
"Eitssss..tunggu dulu"ujar Aryan.
"Apa lagi sih kak"ucap Dara.
"Cium dulu,sebelum keluar"ucap Aryan menunjuk bibir nya.
"Enggak mau"ucap Dara kesal.
"Atau mau aku yang mencium mi,dan bisa jadi lebih dari sekedar ciuman"bisik Aryan.
"Ish...menyebalkan"geram Dara.
'cup'
"Sudahkan"ucap Dara hendak berjalan.
"Kurang,yang ini,ini,dan ini juga belum kan,nanti mereka iri gimana?"tanya Aryan menatap sang istri dengan senyum semrik nya.
"Lama kelamaan,Kaka jadi seperti orang cabul,dasar mesum!!"ucap Dara tapi tetap melakukan apa yang di ingin kan sang suami.
'Cup'
'Cup'
'Cup'.
"Sudahkan ka__"ucap Dara terhenti setelah di bungkam oleh bibir sang suami.
'Tok...tok...tok...'
Ciuman itu terlepas setelah mendengar ketukan pintu,membuat Dara memukul dada bidang sang suami untuk memberi kode agar melepas kan ciuman nya.
"Ckck... mengganggu kesenangan saja"ucap Aryan kesal.
'Ceklek'
"Ada apa?"tanya Aryan terlihat kesal.
"Abang di panggil mama sama papa,di depan ada ayah Andre sama bunda Yura"ucap Rifki.
'Deg'
__ADS_1
"Yura"lirih Dara seperti mengenal nama itu.
"Sayang..sayang..!"panggil Aryan melambaikan tangan nya di depan wajah Dara.
"Eh...kak"ucap Dara terkejut
"Kamu memikirkan apa,sampai melamun begitu?"tanya Aryan.
"Apa aku tidak salah dengar,kalau tadi adek bilang bunda Yura,datang?"tanya Dara.
"Apa kau mengenalnya?"tanya Aryan penasaran.
"Hanya nama nya saja yang terdengar familiar di telinga ku"ucap Dara.
"Ya sudah dari pada penasaran,kita keluar temui Kaka dari mama ya"ajak Aryan.
"Baiklah,tapi..."ucap Dara ragu.
"Sudah..sudah ayo kita keluar,nanti malah mama dan papa mikir kalau kita masih bikin cucu untuk mereka"ucap Aryan berkelakar.
"Aduh..duh...duh,sakit Dara"ucap Aryan yang di cubit pinggang nya oleh Dara.
"Biarin,salah sendiri mesum"ucap Dara berlalu meninggalkan kamar.
Setelah perdebatan yang panjang, Dara dan Aryan sudah sampai di meja makan.
"Loh Dara,jadi kamu istri nya Aryan?"tanya Yura berdiri dan menghampiri Dara memeluk erat.
"Iya Tante,jadi Tante ini Tante nya pak Aryan?"tanya Dara polos.
"Hahahaha"terdengar kelakar semua orang,kecuali muka Aryan yang cemberut,membuat Dara bingung.
"Sayang,kenapa manggil aku dengan sebutan pak"ucap Aryan kesal.
"mungkin karna lihat muka Lo yang keliatan banget tua nya"saut Arkan.
"Arkan.."tegur Yura.
"Sialan kamu kak,aku tampan begini di bilang tua,aku masih 25thun di bilang tua"ucap Aryan kesal.
"Sudah kak,masalah kaya gitu aja di permasalahkan sih"ucap Dara membuat Aryan terdiam.
__ADS_1
"Mbak,bagaimana kalian bisa kenal?"tanya Indri.
"Oh itu_..."
...#flash back on#...
"Tolong....tolong..."suara soerang perempuan meminta tolong,Dara yang baru saja turun dari taxi langsung menuju seseorang tersebut yaitu Yura.
"Tante ada apa?"tanya Dara.
"Nak,tolong!!,Tante habis di copet,Tante tidak punya apa-apa untuk pulang"ucap Yura.
"Bagaimana ya Tante,saya mau bekerja,sedang kan waktu nya sudah mepet"ucap Dara.
"Kamu kerja di mana nak?"tanya Yura.
"Saya hanya penjaga toko Btante"ucap Dara sopan.
"ya sudah kalau__"ucap Yura.
"Sebentar Tante saya akan minta ijin sama atasan saya,buat nganterin Tante dulu"ucap Yura memotong ucapan Dara.
Tanpa menunggu jawaban Dara menyingkir dan menelfon atasan nya,walaupun sedikit berdebat dan di tentang tapi akhir nya mendapat ijin.
"Ayo Tante saya antar"ajak Dara.
"Terima kasih banyak nak"ucap Yura. "Siapa nama mu?"tanya nya lagi.
"Saya Dara Tante"ucap Dara.
"Saya Yura"
"Apakah tidak ada no telfon keluarga yang bisa saya hubungi Tante?"tanya Dara.
"Masya Allah Tante sampai lupa,tapi anak dan suami Tante sedang bekerja"ucap Yura.
"Ya sudah tidak apa-apa,saya antar Tante Yura sampai rumah saja"ucap Dara.
...#Flash back off#...
"Oh jadi gitu,berarti memang kita berjodoh untuk jadi keluarga ya, Dar. Tadi nya Tante mau jodohin sama anak Tante"ucap Yura menggoda Aryan.
__ADS_1
"Bunda kok jahat sekali sama aku"ucap Aryan di buat memelas.