelus Surai hitam legam milik Arianna.


Di tengah-tengah percakapan mereka,terdengar ketukan pintu.


tok..tok..tok..


"Permisi tuan,nona"ucap salah satu suster.

__ADS_1


"Pagi sus"ucap kedua nya.


"Bagaimana keadaan nya nona?,saya mengantar sarapan dan obat nona"ucap suster.


"Terima kasih sus,saya sudah lebih baik dari kemarin"ucap Arianna.


"Syukurlah kalau begitu"ucap suster seraya meletakan sarapan dan obat Arianna di nakas dekat ranjang.


"Sus,kapan saya bisa pulang?"tanya Arianna.


"Tunggu dokter visit ya,kalau keadaan nona memungkinkan,mungkin segera di ijin kan pulang"ucap suster.


"baiklah terima kasih"ucap Arianna.


"Ayo sarapan dulu,biar Abang suapi"ucap Aryan mengambil nampan berisi makan tersebut,yang sebelum nya menaruh obat nya terdahulu.


"Arianna bisa makan sendiri bang?"ucap Arianna.


"Sudah,nurut aja sama Abang,tangan kamu kan masih bengkak,pasti sudah untuk bergerak"ucap Aryan kekeh.


"Sebenar nya, Arianna sudah ingin pulang,dan di rawat di rumah saja"ucap Arianna.


"Sabar sayang,tunggu kamu pulih dulu,aakk"ucap Aryan dengan telaten menyuruh adik nya membuka mulut dan memasukan sendok yang berisi makan khas orang sakit.


"Bang,rasa nya nggak enak"ucap Arianna.

__ADS_1


"Nama nya juga makanan orang sakit,makanya cepat sembuh,setelah itu,kita kuliner bersama"ucap Aryan.


"Yakin,bukanya Abang selalu sibuk,dan nggak pernah punya waktu buat aku"ucap Arianna mrengut.


"Hehehe,emang Abang gitu banget ya?"tanya Aryan.


"menurut Abang?"tanya balik Arianna yang terlihat tambah kesal.


"Ya deh iya,nanti kalau sudah sembuh,Abang akan banyak luangin waktu buat adik Abang yang cantik ini"ucap Aryan mencubit pipi adik nya gemas.


"Aduh,Abang sakit tau"ucap Arianna menyun dan mengelus pipi nya.


"Maaf..maaf,ayo habisin dulu makan nya"ucap Aryan.


"Aku udah kenyang bang,lagian itu nggak enak"keluh Arianna.


Di tengah perdebatan mereka,pintu kembali di ketuk.


Tok..tok...tok..


"Assalamualaikum"ucap mama Indri dan papa Reino muncul di balik pintu yang terbuka dan bersamaan mereka nampak.


"Wa'alaikum salam ma,pa"jawab keduanya.


"Sayang kamu sudah siuman?"tanya mama memeluk putri nya.

__ADS_1


__ADS_2