Takut Untuk Mencintaimu

Takut Untuk Mencintaimu
bab 34


__ADS_3

"Ada apa lagi sih pak,bawel banget tinggal mandi aja!"kesal Dara.


"Kamu nggak ngasih aku handuk,atau kamu mau liat saya keluar tanpa handuk?"goda Aryan.


"Dasar mesummmm!!"teriak Dara.


Dara dan Aryan ribut soal handuk,sedang kan di rumah utama keluarga Mahendra, Reino dan Indri sedang berdebat tentang anak bujang yang selama ini tak pernah neko-neko apa lagi sampai tak pulang kerumah.


"Mas,kemana Aryan,sampai pagi gini dia nggak pulang-pulang,apa jangan-jangan dia tidur sama perempuan nggak jelas"ucap Indri berasumsi sendiri.


"Masya Allah sayang,ucapan kamu itu doa lo,lagian Aryan sudah dewasa,dia akan mikir mana yang benar dan mana yang salah,kamu jangan panik gitu dong"ucap Reino menenangkan sang istri.


"Mas dia semalam kan,bilang nya ke acara tujuh bulanan,kenapa sampai nggak ada kabar,coba deh papa telfon Lucas,tanya di mana Aryan"pinta Indri memohon.


"Iya..iya,tunggu sebentar"ucap Reino menelfon Lucas.


"Hallo assalamualaikum om"jawab Lucas dari sebrang.


"Wa'alaikum salam,Apa Aryan bersamamu sekarang?"tanya Reino.


"Hemmm..tidak ada om,bukanya Aryan sudah pulang dari acara tujuh bulanan dari jam sembilan"ucap Lucas.


"Iya,tapi Aryan nggak nyampe rumah sampai sekarang,ya sudah kalau begitu,coba kamu tanyakan kepada teman-teman kalian"pinta Reino.

__ADS_1


"Baik om,akan saya kabari lagi nanti"ucap Lucas.


Setelah sambungan telfon mati,Indri mendekat.


"Bagaimana pa?"tanya Indri.


"Aryan juga nggak ada di apartemen Lucas ma"ucap Reino.


Hening tak ada yang berbicara,terdengar suara dering telfon milik Indri.


"Itu pasti Aryan pa?"ucap Indri berlalu mengambil handphone nya.


Aryan calling........


"Angkat lah"ucap Reino.


"Ya hallo sayang,kamu dimana?,kenapa nggak kasih kabar sama mama,mama khawatir bang"ucap Indri bertubi-tubi.


"Assalamu'alaikum ma"ucap Aryan tak ada yang di jawab pertanyaan dari sang mama.


"Maaf, wa'alaikum salam,kenapa nggak ngabarin mama,bang?"tanya Indri.


"Maaf ma, handphone Aryan lowbath"ucap Aryan.

__ADS_1


"Kamu baik-baik saja kan bang?"tanya Indri.


"Aryan baik-baik saja kok ma,Aryan sedang ngejar calon mantu buat mama dan papa,doain aja ya ma"ucap Aryan.


"Benarkah!!,kalau begitu cepat bawa pulang,mama menunggu kalian berdua"ucap Indri mematikan sambungan teleponnya,dan tersenyum bahagia.


"Apa yang membuat mu sebahagia ini,dan apa yang akan di bawa oleh putramu?"tanya papa Reino tiba-tiba.


"Dia juga putramu mas,Abang akan bawa calon mantu kita ke rumah"jawab Indri.


"Yakin dia mau bawa calon mantu buat kita?"tanya papa Reino ragu.


"Kok kamu ngomong nya gitu sih pa,bikin mama sedih kan"ucap Indri sendu.


"Ya kamu tau sendiri,anak bujang mu itu kan nggak ada temen wanita,kecuali adik-adik nya"ucap papa Reino.


"Tapi mas,jangan buat aku sedih,dengan ngomong gitu,aku yakin kalau anak bujang kita,udah nemuin gadis yang ia sukai"ucap Indri yakin.


"Baik,kita tunggu aja kabar baik dari Abang"ucap Reino memeluk Indri dan mencium Tengkuk lehernya.


"Mas,jangan gitu ah,ini sudah pagi,aku mau nyiapin sarapan buat si kembar"ucap Indri menggeliat dari pelukan papa Reino.


"Sarapan nya biar di siapkan bibi,sebaik nya kita buat adik nya si kembar"bisik Reino yang sudah bergerilya kemana-mana.

__ADS_1


__ADS_2