
Fany mengikuti kelas terakhir hari ini dengan perasaan gundah. Ia benar-benar ingin agar kelas ini segera berakhir. Hal itu karena ia memiliki urusan dan harus pergi dengan segera.
"Kali ini saya belum memberi tugas untuk kalian. Sampai jumpa di pertemuan berikutnya," ucap dosen yang mengajar di kelas Fany mengakhiri pembelajaran.
Setelah dosen itu keluar dari ruangan, para mahasiswa mulai mengemasi barang-barang mereka ke dalam tas. Kemudian, ada salah seorang mahasiswa laki-laki yang maju ke depan kelas menghadap ke arah para mahasiswa di ruangan itu.
"Halo, semuanya," ucap mahasiswa itu membuat yang lain menoleh ke arahnya, "kayak kemarin yang udah gue bilang di grup, pulang kampus kita bakal hang-out ke Restoran Mawar biar kita semua bisa akrab satu sama lain."
Semua mahasiswa hanya meng-iya-kan saja. Kemarin malam, mereka berbincang di grup jurusan angkatan mereka dan berencana untuk pergi ke restoran bersama.
"Kalian semua pada ikut, kan? Gue udah booking restorannya," tanya mahasiswa itu lagi.
Semua mahasiswa menganggukkan kepalanya, tetapi ada satu orang yang mengangkat tangannya, dan orang itu adalah Fany.
"Kenapa, Fan?" tanya mahasiswa itu.
"Sorry banget, ya, hari ini gue gak bisa ikut," ucap Fany merasa tidak enak kepada teman-temannya.
"Yaah~ Kok lo gak ikut sih, Fan. Jangan jadi mahasiswa kupu-kupu banget dong," keluh Hera yang berdiri di sebelahnya.
*Kupu-kupu \= kuliah-pulang kuliah-pulang
"Sorry banget nih ya, tapi gue lagi ada urusan penting," balas Fany.
"Urusan apa urusan nih?" tanya mahasiswa yang lain dengan nada bercanda.
"Pasti lo udah kangen berat kan sama suami lo," imbuh mahasiswa itu.
"Ciee ciee~" semua teman Fany kompak menyoraki dirinya.
"Dih, apaan sih? Nggak ya," elak Fany malu-malu.
"Salting dia guys, hahaha...," goda mahasiswa yang lainnya.
Mereka semua tertawa karena berhasil membuat Fany salah tingkah. Sedangkan Fany hanya bisa mengulum senyumnya malu-malu.
"Iya deh, yang udah punya pawang, kalau gitu kita gak bisa maksa," ucap Hera.
"Hehe... Makasih ya pengertiannya, next time gue ikut deh kalau ada acara hang out lagi," kata Fany kepada teman-temannya.
"Kalau gitu, gue duluan ya," ucap Fany, "bye, guys~"
"Bye~ ati-ati di jalan, Fan," balas teman-temannya.
Setelah itu, Fany pun keluar dari kelasnya dengan langkah tergesa-gesa. Sebenarnya, tebakan teman-temannya itu salah. Fany buru-buru pulang bukan karena ingin segera bertemu suaminya, melainkan ia ingin bertemu dengan orang yang menyuruhnya mencari informasi tentang suaminya itu.
__ADS_1
Flashback
^^^Aphrodite^^^
^^^Gue mau kita ketemuan.\^^^
08xxxxxxx
/Apakah kita memang benar-benar harus bertemu?
^^^Aphrodite^^^
^^^Yaa... Itu sih kalau lo mau kerjaan ini cepet selesai.\^^^
Orang itu tidak segera membalas pesan Fany. Gadis itu menggigit bibir bawahnya cemas, ia berharap agar orang itu setuju untuk menemuinya agar ia bisa mengetahui siapa yang menjadi ancaman keluarga Bagaskara.
08xxxxxxx
/Baik.
/Amaryllis Cafe, jam 3 sore.
Fany tersenyum puas melihat orang itu menyetujui permintaannya. Kali ini, ia tidak akan melepaskan orang itu. Fany akan menghancurkan orang itu sebelum dia menghancurkan keluarganya.
Fany mengendarai mobilnya menuju Amaryllis Cafe, tempat dimana ia dan orang jahat itu berjanji akan bertemu. Kali ini, ia merasa sangat berapi-api. Ia begitu bersemangat untuk mengetahui siapa orang itu sebenarnya. Gadis itu berpikir kalau ia mengetahui siapa orangnya, ia bisa memikirkan langkah selanjutnya untuk mengalahkan orang itu.
Akhirnya, Fani pun sampai di kafe yang dimaksud. Ia memarkirkan mobilnya di halaman depan kafe itu. Ia tidak akan keluar dari mobilnya, tetapi hanya mengawasi kafe itu dari luar. Untung saja sebagian besar dinding kafe terbuat dari kaca, sehingga ia bisa melihat-lihat ke dalam dengan mudah.
Beberapa hari yang lalu, Juna pernah menunjukkan kepadanya foto-foto musuh Bagaskara Group yang dicurigai sebagai pelaku. Maka dari itu, Fany memutuskan untuk mengawasi secara diam-diam. Jika ada salah satu orang di antara foto-foto itu terlihat berada di kafe ini, maka orang itu adalah tersangka kuat. Tetapi jika tidak ada satu pun orang di foto-foto itu yang terlihat datang ke sini, maka Fany terpaksa untuk pergi menemui orang itu secara langsung ke dalam.
Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kafe, tetapi sampai sekarang belum ada yang terlihat mencurigakan. Ini sudah jam 3 lebih, tapi orang itu tidak segera datang. Fany sedang menantikan pesan dari orang itu.
"Duh! Mana sih tuh orang?! Gak tepat waktu banget deh," dumal Fany.
Ting!
Fany buru-buru melihat ponsel hitamnya yang baru saja berbunyi.
08xxxxxxx
/Saya sudah datang.
/Kamu dimana?
Fany tidak langsung membalas pesan itu. Ia mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan orang yang menurutnya mencurigakan. Tapi, tidak ad--
__ADS_1
"Hah?!"
Gadis itu menutup mulutnya yang terbuka karena terkejut. Ia tidak menemukan satu pun musuh Bagaskara Group yang foto mereka pernah ditunjukkan kepadanya. Tapi, ia bisa melihat sosok yang sangat familiar di depan matanya.
Farel.
Fany tidak bisa untuk tidak mencurigai kakak tingkatnya itu mengingat Farel adalah anak dari pemilik perusahaan Blackjoy. Laki-laki itu terlihat berdiri di depan pintu kafe, seolah-olah ia sedang menunggu kedatangan seseorang.
"Anjir! Apa iya Kak Farel yang ngelakuin semua ini?" ucap Fany bingung, "termasuk motong kabel rem Kak Juna?"
Sebenarnya, Fany sulit untuk percaya dan masih mencoba untuk berpikir positif. Farel tidak terlihat seperti orang yang jahat, laki-laki itu sangat baik dengan dirinya. Sekarang, ia bisa melihat Farel sedang menunduk mengetikkan sesuatu di ponselnya.
Ting!
Fany tersentak, lalu mengalihkan pandangannya ke ponsel hitam yang masih ia genggam.
08xxxxxxx
/Hei! Kamu dimana?
Farel memang pelakunya atau ini hanya kebetulan? Pesan itu masuk tepat setelah laki-laki itu memainkan ponselnya. Fany semakin merasa bingung.
Tetapi, kebingungan Fany tidak berlangsung lama. Akhirnya, ia bisa bernapas lega saat melihat beberapa laki-laki menghampiri Farel. Mereka saling menyapa, lalu masuk ke dalam kafe bersama-sama.
"Oh, lagi nungguin temennya ternyata," gumam Fany lega.
Gadis itu berniat untuk mengetikkan pesan balasan kepada orang jahat itu untuk menanyakan posisinya. Ia hanya ingin memastikan bahwa orang itu benar-benar sudah sampai di kafe. Tapi, tiba-tiba orang itu sudah mengirimkan pesan kepadanya terlebih dahulu.
08xxxxxxx
/Aku pergi.
/Kamu terlalu lama.
"Tck, gak sabaran banget sih," cibir Fany.
Saat mengalihkan pandangannya ke depan, ia kembali melihat sosok familiar lainnya sedang berjalan keluar dari kafe. Orang ini lebih mencurigakan daripada Farel.
"Kak Billy?!"
...----------------...
Haloo guyss...
Gimana menurut kalian tentang cerita ini?? Mohon kritik dan sarannya ya... ♥♥
__ADS_1