
"Tuh kan...mbak aja nggak keberatan"ucap Aryan,membuat Dara pasrah mengikuti sang suami.
"Sayang,tolong siapkan baju,Kaka mau bersih-bersih dulu"pinta Aryan.
"Baik kak"ucap Dara mengangguk kan kepala dan masuk ke walk in closed guna mengambilkan baju buat sang suami.
Dara telah kembali ke atas ranjang dengan baju yang yang sudah ganti.
'Ceklek'
"Kamu nggak bersih-bersih dulu?"tanya Aryan.
"Iya kak,aku nunggu Kaka keluar sekalian aku ganti baju,aku ke kamar mandi dulu?"ucap Dara beranjak menuju kamar mandi.
Sudah hampir sepuluh menit, Dara tak kunjung keluar,membuat Aryan khawatir.
"Sayang,kamu baik-baik saja kan?"teriak Aryan mengetuk pintu kamar mandi.
"I...iya,aku baik-baik saja"balas Dara gugup.
"Ayo buka pintu nya dan cepat keluar"pinta Aryan.
"Sebentar kak"Jawab nya lagi.
"Ya Allah apa yang akan aku lakukan,bagaimana kalau Kaka meminta hak nya hari ini,tapi aku tidak bisa menolak,karna itu juga kewajiban aku,jika aku menolak akan dosa,akhhhh terserah lah!!,apapun yang akan terjadi memang itu yang seharusnya terjadi"ucap Dara bermonolog sendiri.
__ADS_1
Setelah lama dengan pikiran nya sendiri,akhir nya Dara memberanikan diri nya untuk keluar dari kamar mandi,dan mendapatai sang suami yang masih setiap berdiri di depan kamar mandi.
'Ceklek'
"Astaghfirullah hal'adzim kak,kamu membuat ku kaget?"ucap Dara.
"Kenapa kamu lama sekali hem?"tanya Aryan membimbing sang istri.
"A..aku sedang buang air besar kak"ucap dara gugup.
"Benarkah,bukan karna takut kan?"tanya Aryan mendekati sang istri yang terus mundur,hingga mentok di bibir ranjang.
"Ta...takut untuk apa?"tanya Dara pura-pura tidak tahu saat sudah terduduk.
"Karna kita akan mulai untuk memproduksi Aryan junior atau Dara junior"ucap Aryan berbisik.
Satu kecupan di telinga Dara membuat sang empu merinding,seperti ada yang menjalar di sekujur tubuh nya.
"Ka..kakak mau apa?"tanya Dara gugup.
"Kaka akan memakan mu"ucap Aryan.
"Apa Kaka Sumanto,sehingga mau memakan ku?"tanya Dara polos.
"Ckck....kau ini,memang berapa umur mu sekarang?"tanya Aryan yang terlihat kesal dengan sikap polis sang istri.
__ADS_1
"Jelas Kaka tau berapa umur ku,bukan kah Kaka sudah mencari tau semua tentang ku,termasuk umurku?"tanya nya lagi dengan polos.
"Masya Allah sayang"geram Aryan,tanpa menunggu aba-aba Aryan menciumi Dara dengan sesikit menuntut.
"Buka mulutmu"ucap nya di sela-sela ciuman mereka.
Tangan Aryan sudah tak terkendali,dia bermain di gunung kembar Dara,membuat dara mendesah tak karuan,karna memang itu untuk yang pertama kali nya.
"Kak??"panggil Dara dengan suara mendesah,semakin memancing gairah Aryan.
"Mendesah lah sayang,suara mu membuat ku semakin ingin memiliki mu seutuh nya.
Tangan Aryan beralih ke sarang lebah milik Dara,membuat Dara menggelinjang tak karuan,entah sejak kapan baju kedua nya sudah berserakan di lantai.
"Sayang!!,bolehkah Kaka memulai nya?"tanya Aryan yang sudah penuh dengan kabut gairah yang memenuhi mata nya.
"Kak,aku takut?"Ucap Dara merasa gugup.
"Kaka akan pelan-pelan,mungkin sedikit sakit di awal setelah nya kau akan Merakan candu dan semakin ingin terus"bujuk Aryan. "Apakah boleh Kaka memulai nya?"tanya nya lagi
"Hem..."jawab Dara menganggukkan kepala nya.
Saat Aryan sedang mengarahkan junior nya ke arah sarang lebah milik Dara, terdengar suara ketukan pintu kamar nya dari luar.
"Shhtttt...kak ada yang mengetuk pintu?"ucap Dara saat junior Aryan sudah menempel di area sarang lebah Dara.
__ADS_1
"Siapa sih,mengganggu saja,jangan kemana-mana dan jangan pakai baju mu,biar Kaka melihat siapa yang mengetuk pintu?"pinta Aryan yang di angguk i oleh Dara.