
"Apa perlu aku antar mbak?"tanya Arianna.
"Tidak perlu,aku hanya sebentar"ucap Dara berlalu pergi.
Arianna menatap tajam sang Abang,karna Arianna melihat sang Kaka ipar kecewa dengan sikap Aryan yang asal memeluk wanita lain.
Melihat Arianna menatap tajam,Aryan mencari keberadaan sang istri yang tak ada di tempat.
Aryan memberikan kode pada Lucas untuk menenangkan Lexira,dia bergegas mencari istri nya.
"Sebentar Lexira,Kaka akan segera kembali"pamit Aryan.
"Kak.!!"cicit Lexira kecewa dengan Aryan yang pergi begitu saja.
"Mau kemana Ar?"tanya sang Mama.
"Aku mau menyusul Dara ma"ucap Aryan.
"Bukan nya Dara ada_"ucap Indri celingukan mencari menantu nya yang baru beberapa menit yang lalu ada di belakang nya. "Kemana Kaka ipar mu,Ri?"tanya Indri pada putri nya.
"Mbak Dara nyari suami lagi kali ma?"ucap Arianna kesal pada Abang nya.
"Jaga bicaramu Ri"ucap Aryan dengan tegas.
"Jangan bicara sembarangan nak"ucap Indri lembut.
"Makan nya, jangan main nemplok sama perempuan lain kaya cicak,nggak jaga perasaan istri banget"bisik Arianna mencemooh sang Abang nya kesal.
__ADS_1
Aryan berlalu pergi mencari istri nya.
Sedangkan Lexira menatap nanar kepergian Aryan.
Arianna tau kalau tatapan mata Lexira menggambarkan bahwa dia menyukai sang Abang.
"Sayang kamu kenapa?"tanya Safira melihat sang anak yang sedih.
"Tidak apa-apa Tante"ucap Lexira lirih.
"Kenapa manggil Tante,panggil mami sayang"ucap Safira.
"Baik mam"ucap Lexira mengangguk.
Sedangkan Aryan kalang kabut mencari istri nya,dia sudah mencari istri nya di kantin rumah sakit,dan sekitar lorong,kaki Aryan mengajak nya untuk melihat di sekitar taman.
Benar saja dia melihat sang istri sedang menatap bulan dan bintang yang mulai tertutup awan.
Aryan yang mendengar dan melihat istri nya sedih,dia pun merasakan sakit di hati nya.
"Maaf,kalau aku membuatmu sedih,aku tidak akan mengulangi nya"ucap Aryan yang tiba-tiba muncul di belakang nya.
'Deg'...
Dara menoleh ke sumber suara,dia beranjak dan tersenyum ramah. "Kenapa kesini?"tanya Dara lembut.
"Karna istriku ada di sini"ucap Aryan menatap sang istri dengan sejuta penyesalan
__ADS_1
"Aku hanya ingin mencari minum,sebaik nya Kaka kembali,aku akan segera menyusul setelah mendapatkan minum"ucap Dara berlalu dari sang suami.
"Aku akan mengantarmu mencari minum"ucap Aryan menggenggam tangan nya.
"Tidak usah kak,Lexira membutuhkan mu"ucap Dara lembut.
'duar'....
Seperti ada bongkahan batu yang di jatuhkan di hati nya.
"Sayang_.."Panggil Aryan sendu.
"Aku tidak apa-apa,sebaik nya Kaka kembali masuk"ucap Dara tersenyum melepaskan cekalan tangan Aryan.
"Tidak,aku akan mengantarmu mencari minum"ucap Aryan menggandeng tangan Dara.
"Kak.._"cicit Dara.
"Sudah ayo,nanti kelamaan"ucap Aryan mendahului sang istri.
"Sayang,maaf sudah membuatmu kecewa,aku hanya menganggap Lexira sebagai adik,itu juga sebagai tanggung jawab ku dan Lucas kepadanya (Lexira)"ucap Aryan di sela-sela jalan menuju kantin rumah sakit.
"Jangan hiraukan aku kak,aku saja yang terlalu Baper, seharusnya aku tak begitu,maaf"ucap Dara sendu.
"Memang kamu harus bersikap begitu,karna kamu berhak atas semua yang ada pada diriku,termasuk hatiku"ucap Aryan berhenti dan menarik Dara dalam pelukan nya.
"Aku milikmu dan kamu milik ku"ucap Aryan dan mengecup berulang kali kening sang istri.
__ADS_1
"Kak,lepasin!,malu banyak yang melihat"ucap Dara melepas pelukan nya.
"Memang kenapa kalau mereka melihat"ucap Aryan ingin menarik Dara lagi untuk di peluk nya.