
"Bapak pakai baju nya dulu"ucap Dara yang masih memalingkan wajahnya.
Aryan selesai memakai baju nya.
"Ayo sekarang kita pulang kerumah orang tua ku"ajak Aryan.
"Sebenar nya bapak mau apa sih,lebih baik bapak pulang sendiri,karna saya mau berangkat kerja,nanti saya telat pak"ucap Dara.
"Aku mau ngambil sesuatu dulu,jadi kita mampir sebentar ya"ucap Aryan.
"Baiklah,tapi jangan lama-lama ya pak,takut nya saya terlambat,nanti di pecat lagi"ucap Dara sedikit was-was.
"Saya bos nya,itu tidak akan terjadi"ucap Aryan yang berjalan ke arah mobil nya dan menuju kediaman kedua orangtuanya.
...#Flash back off#...
"Pak,apa ini maksud nya?"tanya Dara yang terkejut.
Aryan tersenyum dan merangkul pinggang Dara dengan mesra.
"Pak.."ucap Dara yang risih dengan perlakuan Aryan pada nya.
"Nurut,kamu akan aku kenalkan sebagai calon istri ku pada mama dan papa"ucap Aryan.
__ADS_1
"Bapak jangan gila"ucap Dara yang berbisik.
"Ya aku gila,kalau tidak mendapatkan kamu"ucap Aryan lebay.
"Ayo nak Dara,kita sarapan dulu"ajak mama Indri.
"I...iya Tante"ucap Dara.
"Mama, panggil mama,sama seperti Aryan dan adik-adiknya. Apa lagi kami akan menjadi bagian dari keluarga Mahendra"ucap mama Indri.
"Tapi tan..."ucap Dara.
"Shuttttt,sudah,nggak ada bantahan"ucap mama Indri.
Akhir nya Dara mengikuti peranan yang di mainkan oleh Aryan.
Dara meninggalkan Aryan begitu saja,tanpa bicara apapun kepada pria tampan itu,karna dia merasa kesal,tak ada breffing apapun Aryan dengan se enak nya aja,mengakui nya sebagai calon istri.
Saat sudah berada di ruangan, Dara menelungkup kan wajah nya di meja dan terisak.
"Dara!!"panggil Aryan yang berlari mengejar dara setelah memarkirkan mobilnya.
"Tolong pak,jangan persulit hidup saya,saya mohon,jauhi saya,jangan libatkan saya di kehidupan bapak"ucap Dara yang masih terisak lirih.
__ADS_1
Aryan mendekati Dara berada.
"Aku serius,Dar. Aku tidak pernah mempermainkan kamu,aku benar-benar ingin menikahi mu"ucap Aryan.
"Saya merasa nggak pa tas buat bapak,saya mohon,carilah wanita yang sepadan dengan anda"ucap Dara.
"Mana bisa aku mencari wanita lain,kalau hatiku sudah terpaut dengan mu,dari pertama kali kita bertemu"ucap Aryan.
"Pak,tolong tinggalkan saya,saya ingin sendiri"ucap Dara.
"Baik,aku akan keruangan,jika kamu sudah berubah pikiran temui aku"ucap Aryan mengusap kepala Dara dan berlalu pergi.
"Aku takut untuk mencintaimu pak,aku tak pantas bersanding dengan mu,hidup kita bagai langit dan bumi,Yang tidak akan bisa bersatu"gumam Dara setelah Aryan menghilang di balik pintu.
Waktu berlalu terlalu cepat,dari menit berganti jam,dan jam berganti hari begitupun seterus nya. Setelah kejadian beberapa waktu yang lalu,kini Dara sedikit demi sedikit,menghindari Aryan,dan itu membuat Aryan yang kelimpungan.
Bahwasanya dia tidak bisa bertemu dengan sekretaris nya itu,setiap pekerjaan yang berhubungan langsung,maka Lucas yang akan menyampaikannya.
"Pak,pagi ini ada pertemuan dengan klien kita yang baru datang dari Jepang,di restoran seafood xx"ucap Lucas memberitahu kan jadwal nya hari ini.
"Di mana Dara?"tanya Aryan yang tak menanggapi ucapan Lucas,malah menanyakan Dara.
"Dara sedang menyelesaikan pekerjaan nya,pak,tadi dia menitipkan schedule anda saja"ucap Lucas.
__ADS_1
"Dan, ini pak, Dara menitipkan surat pengunduran diri nya"ucap Lucas, menyodorkan kertas yang di bungkus oleh amplop putih.
'Deg'