
Hari ke-2 ospek. Juna kembali menjemput Fany di titik penjemputan kampus gadis itu. Berbeda dengan kemarin, istrinya itu sekarang terlihat cemberut. Juna menebak jika ada sesuatu yang membuat gadis itu kesal.
Brak!
(Gak sekenceng itu sih hehe...)
Fany menutup pintu mobil dengan kasar, lalu menghempaskan tubuhnya di sandaran kursi penumpang sambil mendengus kesal.
Juna tertawa kecil, "kenapa lagi sih?"
"Huh~ kesel banget gue hari ini," dumal Fany.
"Ada apa sih? Sini cerita," ucap Juna sambil mulai menjalankan mobil menjauhi area kampus.
Fany mencondongkan tubuhnya menghadap Juna, lalu berujar lirih, "gue tadi dihukum."
Juna menoleh sebentar. Sebenarnya, pria itu ingin menertawakan ekspresi menderita Fany, tapi ia mengurungkan niatnya itu karena masih sayang nyawa.
"Dihukum ngapain?" tanya Juna.
"Disuruh nyanyi lagu 'Garuda Pancasila' di depan anak satu fakultas," jawab Fany dengan nada lemas.
Juna terkikik geli, "lucu dong hukumannya. Masih mending daripada disuruh lari-lari keliling kampus."
Fany mendengus kesal, "iih~ malunya itu loh. Mana tadi suara gue crack lagi."
Juna tertawa, "emang kenapa sih, kok kamu bisa sampai dihukum segala?"
"Tadi gue ketahuan main hp pas lagi evaluasi," jawab Fany.
Juna terkikik geli, "ya kamu ada-ada aja, sih. Udah tau lagi evaluasi, malah main hp sendiri."
"Abis ada chat masuk dari musuh kita sih, gue kan gak bisa diemin lama-lama," dumal Fany.
Dahi Juna mengernyit, "musuh kita? Maksud kamu, orang yang nyuruh kamu rusakin sistem keamanan Permana?"
Fany menganggukkan kepalanya, "Kak Juna mau lihat?"
Juna pun menganggukkan kepalanya, "bentar dulu."
Ia pun memberhentikan mobilnya saat lampu merah menyala. Lalu, ia pun menerima ponsel Fany dan melihat isi pesan dari orang itu.
08xxxxxxx
/Bagaimana progressnya?
^^^Aphrodite^^^
^^^Siapa?\^^^
08xxxxxxx
/tck
/project 2 M -_-
^^^Aphrodite^^^
^^^Oo... **Y**a maap, kan gue gak tau.\^^^
^^^Gonta ganti nomor sih\^^^
^^^Btw, udah sempet gue tembus\^^^
^^^Tapi mereka pakai sistem keamanan ganda\^^^
^^^Jadi, belum berhasil 100%\^^^
08xxxxxxx
/kenapa lama sekali sih?!
^^^Aphrodite^^^
__ADS_1
^^^Ya lo pikir aja sendiri!!\^^^
^^^Nembus sistem tingkat dewa itu butuh waktu lama.\^^^
^^^Gak bisa sekali coba, langsung jadi.\^^^
^^^Gimana sih?!\^^^
08xxxxxxx
/ya sudah.
/kalau bisa secepatnya.
^^^Aphrodite^^^
^^^Y\^^^
"BWAHAHAHAHA"
Juna tertawa terpingkal pingkal setelah membaca roomchat tersebut. Fany mengernyitkan dahinya heran dengan sikap Juna.
"Lah, ngapain lo ketawa, Kak?" tanya Fany.
Juna masih tertawa, sampai muncul air mata di sudut matanya, "aduh, ngakak banget sih. Orang itu kayak gak punya harga diri kalau udah ngobrol sama kamu, hahaha."
Fany terkekeh, "tuh orang songong sih, gue kan jadi kesel."
"Oh iya, nanti ada pesta di perusahaan partner papa sama ayah. Nanti kita ketemuan sama mereka di sana," ucap Juna setelah berhenti dari tertawanya.
"Pesta?" gumam Fany sambil memikirkan sesuatu.
Juna mengangguk, "iya, pesta. Kenapa? Kamu butuh beli baju?"
Fany menggelengkan kepalanya, "nggak, baju gue udah banyak. Kayaknya ini nanti bisa jadi kesempatan gue buat cari tahu siapa pelaku itu."
Ucapan Fany membuat Juna menoleh.
Juna tertegun mendengar penjelasan cerdas dari Fany, "pintar juga kamu tertanya."
"Cih, gue sih emang pinter dari lahir," sahut Fany sombong.
...----------------...
Malam pun tiba, Juna dan Fany bersiap untuk pergi ke pesta. Juna sudah tampak rapi dengan tuxedo berwarna hitam, ia sekarang duduk di ruang tamu sambil menunggu istrinya yang belum juga turun.
"Tck, mana sih Fany, lama banget," gerutu Juna.
"Fany! Belum selesai juga kah?" teriaknya dari lantai bawah.
"Bentar!" teriak Fany dari dalam kamarnya.
Juna menghela napas lelah, lalu memutuskan untuk bermain ponsel agar tidak bosan.
Tuk tuk tuk
Suara sepatu heels membuat Juna melirik, sebelum suara istrinya terdengar.
"Udah selesai, yukk."
Juna menoleh ke samping. Ia membatu saat melihat Fany yang entah mengapa terlihat berkali-kali lipat lebih cantik dari biasanya.
Riasan wajah ala Korean-style yang membuatnya terlihat fresh, rambut bergelombang yang digerai, serta long dress berwarna putih. Juna terpana dengan kecantikan paripurna istrinya.
"Eum... Kak Juna?" panggil Fany.
"Eh, eh, iya," ucap Juna setelah tersadar dari lamunannya.
"Gimana? Bagus gak?" tanya Fany sambil memutar-mutar tubuhnya.
__ADS_1
Juna tersenyum kecil, "bagus. Kamu cantik sekali malam ini."
Fany terkejut dengan jawaban Juna. Ia tidak mengira bahwa suaminya itu akan memujinya 'cantik'. Oh tidak! Pipinya terasa memanas sekarang.
Juna terkekeh, "kenapa? Malu ya?"
Bibir Fany mengerucut kesal, "ih, Kak Juna! Gak usah ngegombal gitu seh."
"Aku serius loh, kamu cantik banget sekarang," ucap Juna sambil terus menatap mata Fany.
Fany menggigit bibir bawahnya pelan. Ia tidak kuat jika bertatapan mata terlalu lama dengan pria yang dicintainya ini. Maka dari itu, ia langsung memutus kontak mata dan pergi menuju pintu apartemen.
"Udah ah, ayo cepetan, nanti kita telat nyampe sana," kata Fany.
Juna terkekeh melihat Fany yang pergi menjauhinya. Ia tahu betul bahwa kini istrinya itu sedang malu-malu.
"Lucu sekali sih istriku itu," gumam Juna.
...----------------...
Kini mereka sudah sampai di gedung tempat pesta digelar. Gedung itu dipenuhi oleh para konglomerat, baik dari seluruh Indonesia maupun mancanegara. Fany memasuki gedung itu dengan tangannya yang terus menggandeng lengan Juna.
'Hmm... Bau duit semua,' batin Fany.
"Eh, Juna, Fany!"
Sepasang suami istri itu menoleh saat melihat seluruh keluarganya sudah berkumpul di salah satu meja VIP di sana.
"Halo semuanya~ putri cantik kalian sudah datang~" sapa Fany kepada keluarganya dengan cara yang tidak biasa.
Juna hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sifat narsis istrinya itu. Lalu, ia pun menyapa ayah, papa, dan saudara iparnya ala pria.
"Duh, kalian sekarang makin serasi banget sih," goda Diana.
Fany tersipu malu, "iih~ mama bisa aja deh."
Radit yang melihatnya pun tertawa kencang, "bwahaha! aduh, si adek malu-malu anjing, hahaha."
Bugh!
Zara menggeplak punggung anak laki-lakinya itu, "heh! Dijaga sikapnya!"
David hanya menghela napas panjang. Ia sudah terbiasa dengan kerusuhan anggota keluarganya itu.
"Tapi Juna beneran serasi loh sama Fany," goda Zara kemudian.
Juna tertawa kecil, "masa sih, Bunda? Emm... Tapi benar juga sih, aku juga ngerasa serasi sama anak perempuannya bunda."
Semua orang yang mendengarnya langsung bersorak dan menggoda Fany bertubi-tubi. Sementara Fany sudah berubah menjadi kepiting rebus karena digoda habis-habisan oleh seluruh anggota keluarganya.
'Btw, ini kenapa jadi kayak reuni keluarga sih,' cibir Fany dalam hati.
"Halo, Alex, David!"
Suara seorang pria membuat semua orang menoleh. Alex dan David yang mengetahui siapa yang memanggilnya langsung membalas dengan senyuman.... Palsu?
"Oh, hai, Jason!" sapa Alex dan David.
Lalu, mereka pun berdiri untuk bersalaman dengan rekan mereka itu.
'Huh? Kayaknya mereka bukan temen deh,' batin Fany.
"Jason itu pemilik Blackjoy, perusahaan real estate, rival dari papa mertua kamu," bisik Zara yang mengetahui kebingungan Fany.
Fany hanya manggut-manggut. Diam-diam, gadis itu melirik ke arah pria bernama Jason yang seumuran dengan ayahnya itu. Ia pun tersenyum miring.
'Rival, ya? Hmm... Patut dicurigai.'
...----------------...
Eh guyss...
Kenapa ya kalau tiap update, formatnya tuh suka berubah sendiri???
__ADS_1
Yang tau tolong kasih tau aku dong 😊😊