
"Ma aku mau ikut kak Aryan sama kak Lucas ke kamar rawatnya kak Arianna ya?"tanya Disa.
"Tapi sayang"ucap Siska.
"Biar Vabri temani om Tante"ucap Vabri menawar kan diri.
"Baiklah nak,tante titip Disa ya?"ucap Siska
"Baik Tante"ucap Vabri mengikuti Disa yang lebih dulu berjalan keluar ruangan tersebut.
"Disa,tunggu!!"panggil Vabri setelah menutup pintu.
"A...ada apa kak?"tanya Disa gugup karna mendengar percakapan antara Arkana dan Vabri tadi.
"Ada yang ingin Kaka kata kan pada mu,apa ada waktu sebentar?"tanya Vabri lembut.disa hanya menjawab dengan anggukan kepala nya.dan mengikuti Vabri di sebuah balkon di lorong ruangan rumah sakit tersebut.
"Apa yang ingin Kaka bicarakan?"tanya Disa karna tak ada ucapan dari Vabri setelah beberapa saat mereka terdiam.
"Apakah kamu sudah memiliki kekasih?"tanya Vabri menatap Disa dalam.
"Maksud Kaka?"tanya balik.
"ckck"decak Vabri, kebiasaan deh,kalau di tanya,jawab nya pakek pertanyaan,tinggal jawab punya or no?,gitu aja"ucap Vabri konyol.
"Kenapa jadi ngegas sih kak,lagian nih ya,apa hubungan dengan kak Vabri,kalaupun Disa punya pacar kenapa?,dan kalau tidak punya pacar kenapa?"ucap dan tanya Disa.
"Kamu mau nggak jadi kekasih sekaligus calon istri Kaka?"tanya Vabri.
"uhuk-uhuk"Disa tersedak ludah nya sendiri mendengar ucapan frontal dari Vabri membuat nya gagap tak bisa berkata-kata lagi.
__ADS_1
"Dis...?"panggil Vabri menepuk-nepuk pundak nya yang sedang tersedak.
"Kaka jangan bercanda!!"seru Disa setelah tenang.
"Dis,Kaka serius,kamu mau menikah sama aku?"tanya nya lagi.
"Kak,A..aku belum bisa"jawab Disa ragu.
"Belum bisa,bukan berarti tidak bisa kan?"tanya Vabri. "Disa aku akan menunggumu sampai kamu siap menerima aku"ucap nya lagi.
"Tapi kak..!"ucap nya terhenti.
"Sttttt...sudah ayo Kaka antar ke ruangan Arianna"ucap Vabri menarik tangan Disa menuju di mana Aryan dan Arkana berada.
'tok...tok...tok'
"masuk"jawab Aryan dan Arkana bersama.
"Aryan,Arkana,aku pamit pulang ya!"pamit Vabri pada Aryan dan Arkana. "Disa aku pamit pulang"pamit nya pada Vabri.
Disa merasa ada yang berbeda dengan sikap Vabri,dia pun menyusul Vabri keluar.
"Ada apa dengan mereka?"tanya Aryan.
"Mana ku tau,mungkin sedang berantem"jawab Arkana sekena nya.
Kini disa berjalan keluar untuk mengejar Vabri.
"Kak??,tunggu"panggil Disa.
__ADS_1
Membuat langkah Vabri terhenti.
"Ada apa Dis?"tanya Vabri.
"Kaka marah sama aku?"tanya Disa.
Vabri menghadap Disa dan tersenyum.
"Buat apa Kaka marah sama kamu Dis,kamu punya pilihan dan hak,jika kamu belum bisa menerima,maka aku akan menunggu nya ok"ucap Vabri mengusap kepala nya hendak pergi.
"Tunggu kak"ucap Disa menahan Vabri.
"Ada apa lagi?"tanya Vabri.
"Beri aku waktu untuk berfikir"ucap Disa lirih dan menundukkan kepala nya.
Vabri mengangkat dagu Disa hingga tatapan mereka bertemu satu sama lain.
"Jangan pernah memaksa jika hati mu masih ragu,aku akan menunggumu sampai kapanpun kamu ikhlas,jadi jangan khawatir ok"ucap Vabri. "kalau begitu kembalilah,ini sudah malam,aku akan pamit pada om Reino,Tante Indri dan yang lain nya.
Melihat Vabri masuk keruangan Indri di kembali masuk ke kamar Arianna.
"Ada apa?"tanya Aryan melihat Disa lesu.
"Tidak ada apa-apa kak"ucap Disa.
"Yakin tidak ada apa-apa?"ucap Arkana menimpali.
"Ada apa sih dengan kalian berdua,kepo banget sih"ucap Disa melipat tangan nya dan bersandar di kursi dengan cemberut.
__ADS_1
"Dis,apa Vabri ngungkapin perasaan nya ke kamu?"tanya Arkana.