
Farel dan teman-temannya sedang bersantai di taman samping lapangan olahraga. Mereka bercanda ria sambil melihat para pengurus club olahraga yang sedang mengadakan perkumpulan dengan anggota baru. Sebenarnya, mereka juga anggota dari berbagai macam club olahraga, tapi mereka bukan pengurus inti, jadi mereka tidak ikut di pertemuan penerimaan anggota baru itu.
Mereka semua ketawa haha hihi banyak bercanda, kecuali Farel. Laki-laki itu hanya akan membalas ucapan teman-temannya ala kadarnya saja. Bukan karena ia mahasiswa pendiam atau introvert, tapi karena saat ini ia sedang fokus memperhatikan seseorang yang berada di lapangan sana.
Salah seorang teman yang tidak sengaja melihat Farel sedang memperhatikan mahasiswa baru di club archery langsung menyenggol lengan Farel.
"Woy!"
"Eh, astaga!" ucap Farel kaget, "kenapa sih? Ngagetin aja deh."
Temannya itu hanya terkekeh melihat respon Farel, "lo tuh yang kenapa? Dari tadi ngelamun mulu ngeliatin maba di sana. Pasti ada yang lo suka, ya?"
Teman-teman Farel yang lain mulai menyoraki Farel setelah mendengar perkataan salah satu temannya itu.
"Cieee~"
"Waduh! Siapa nih yang udah bikin si Farel klepek-klepek?"
"Tuh cewek cakep banget pasti."
Farel hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menghela napas lelah karena telah menjadi bahan cemoohan teman-temannya.
"Kepo banget sih kalian," ketus Farel.
"Dih, gitu banget lo sama kita, Rel," cibir temannya.
"Ayolah, Rel. Siapa sih cewek yang lo suka itu? Kasih tau kita lah, kita kan sohib, ya gak?" kata temannya yang lain.
Farel pun menyerah, akhirnya ia menunjukkan kepada teman-temannya siapa sosok yang sedari tadi ia perhatikan. Laki-laki itu menunjuk seorang gadis cantik yang tampak duduk mendengarkan materi dari seniornya dengan wajah serius.
"Wih~ itu kan cewek yang dari kemarin bawa Porsche itu, kan?" tanya teman Farel.
"Cantik juga ya tuh cewek," celetuk yang lain.
"Pinter juga lo Rel kalau nyari gebetan."
"Eh, tapi katanya dia udah punya pawang?"
"Lah, masa? Lo udah tau itu, Rel?"
__ADS_1
Farel hanya diam sambil tetap memandangi Fany yang saat ini sedang mencoba memanah. Ia memang sudah tertarik dengan gadis itu sejak mereka pertama kali bertemu di pesta malam itu, walaupun dirinya tahu kalau Fany adalah istri dari Arjuna Dion Bagaskara.
"Rel?" panggil temannya.
Farel menghela napas panjang, "gue tau, dia udah nikah."
"WHAT?!!"
Farel hanya menatap datar teman-temannya yang baru saja kompak berteriak. Tidak santai sekali sih teman-temannya itu.
"Gak usah teriak juga kali," kesal Farel.
"Bukan cuma pacar, tapi ternyata udah punya suami?!" ucap teman Farel terkejut.
"Lo suka sama orang yang udah nikah, Rel. Gimana kita gak kaget sih?!" seru salah seorang teman Farel.
Farel berdecak kesal, "tck! Cuma nikah doang kok."
Teman-teman Farel menatap laki-laki itu tidak percaya. Mereka tidak habis pikir dengan ucapan laki-laki itu.
"Rel, cuma nikah lo bilang? Sadar woy! Dia udah jadi istri orang," seru temannya mencoba menyadarkan Farel agar kembali ke jalan yang benar.
"Tck! Lo semua bawel banget sih. Udah deh, percaya aja sama gue. Kalau jodoh kan gak akan kemana-mana," ucap Farel tanpa beban sama sekali.
"Jodoh orang mau diambil, mana ngaku-ngaku jodoh sendiri lagi," cibir temannya yang lain.
Farel hanya mengedikkan bahunya tidak peduli. Ia terlanjur menyukai Fany, eum... Atau mungkin... Terobsesi? Entahlah, tapi Farel menyebutnya cinta. Ia akan berusaha untuk mendekati gadis itu, tidak peduli dengan statusnya yang sudah tidak lajang lagi.
...----------------...
Fany berjalan keluar menuju tempat parkir mobil. Hari ini adalah hari pertama ia berkumpul dengan teman-teman dan seniornya di club panahan. Ia sangat menikmati hari ini, tapi ia juga merasa lelah.
"Huuh~ capek banget deh, pengen cepet-cepet pulang terus cuddle sama Kak Juna hihi~" gumam Fany sambil tersenyum sumringah.
Sesampainya di tempat parkir, ia pun berdiri di sebelah pintu kemudi mobil. Ia teringat kalau belum memegang kunci mobilnya, lalu ia pun mencari kunci mobilnya itu yang masih ada di dalam tas.
Puk!
Tiba-tiba saja, ada yang menepuk bahunya dari belakang, lalu ia pun menoleh untuk melihat siapa pelakunya. Ternyata itu adalah Farel yang saat ini sedang tersenyum manis kepadanya.
"Kak Farel?"
__ADS_1
"Lo mau pulang, Fan?" tanya Farel yang dibalas anggukan oleh Fany.
"Iya. Kenapa, Kak?" balas Fany.
"Bareng gue aja yuk," ajak Farel.
"Lah, kan gue udah bawa mobil sendiri kak," jawab Fany, "lo gak mungkin gak lihat mobil gue yang terpampang nyata di depan lo ini, kan?"
Farel terkekeh pelan, "Fany... Fany... Kamu orangnya gak teliti banget sih, tuh lihat, ban mobil kamu bocor."
Laki-laki itu menunjuk ke arah ban mobil Fany bagian depan. Gadis itu pun melihat ke arah yang ditunjuk oleh Farel. Dan benar saja, ban mobil bagian kanan depan sudah benar-benar kempes.
"Lah, kok bisa bocor sih?" heran Fany.
'Mobil mahal kok gampang bocor sih, aneh banget. Padahal tadi pagi masih gak apa-apa,' batin Fany terheran-heran.
"Udah deh, gue anterin lo pulang aja, biar mobil lo diambil sama orang bengkel buat dibenerin," tawar Farel.
"Duh, gak usah, Kak. Ntar malah ngerepotin lo lagi, gue naik ojek aja," jawab Fany sungkan.
"Lah, kok naik ojek sih, Fan. Nanti kulit lo kusam kena polusi udara. Gak apa-apa, bareng gue aja, gak ngerepotin kok," kata Farel.
"Ih, beneran gak usah kak, gue bisa telpon suami gue buat jemput," ucap Fany masih tetap kukuh pada pendiriannya.
Sebenarnya, Fany tidak mau menerima ajakan Farel karena ia tidak ingin melanggar perintah Juna untuk tidak dekat dengan laki-laki lain. Fany kan mau jadi istri yang berbakti dan setia kepada suami.
"Suami lo pasti masih sibuk kerja, lo gak mau ganggu dia, kan? Bareng gue aja Fan, gue malah ngerasa tersinggung lho kalau ditolak," ucap Farel sedikit memaksa.
Dipaksa seperti itu membuat Fany menjadi sungkan. Benar kata Farel, suaminya pasti masih sibuk kerja. (Padahal mah, kalau dipanggil sama Fany, si Juna pasti langsung datang)
"Eum... Beneran gak ngerepotin nih?" tanya Fany.
Farel mengangguk mantap, "gak kok, yuk ke parkiran motor, gue udah bawa helm 2, jadi aman."
Fany pun mengangguk pelan, lalu berjalan bersama Farel menuju ke tempat parkir motor. Sementara itu, Farel sudah tersenyum menang karena berhasil mendekati gadis incarannya.
...----------------...
Hah?! Gimana gimana? Farel suka sama Fany?!
Duh, bau-bau muncul pebinor nih wkwk...
__ADS_1
Seperti biasa ya... Jangan lupa like, komen, dan vote... ♥♥