
"Apa kamu tak memiliki perasaan apapun?"tanya Anin penasaran.
"Aku hanya menganggapnya sebagai sahabat kak,karna aku masih fokus dengan kerjaan aku yang sekarang"ucap Dara.
"Tapi sepertinya tuan Leo dan Aryan memiliki perasaan lebih,mereka berdua terkesan sedang merebutkan dirimu"ucap Anin.
"Itu tidak mungkin kak,tuan Aryan itu pasti sudah memiliki kekasih,jadi mana mungkin dia mengejar aku"ujar Dara.
"Dari mana kamu tau kalau aku sudah punya kekasih?"tanya Aryan yang tiba-tiba muncul.
"A..anu pak"ucap Dara tergagap.
"Kalau begitu,aku permisi dulu,kalian mengobrol lah"ucap Anin meninggal kan Dara dan Aryan menuju sang suami.
Melihat Dara hanya diam saja,Aryan mengulang kembali pertanyaan nya.
"Kenapa diam saja,dari mana kamu tau kalau aku sudah punya kekasih?"tanya nya lagi.
"Ah..anu...itu,pak.saya hanya asal bicara?"ucap Dara gugup.
"Benarkah?"ucap Aryan maju mengikis jarak.
"Bagaimana kalau kamu yang jadi kekasih ku?"tanya Aryan.
Dara mengangkat kepala menatap wajah bos nya itu.
Deg.....
__ADS_1
mereka saling menatap,hingga suara deheman Mampun mengembalikan kesadaran mereka berdua.
"Ehem...."dehem Aksa.
"Tu...tuan Aksa"ucqp dara memundurkan tubuhnya dan menunduk malu.
"Aku mengganggunya tuan Aryan?"tanya Aksa.
"Tidak sama sekali tuan,oh ya panggil Aryan saja"ucap Aryan.
"Kalau begitu panggil saja aku Aksa"ucap Aksa menimpali.
"Aku akan memanggil mas saja,karna aku lebih muda dari mas Aksa,bukan begitu?"tanya Aryan.
"Ya...ya.ya begitu lebih baik"ucap Aksa di akhiri dengan kekehan.
"Nona Dara,anda tidak akan menyesal,jika mendapatkan Aryan"ucap Aksa memuji Aryan.
"Loh...memang begitu kenyataannya kan Ar,siapa yang tidak kenal pengusaha manufakturing di segala bidang"ucap Aksa.
"Mas,jangan berlebihan,aku tak punya apa-apa,itu semua milik kedua orang tua ku mas,aku hanya karyawan nya saja"ucap Aryan.
"Permisi pak,saya akan mengambil minum si sana?"ucap Dara tersipu dengan pembicaraan kedua orang besar tersebut.
"Ingat Dar,dia itu hanya sedang menggodamu,jangan baper,dia itu bagai langit sama bumi,Dar."ucap Dara menghibur diri sendiri dalam hati.
Sepergi nya Dara,dari kedua lelaki beda usia itu.kini mereka berdua bercengkrama.
__ADS_1
"Bagaimana?"tanya Aksa.
"Apa nya yang bagaimana mas?"tanya balik Aryan.
"Sekertaris mu,dia seperti nya gadis baik-baik,jangan sampai keduluan orang"ucap Aksa memberi petuah.
"Ya,dia mang gadis yang baik,aku memang ingin mengenalnya dengan baik mas,tapi seperti nya,dia memberika dinding pembatas di antara kami"ucap Aryan menatap Dara,yang sedang berbincang dengan tamu yang dia kenal.
Waktu berlalu dengan cepat,akhir nya acara tersebut berakhir,kini meninggalkan Aryan dan Dara.
"Terima kasih ya, Dar.Lain kali main kesini ya kalau libur kerja"ucap Anin.
"Iya kak sama-sama,insya Allah kalau nggak sibuk aku akan luangin waktu buat berkunjung"ucap Dara.
Dara dan Anin saling berpamitan.begitu pula dengan Aryan dan Aksa saling bicara.
"Ingat Ar,jangan sia-sia kan kesempatan,nanti keburu di ambil orang"pesan Aksa.
"Doa kan saja,supaya sukses"ucap Aryan.
Melihat Dara berjalan keluar,akhir nya Aryan pun menyusul,setelah pamit untuk pulang.
Dara berjalan kedepan untuk mencari taksi.
'tin..tin.'
"Ayo naik,di sini nggak ada taksi"pinta Aryan membuka kaca samping.
__ADS_1
Tak ada pilihan,akhir nya mau nggak mau akhir nya Dara naik mobil Aryan.
"Aku bukan supir,jadi duduk di depan"ucap Aryan yang melihat Dara hendak buka pintu mobil belakang.