
"Ayo...oh ya,di mana Clara?,kenapa tidak ikut?"tanya Dara.
"Mana mungkin aku mengajak dia,dan kamu,di kira kalian berdua itu pacarku"ucap Cleo.
"Ish,mana bisa gitu,dia itu adikmu,dan aku sahabat mu"ucap Dara kesal.
Mendengar ucapan Dara membuat Cleo tersenyum kecut.
"Ternyata dia hanya menganggap ku sahabat"batin Cleo.
"Sudah ayo,katanya keburu telat"ajak Dara,membuat Cleo tersadar dari lamunan nya.
"Oh ayo"ucap Cleo.
Mereka berdua keluar menuju boutique dan ke salon untuk mempercantik pasangan nya itu.
Ya tanpa di sadari,sekarang berada di boutique Indri colecktion.
"Selamat datang di boutique kami,ada yang bisa saya bantu tuan,nona?"tanya pelayan boutique.
"Ya,tolong Carikan gaun yang cocok untuk wanitaku ini"ucap Cleo menunjuk Dara.
"Baik tuan,mari nona ikuti saya"ajak pelayan tersebut.
"Loh...bukanya kamu sekertaris nya Aryan ya?"tanya mama Indri yang baru turun dari lantai dua.
"Tante di sini juga?"tanya Dara terkejut.
"Kamu bersama Aryan?"tanpa menjawab pertanyaan Dara,Indri malah balik nanya.
"Oh tidak Tante,saya bersama teman saya"kilah Dara.
__ADS_1
"Tadi Aryan bilang,dia mau kesini bersama kamu,tapi kok...?"ucap mama Indri menggantung.
"Ah sudahlah,kamu mau nyari gaun yang seperti apa nak?"tanya mama Indri.
"Saya mau nyari gaun sang simple tapi elegan Tante"ucap Dara sopan.
"Baik lah,sebentar ya biar di ambilkan gaun edisi terbaru di boutique ini"ucap mama Indri promosi.
"Mbak tolong ambilkan baju edisi terbaru di boutique ini ya?"pinta mama Indri pada pelayan.
"Baik Bu"jawab pelayan berlalu pergi.
Tak lama kemudian Payan itu kembali dengan membawa beberapa gaun cantik.
"Wah cantik-cantik sekali"decak kagum Dara.
"Terima kasih mbak"ucap mama i dari setelah menerima gaun-gaun itu.
"Baik Tante"ucap Indri mengambil salah satu gaun untuk di coba.
Setelah bolak-balik keruang ganti,kini Indri mencoba gaun terakhir,dengan warna yang kalem,tidak terlalu glamor dan juga tidak terkesan biasa,melainkan terlihat elegan dan pas di tubuh.
"Pas"gumam Dara.
Di luar Cleo dan Aryan saling kirim dengan tajam,tak ada sepatah katapun yang di ucapkan mereka berdua,melainkan Aryan berjalan mendekati mama nya,yang seperti nya sedang melayani pelanggan.
"Ma"panggil Aryan dan mencium punggung tangan nya.
"Aryan??,kamu sudah datang?"tanya mama Indri.
"Iya ma"jawab Aryan singkat.
__ADS_1
"Kalian janjian ya?"tanya mama Indri.
"Siapa?,aku?"tanya Aryan menunjuk dirinya sendiri.
"Ya iya kamu,siapa lagi"jawab mama.
"Sama siapa ma?"tanya Aryan.
"Ya sama sekertaris kamu lah"jawab mama Indri.
"Mana ada ma,lagian sekertaris aku nggak bisa Dateng ke acara tuan Aksa,karna dia sudah punya janji sama teman nya"ucap Aryan terlihat kesal.
"Yakin...??"tanya mama Indri.
"Yakinlah ma,kok mamah aneh gini sih"ucap Aryan mengernyitkan dahi nya.
"Ya karna...."ucapan mama Indri menggantung,karna pintu ruang ganti terbuka,menampilkan sesosok mahkluk cantik bak bidadari.
"Cantik.."satu kata terucap oleh Aryan,Cleo,mama Indri bersamaan.
"Bagaimana Tante?"tanya Indri yang belum menyadari Aryan,karna dia masih fokus dengan gaun yang di gunakan nya.
Saat sudah pas di tubuh nya, Dara menatap di mana,Aryan,Cleo dan mama Indri berada.
'Deg'....
"Pak..Aryan"ucap Dara gugup.
Mendengar nama nya di panggil,Aryan tersadar dari lamunan nya.
"Ehem..,sedang apa kamu di sini?"tanya arya datar,untuk menghilangkan gugup nya.
__ADS_1