Tentang Fany

Tentang Fany
Part 50 : Petunjuk


__ADS_3

Fany memarkirkan mobil hitam mewahnya di tempat parkir depan fakultasnya. Saat keluar dari mobil, ia bisa melihat bahwa seluruh pandangan mahasiswa di sana tertuju kepadanya. Tentu saja, masih maba, perempuan lagi, udah bawa mobil mewah ke kampus. Mereka menatap takjub sekaligus iri kepada Fany.


Meskipun para mahasiswa di sini adalah orang kaya, tapi tidak semuanya membawa mobil mewah sendiri ke kampus. Maka dari itu, Fany langsung menjadi pusat perhatian.


"Fany!"


Suara seseorang yang memanggil namanya, membuat Fany menoleh. Ia tersenyum saat melihat seorang gadis yang seumuran dengannya berlari kecil kearahnya.



Gadis itu bernama Hera. Ia adalah mahasiswa baru jurusan Cyber Security, sama seperti Fany. Mereka saling mengenal ketika ospek, dan mereka merasa cocok satu sama lain. Maka dari itu, mereka menjadi teman dekat sekarang.


"Wiih~ gila, keren banget lo, bawa mobil mewah ke kampus," puji Hera sambil menatap kagum mobil Fany.


Fany terkekeh, "halah, jangan sok merendah. Lo juga pasti punya yang kayak gini kan di rumah."


"Hehe... Tau aja sih lo," kata Hera dengan cengirannya.


"Dih, ya tau lah. Secara, lo itu kan anaknya rektor kampus sebelah, mobil kayak gini mah pasti banyak di garasi rumah lo," ucap Fany.


"Tapi kan gue gak bisa nyetir mobil, jadinya gak keren," kata Hera dengan nada sedih yang dibuat-buat.


Fany hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman barunya itu. Kemudian, mereka pun memutuskan untuk pergi ke kelas karena kuliah akan segera dimulai.


Pembelajaran hari ini tidak terlalu berat, hanya pengenalan materi saja. Meskipun begitu, Fany tetap mengikuti pelajaran dengan semangat. Walaupun Fany bisa dibilang sudah ahli dalam bidang cyber hacking, tapi ia merasa belum menguasai materi cyber security secara teori.. Ia antusias mendengar penjelasan dari dosen dan beberapa kali mengajukan pertanyaan. Fiks, setelah ini gadis itu pasti akan dicap sebagai mahasiswa ambis.


Sekitar satu setengah jam, kelas pertama pun berakhir. Para mahasiswa berbondong-bondong keluar dari ruang kelas itu. Beberapa ada yang pergi ke kantin, beberapa ada yang pergi jalan-jalan mengelilingi kampus. Fany dan Hera memilih untuk pergi ke kantin.


"Duh, rame banget, Ra," keluh Fany saat melihat kantin yang sangat samai dari kejauhan.


"Iya nih, pasti kita gak dapet tempat duduk," balas Hera.


"Ya udah, beli jajan aja, abis itu kita makan di tempat lain," ucap Fany yang diangguki oleh Hera.


Setelah itu, mereka pun berjalan menuju kantin. Walaupun ramai, tapi para mahasiswa yang berada di sana tidak berdesakan karena area kantin yang cukup luas. Hanya saja, mereka harus mengantre cukup panjang untuk membayar makanan.


Dengan kesabaran yang setipis tisu, Fany berusaha untuk mengantre dengan taat. Walaupun dalam hatinya sudah mengumpat karena antreannya sangat panjang dan ia mulai lelah berdiri. Mari kita apresiasi Fany yang setia mengantre hingga gilirannya tiba. /Prok... Prok... Prok...


Setelah membayar makanan ringan dan minuman, Fany dan Hera pergi menuju taman di dekat danau kampus. Beruntung tempat ini memiliki tempat duduk yang banyak, sehingga mereka bisa duduk berhadapan di salah satu bangku. Mereka pun mulai memakan makanan ringan masing-masing.


"Eh, Fan," panggil Hera berniat untuk memulai pembicaraan.


"Hmm?"


"Lo mau join organisasi apa ntar?" tanya Hera.


Fany tampak berpikir sebentar, "gue gak mau ikut organisasi kayak BEM sama HIMA deh, kayaknya gue bakal milih buat ikutan UKM aja."


*UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) untuk pengembangan minat dan bakat; kalau di sekolah, namanya ekstrakurikuler.


"UKM apa?" tanya Hera lagi.


"Archery."


*Archery \= olahraga panahan


"Wah~ pasti keren banget kalau lo ikut archery," ucap Hera memujinya.


Fany hanya tertawa kecil melihat Hera yang sejak tadi terus kagum dengan apa yang ia lakukan dan ia katakan.


"Kalau lo?" giliran Fany yang bertanya.


"Eum... Gue pengen nyoba ikut BEM," jawab Hera.


"Woah~ keren juga lo," puji Fany.

__ADS_1


"Apa sih? Biasa aja deh," ucap Hera menolak pujian Fany.


Fany tidak berpura-pura, ia memang kagum dengan Hera, lebih tepatnya kagum dengan para mahasiswa yang tertarik dengan BEM. BEM itu kan organisasi besar, pasti melelahkan dan menghabiskan banyak energi untuk bersosialisasi dengan orang lain. Bukan tipe Fany sekali. Maka dari itu, ia kagum dengan orang-orang yang punya stok social energy yang banyak.


Ting!


Fany meraih ponsel hitamnya yang ia letakkan di tas. (anggap aja suara notif ponsel hitam dan pink Fany berbeda, meskipun author nulisnya sama, oke)


Ia membaca pesan dari nomor tak dikenal. Waaupun ganti nomor, tapi ia yakin bahwa itu adalah nomor dari orang yang memerintahnya meretas sistem keamanan Permana.


08xxxxxxx


/Tidak bisakah kamu menyelesaikan pekerjaanmu lebih cepat?!


/Sebenarnya, kamu ini bisa apa tidak?!


^^^Aphrodite^^^


^^^Astaga! Sabar lah!\^^^


^^^Gak segampang itu, tau gak?!\^^^


^^^Gue juga lagi usaha nih.\^^^


08xxxxxxx


/Kalau begitu, tinggalkan dulu pekerjaan yang itu.


/Saya punya pekerjaan baru buat kamu.


'Dih, banyak mau nih orang,' kesal Fany dalam hati.


^^^Aphrodite^^^


08xxxxxxx


/Cari informasi seseorang.


^^^Aphrodite^^^


^^^Berani berapa lo?\^^^


08xxxxxxx


/100 juta kalau kamu berhasil.


"Hah?!"


Hera tersentak saat mendengar teriakan Fany, "kenapa, Fan?"


Fany menoleh, "eh, gak apa-apa kok, Ra, hehe..."


Kemudian, Fany kembali fokus membalas pesan orang itu. Bagaimana ia tidak terkejut? 100 juta hanya untuk mencari informasi seseorang? Yang benar saja. Apakah orang ini hanya ingin menghambur-hamburkan uangnya saja? Pikir Fany.


08xxxxxxx


/Tapi saya tidak ingin menerima informasi dasar yang bisa dengan mudah dicari di internet.


/Carikan info tentang jadwal pribadinya, seluruh asetnya, bahkan hal-hal kecil seperti alerginya.


'Anjir, ngeri banget nih orang, udah kayak psikopat aja,' batin Fany.


^^^Aphrodite^^^


^^^Emang siapa yang lo pengen gue cari infonya?\^^^

__ADS_1


08xxxxxxx



Fany menegakkan tubuhnya saat melihat foto yang dikirim oleh orang itu. Ia tahu bahwa orang itu adalah musuh dari Bagaskara Group, tapi ia tidak mengira bahwa orang itu akan menargetkan suaminya. Artinya, suaminya kini dalam bahaya.


08xxxxxxx


/Oh ya, satu lagi.


/Cari tahu tentang kecelakaan orang itu kemarin.


Mata Fany membelalak membaca pesan tersebut. Bagaimana bisa orang itu tahu kalau Juna kecelakaan?! Ia yakin 100% kalau orang yang sedang bertukar pesan dengannya adalah orang yang sama yang memotong kabel rem mobil Juna. Ia harus mencari cara agar bisa segera mengetahui identitas pelaku itu.


^^^Aphrodite^^^


^^^Banyak banget sih mau lo!\^^^


08xxxxxxx


/Loh, kenapa? Penawaran saya juga bagus, kan?


/Saya kasih kamu upah yang besar.


^^^Aphrodite^^^


^^^Tapi susah banget buat nyelesaiin semuanya.\^^^


08xxxxxxx


/Jadi, kamu mampu atau nggak?


'Dih, nih orang ngeremehin gue banget sih. Tapi gak apa-apa, gue harus merendah dulu biar rencana gue berhasil,' batin Fany.


^^^Aphrodite^^^


^^^Gue mampu.\^^^


^^^Tapi gue butuh bantuan lo.\^^^


08xxxxxxx


/Kan saya yang mempekerjakan kamu.


/Kenapa jadi kamu yang minta bantuan saya?


^^^Aphrodite^^^


^^^Banyak tanya lo!\^^^


^^^Gue butuh banyak bahan buat ngerjain ini semua.\^^^


08xxxxxxx


/Ya sudah, apa yang kamu butuhkan?


'Bagus! Dikit lagi!'


^^^Aphrodite^^^


^^^Gue mau kita ketemuan.\^^^


...----------------...


Kira-kira siapa ya orang yang menyuruh Fany merusak keamanan Permana sekaligus peneror Juna itu???

__ADS_1


__ADS_2