Takut Untuk Mencintaimu

Takut Untuk Mencintaimu
bab 61


__ADS_3

"Terus mau nya Kaka aku bagai mana?"tanya Arianna.


"Aku mau kekasihku ini kembali,atau jangan-jangan ini bukan Arianna ku?"goda Lucas.


"Maksud Kaka?"tanya Arianna.


"Ya atau ini Arianna jadi-jadian"ucap Lucas berkelakar keras. "istirahat lah,nanti makan siang Kaka akan memanggil mu"ucap Lucas


"Ishhh Kaka menyebalkan,di kira aku hantu apa?"ucap Arianna kesal."Baik aku akan istirahat, Arianna berlalu masuk ke kamar nya.


"Ya Allah apa aku terlalu bersikap seperti ini pada Kaka Lucas?"gumam nya setelah masuk kamar.


Lama terdiam akhir nya Arianna tertidur pulas,hingga waktu makan siang ia pun masih memejamkan mata nya.


Lucas yang sedari tadi mengetuk pintu pun menjadi kesal,dengan berjalan menuju resepsionis hotel,meminta card akses masuk kamar milik Arianna.


'Ceklek'


"Sayang,kamu di mana?"panggil Lucas berjalan menuju ranjang,melihat tingkah sang kekasih membuat nya meneguk Saliva nya nya sendiri,dengan melihat posisi tidur Arianna yang bisa membangkitkan junior nya.


"Astaghfirullah hal'adzim"ucap Lucas cepat-cepat menutup tubuh kekasih nya dengan selimut.


Lucas duduk di sisi tempat tidur,memandangi wajah ayu milik kekasih nya,hingga lambat laut ia pun menundukkan kepalanya,mencium Arianna,yang tadinya hanya kecup-kecup manja,menjadi sedikit menuntut,membuat Arianna membuka mata nya melotot.

__ADS_1


Melihat siapa yang mencium nya,membuat Arianna terbawa suasana,sampai ketika tangan Lucas sudah tak terkendali.


"Akh...kak"desah Arianna dengan tangan Lucas yang tak bisa diam.


Lucas mencium Arianna turun hingga keleher hingga ke dada.


Baju Arianna sudah kebuka kancing kemeja nya,hingga tampaklah dua gunung kembar milik Arianna.


"Astaghfirullah hal'adzim,maaf"ucap Lucas lirih dan mundur dan menutup baju Arianna.


"Kaka nggak salah,seharus nya aku yang tau diri"ucap Arianna bangkit dan berlalu ke kamar mandi.


"Bodoh....bodoh. .Kenapa aku terbawa suasana,aku malu sekali,karna aku menikmati nya,akh......"jerit nya pelan,merasa wajah nya tak bisa ia tampakan di hadapan Lucas. Tak berbeda dengan Arianna,Lucas pun merutuki kebodohan nya.


'Ceklek'


Suara kamar mandi terbuka,membuat kedua nya canggung.


"Ri,maafin soal kejadian tadi,aku nggak bermaksud untuk merusak mu,hanya saja aku tergoda karna tidurmu yang tak beraturan"ungkap Lucas to the point.


'Blush.....'


Ungkapan Lucas membuat Arianna merah padam,bukan karna marah melainkan malu setengah mati.

__ADS_1


"Ri..?,kenapa hanya diam,Kaka minta maaf,kamu marah sama Kaka?"tanya Lucas lirih.


Arianna berlalu mendekat kearah Lucas,yang sebelum nya ia sudah berganti baju di dalam kamar mandi.


"Ak...aku tidak marah kak,hanya saja aku malu"ucap Arianna masuk kedalam pelukan Lucas.


"Hehehe....Kenapa malu hem?"tanya Lucas terkekeh melihat tingkah sang pujaan hati.


"Kaka jangan menggodaku terus. Oh ya, bagaimana Kaka bisa masuk kamar ku?"tanya Arianna mendongak kan kepala nya.


'Cup'


Satu kecupan di bibir Riana sebelum Lucas menjawab. "Tadi Kaka sudah mengetuk pintu kamar mu tapi tak ada sahutan sama sekali,Kaka khawatir,makanya Kaka minta kunci cadangan pada resepsionis depan"ucap Lucas yang masih betah mendekap sang kekasih.


"Ayo kita makan siang,ini kita sudah melewatkan nya"ajak Lucas.


"Kita pesan makanan saja ya kak,aku mau makan di kamar saja"pinta Arianna.


"Baik lah,setelah itu kita bersiap untuk bertemu client?"ucap Lucas.


"Sayang,nanti malam ada sesuatu yang akan membuat mu akan mengucapkan seribu cinta pada ku"ucap Lucas sembari mencium pucuk kepala Arianna.


Arianna hanya mengernyitkan dahi nya.

__ADS_1


__ADS_2