Takut Untuk Mencintaimu

Takut Untuk Mencintaimu
bab 47


__ADS_3

"Ya,apa yang ingin kau tanyakan?"ucap Dara.


"Mau kah kau menikah dengan ku"ucap Aryan menunggu jawaban Dara,dengan harap-harap cemas.


"Baiklah,aku tau jawaban mu,kalau begitu jaga dirimu saat jauh dari ku"ucap Aryan melepaskan Dara,dan hendak melepaskan tangan nya.


'srettt'....


"Ada apa?"tanya Aryan.


"Apa segini perjuangan mu,untuk mengejar ku"ucap Dara.


"Maksudmu?"tanya Aryan.


"Apakah kamu menyerah?"tanya Dara.


Ada senyum yang tersungging di sudut bibir tipis Aryan tanpa sepengetahuan Dara.


"Lantas apa yang kau ingin kan dari ku?"tanya Aryan pura-pura tidak tahu.


"Aku...aku,ah sudah lah,mungkin kau memang bukan jodohku"ucap nya lirih seraya menunduk.


Aryan yang melihat sang pujaan hati menunduk sedih,dia pun hanya mampu tersenyum lebar.


"Apakah kau berubah pikiran?"ucap Aryan yang masih betah menggoda Dara.


"Dar?!"panggil nya karna tak mendapat jawaban.


Dara mengangkat kepala nya menatap laki-laki yang berapa waktu telah merajai pikiran dan perasaan nya itu.

__ADS_1


"Kenapa hanya menatap?,jawab dong"ucap Aryan.


"Pak..."ucap Dara.


"Wait...kenapa masih panggil pak,apa aku setia itu"protes Aryan.


"Memang nya aku harus panggil apa,memang bapak kan yang tadi nya jadi atasan saya,sekarang jadi rekan bisnis di perusahaan tempat saya bekerja"ucap Dara tak mau kalah.


"Tapi aku bukan bapak mu dan aku juga tidak setua itukan, Dar?"tanya Aryan.


"Kak,aku akan panggil Kaka"ucap Dara.


"Aku bukan Kaka mu"ucap Aryan protes.


"Ish.... menyebalkan,lantas aku harus panggil apa?!"tanya Dara yang mulai kesal.


"Kamu mau tau"ucap Aryan berbisik di telinga Dara dan menyapu pipi Dara sekilas dengan bibir nya.


"Jangan teriak-teriak,kamu mau kalau kita di grebek di sini?"tanya Aryan yang terlihat jengkel di pendengaran Dara.


"Terserah bapak,saya akan kembali ke kantor,jika bapak mau pergi hati-hati di jalan"ucap Dara lirih mengucapkan kata-kata terakhir nya.


"Ayo ikut dengan ku"ucap Aryan dan menarik tangan Dara dengan lembut.


"Kak,mau bawa aku kemana?"tanya Dara.


"Kamu akan tau nanti"ucap Aryan.


Menggandeng tangan Dara di perusahaan banyak karyawan terkejut,tapi tak ada yang berani protes dengan pemilik perusahaan tersebut.

__ADS_1


Aryan merogoh kantong celana nya dan menelfon seseorang.


"Semua nya sudah beres?"tanya Aryan pada orang di seberang telfon.


"Sudah, kami hanya menunggu kalian di masjid dekat rumah Dara"ucap Lucas.


Ya sebelum nya memang Aryan sudah meminta Lucas untuk menyiapkan kejutan untuk Dara.


"Kak,kita mau kemana?"tanya dara lagi.


"Sudah diam saja,duduk dengan tenang,nanti kamu akan tau,tapi sebelum nya kita mampir ke boutique mama dulu ya?"ucap Aryan.


"Terserah,aku protes juga nggak bakalan di dengar"jawaban Dara membuat Aryan terkekeh.


Hampir tiga puluh menit,akhir nya Dara dan Aryan sudah sampai boutique mama Indri, yang sudah di sambut oleh para karyawan.


"Selamat siang tuan muda"sapa pegawai boutique.


"Siang mbak,tolong bawa wanitaku dan persiapkan semua yang sudah mama katakan.


"Baik tuan"ucap pegawai.


"Kak,aku mau di bawa kemana?"tanya Dara.


"Kamu tenang saja,sekarang menurut lah,jangan menolak apa yang di kerjakan pegawai boutique mama"ucap Aryan.


Dara dengan langkah yang lunglai,mau tidak mau,dia mengikuti pegawai boutique.


Satu jam berlalu akhir nya Dara sudah menggunakan gaun yang indah sesuai dengan lekuk tubuh nya dan juga tidak terbuka.swdang kan Aryan sudah mengenakan jas senada dengan gaun yang di gunakan Dara.

__ADS_1


"Sebenar nya kita mau kemana kak?,kenapa memakai baju seperti ini,seperti mau menikah saja?"ucap Dara menggerutu.


Maaf Kaka,selama beberapa hari ini ada acara nikahan jadi agak sulit untuk up setiap hari...tetep jangan lupa like komen dan vote nya ya terima kasih...


__ADS_2