
"Cih...dasar penjilat,awas kamu bang merebut perhatian mama dari papa"ucap Reino cemburu pada sang anak.
"Hahaha...."semua nya tergelak. "Papa,mama itu perhatian sama anak-anak nya itukan wajar pa,lagian papa nih,sama anak sendiri aja cemburu?"ledek Aryan.
"Lihat saja nanti kamu kalau sudah menikah,pasti lebih parah dari papa"ucap Reino tidak terima.
"Sudah-sudah,kalian ini kaya anak kecil rebutan mama nya saja"ucap Indri menengahi.
tring....tring...tring...
Suara dering ponsel milik Aryan memecahkan perdebatan antara anak dan ayah tersebut.
...'lucas calling'...
"assalamualaikum,ada apa Lu?"tanya Aryan.
"wa'alaikum salam,rapat telah selesai,tapi setelah ini masih ada meeting dengan klien dari Jepang,sedangkan rapat yang tadi sudah mencapai kesepakatan kerja,dan harus segera di tanda tangani oleh mu,bagaimana?"tanya Lucas.
"Apa aku harus ke kantor sekarang juga?,kalau tidak,kau suruh dara saja antar kerumah sakit"ucap Aryan.
"Tidak perlu ke kantor,aku baru ingat kalau sekarang sudah ada sekretaris dara,baiklah aku akan mengutus nya kerumah sakit,dan meminta tanda tangan mu"ucap Lucas.
"Ya,aku akan menunggu nya"ucap Aryan.
__ADS_1
"Oh..iya,bagaimana keadaan Arianna,apakah sudah ada kemajuan?"tanya Lucas ragu.
"Tenang saja,dia baik-baik saja"kelas Aryan.
"Baik,kalau begitu,aku akan meeting lagi"ucap Lucas dan mematikan telfon nya.
"Ada apa bang?"tanya papa Reino.
"Lucas,ingin aku menanda tangani kontrak kerja yang tadi telah di bahas pa"ucap Aryan.
"Terus,kenapa kamu tidak segera pergi ke kantor?"tanya papa Reino.
"Nanti sekretaris Aryan kesini pa"ucap Aryan.
"Hustttt...jangan ngaco kamu Ri?,dia itu sekertaris Kaka,lagian dia itu anak baru yang kamu kenal"ucap Aryan tegas.
"Apakah itu benar sayang,mama akan segera mempunyai mantu"ucap Indri bahagia.
"Iya ma,dia gadis yang baik,aku sudah mengenal nya,di awal pertemuan kami,kesan pertama,dia ramah dan cantik,sedikit pemalu"ucap Arianna antusias.
Di luar ruangan Dara ingin mengetuk pintu tapi ia urungkan,karna mendengar ucapan yang menohok dari Aryan.
"Rianna,di itu sekretaris ku,dia itu orang uang baru kamu kenal,dengar. Aku tidak tertarik dengan nya,dan tidak akan pernah!!, mengerti?"ucap Aryan yang sedikit tegas.
__ADS_1
'deg'....
'bruk' benturan dengan salah satu petugas rumah sakit membuat nya menjatuhkan berkas di tangan nya yang sempat melamun.
"Ah....maaf mbak"ucap Dara lembut.
"Lain kali jangan bengong di tengah jalan dong mbak,ini rumah sakit!!"bentak nya
"Maaf sekali lagi maafkan saya"ucap dara.
Dara terkejut dengan pernyataan Aryan yang menyakiti hati nya.
Sesaat dia tersadar dan memungut berkas yang terjatuh di lantai dan berlari ke toilet.
"Kenapa rasanya sakit sekali,padahal pak Aryan benar ada nya,karna kami bagaikan langit dan bumi,ayo dara kamu bisa,ini hari pertama mu,kamu harus bisa"ucap dara yang memberi semangat dirinya sendiri.
Di lain tempat,perdebatan antara Arianna dan Aryan terhenti melihat ada keributan di luar.
"Ada apa itu di luar kok ribut-ribut"ucap mama Indri.
Aryan berdiri hendak keluar.
"Mau kemana bang?"tanya papa Reino.
__ADS_1