Takut Untuk Mencintaimu

Takut Untuk Mencintaimu
bab 68


__ADS_3

"Baik,aku akan panggilkan mama dan papa dulu"ucap Aryan meninggalkan kamar menuju kamar orang tua nya.


'Tok...tok...tok'


"Ma,pa!!"terima Aryan yang semakin lama semakin keras.


'Ceklek'


Mama Indri keluar dan bingung,melihat anak sulung nya itu panik yang luar biasa.


"Ada apa Ar?,apa yang terjadi?"tanya mama Indri khawatir.


"Dara ma, Dara!!"ucap Aryan terbata.


"Ada apa dengan Dara?,jangan-jangan,Dara mau melahirkan"tanya mama Indri.


"Iya ma"ucap Aryan.


"Baik kembalilah ke kamar,temani Dara,jangan panik,atau istrimu akan tertekan,mama akan panggil papa dulu"ucap Indri masuk.


"Pa...pa,,,ayo bangun,Dara akan melahirkan"ucap Indri menggoyang kan tubuh Reino.


"Hemmmmm"gumam Reino hanya bergumam.


"Sayang,ayo bangun,Dara sudah tak tahan,cucu kita akan keluar"ucap Indri sedikit berteriak.

__ADS_1


"Apa?"teriak Reino yang terkejut lantas duduk.


Tanpa pikir panjang Reino dan Indri dengan penampilan acak-acakan akhir nya berangkat kerumah sakit,dengan mobil yang sama,Reino yang membawa mobil tersebut,sedang kan Aryan duduk di belakang bersama sang istri yang terus merintih kesakitan.


"Kak,ini sakit sekali"rintihan Dara membuat Aryan semakin takut.


"Sayang,tahan sebentar lagi kita akan sampai"ucap Aryan menenangkan istri nya.


"Nak,jangan bilang kapok,jangan merintih yang tidak-tidak,itu sudah menjadi kodrat seorang wanita,jadi kamu harus kuat,jangan sekali-kali teriak,cukup menyebut, astaghfirullah hal'adzim,jangan menggigit lidah nak"pesan Indri dari depan samping pengemudi.


"Iya ma"ucap Dara sedikit tertahan.


tak terasa mobil yang di kendarai mereka sudah sampai,para suster dan dokter pun sibuk menangani pasien


Hampir dua jam di dalam ruang persalinan,dokter Siska pun membuka suara"Ar,seperti nya kita harus melakukan operasi Caesar,karna kedua nya sudah terlihat lemas,takut terjadi yang tidak-tidak,sebaik nya kita ambil tindakan"ucap dokter Siska.


"Lakukan yang terbaik Tante,tolong selamat kan istri dan anakku"ucap Aryan yang sudah ketakutan.


"Baik,akan di persiapkan operasi nya,sebaik nya kamu banyak berdo'a,semua akan baik-baik saja"ucap dokter Siska menepuk pundak Aryan.


Beberapa menit telah berlalu kini Aryan menemani Dara di dalam ruangan operasi.tak pernah berhenti melafalkan doa,dan memberikan kata cinta untuk sang istri yang sedang berjuang.


"sayang bertahan lah,kalau kamu mati aku akan cari ibu yang baru buat anak kita,karna aku tak bisa merawat anak kita sendiri"ucap Aryan mendapat cubitan dari Dara yang sedang lemas.


Sedangkan para dokter dan suster menahan tawa nya.

__ADS_1


"Dasar Reino junior"celetuk dokter Siska..


Belum sempat Aryan menjawab celetukan dokter Siska,suara tangisan bayi memekakkan telinga.


"Oek...oek...oek.."


"Alhamdulillah"ucap Aryan,dan tak lama kemudian suara bayi untuk kedua kali nya pun membuat Aryan tak bisa berkata-kata,bahwa nya anak nya adalah baby twins yang berjenis kelamin Laki-laki.


"Sayang anak kita kembar"ucap Aryan bergetar.


Dara yang memang bahwa nya dia yang sudah lemah hanya bisa mengangguk.


"Apa kamu sudah tau kalau anak kita kembar?"tanya Aryan penuh selidik.


Dara hanya tersenyum melihat suaminya yang penasaran.


"Silahkan tunggu di luar pak sampai bay dan ibu nya siap di pindahkan"ucap suster.


"Baik sus"ucap Aryan.


"Pokok nya terima kasih sayang"ucap Aryan mengecupi seluruh wajah Dara,membuat dara malu.


Aryan berjalan keluar dengan wajah yang berseri-seri membuat kedua orang tuanya bingung.


"Bagaimana cucu dan menantu mama bang?"tanya mama Indri.

__ADS_1


__ADS_2