
Cklek
Fany membuka pintu kamarnya perlahan. Ia bisa melihat suaminya yang tampan itu sedang bersandar di ranjang sambil membaca buku. Juna mengabaikan Fany yang berjalan mendekatinya. Ingat, bahwa saat ini Juna sedang merajuk.
"Sayang~" panggil Fany dengan nada manja.
Meskipun dipanggil begitu, Juna tetap tidak mau menoleh sedikit pun. Fany mengerucutkan bibirnya kesal karena respon cuek Juna.
"Aku minta maaf~" ucap Fany.
Lagi. Juna tetap diam saja, bahkan tidak melirik Fany sama sekali.
Fany berjalan mendekati Juna, lalu membaringkan tubuhnya di sebelah pria itu sambil memeluk perutnya. Segala pergerakan Fany sama sekali tidak mengganggu Juna. Gadis itu mendongak untuk menatap wajah Juna yang masih setia membaca buku.
"Sayang~ jangan marah dong, aku beneran minta maaf," lirih Fany.
"Mandi dulu sana," ketus Juna tanpa memandang Fany sama sekali.
Fany mengerutkan alisnya tidak suka. Bagaimana tidak? Dirinya sedang minta maaf, tapi malah disuruh mandi. Tapi Fany menahan diri untuk tidak marah-marah sekarang. Karena bagaimanapun juga, dirinya yang salah di sini.
"Iya iya, aku mandi dulu," kata Fany dengan suara lemas.
Gadis itu bangkit dari tidurannya dengan gerakan malas, lalu segera pergi ke kamar mandi. Sebenarnya, ia sedang tidak mood untuk mandi, tapi tetap harus dilakukan karena itu adalah perintah dari sang suami.
'Huuh~ Semangat, Fany. Lo harus cepet-cepet mandi, biar bisa cuddle sama Kak Juna,' batin Fany menyemangati dirinya sendiri.
...----------------...
Hanya butuh waktu 10 menit saja, Fany sudah selesai mandi. Gadis itu keluar dari kamar mandi dan langsung cepat-cepat memakai skincare. Juna yang masih dalam posisi yang sama seperti sebelumnya melirik istrinya yang memakai skincare dengan gerakan terburu-buru.
'Duh! Harus cepet nih gue!' batin Fany.
Tangan gadis itu bergerak mengoleskan segala macam produk ke wajahnya dengan lihai. Setelah menyelesaikan rutinitas kecantikan malamnya, Fany langsung berlari dan melompat ke atas ranjang.
Juna menoleh dengan tatapan terkejut karena pergerakan tiba-tiba dari istrinya.
"Kamu kenapa sih?! Main lompat-lompat ke atas ranjang aja," tegur Juna.
Fany hanya menyengir, "hehe... Kan mau cuddle sama Kak Juna."
"Dih, siapa juga yang mau cuddle sama kamu?" cibir Juna, lalu mengalihkan pandangannya kembali ke buku di tangannya.
Bibir Fany kembali melengkung ke bawah. Gadis itu bergerak semakin mendekati Juna.
"Yahh... Kok gitu sih, Kak. Aku minta maaf dong, aku kan gak berniat buat deket-deket sama Kak Farel. Kan cuma nebeng pulang aja," ucap Fany.
__ADS_1
Juna mendengus kesal, lalu berujar dengan suara lembut, tapi juga terdengar kesal, "sama aja, Fany."
"Kamu itu udah punya suami. Kalau ada apa-apa tuh bilang sama aku, jangan minta tolong sama laki-laki lain," imbuh Juna.
Fany menatap Juna dengan mata yang berkaca-kaca. Ucapan Juna benar, ia salah karena dekat dengan laki-laki yang bukan suaminya. Gadis itu semakin merasa bersalah sekarang.
Grepp!
Tiba-tiba, Fany menerjang suaminya. Gadis itu memeluk erat perut Juna. Sementara itu, Juna terkejut karena Fany tiba-tiba memeluknya. Buku yang berada di tangannya saja sampai jatuh.
"Maafin aku... Aku bener-bener minta maaf... Janji gak bakal ulangin lagi," lirih Fany sambil menenggelamkan wajahnya di dada Juna.
Juna tersenyum kecil melihat istrinya yang tulus minta maaf. Tangan pria itu terangkat untuk mengusap lembut surai hitam Fany.
"Iyaa, aku udah maafin kamu kok," ucap Juna lembut, "lain kali jangan gitu lagi ya, aku cemburu."
Fany mendongak untuk menatap wajah suaminya. Gadis itu tersenyum saat melihat Juna juga sedang tersenyum kepadanya.
Cup!
Satu kecupan mendarat di pipi kiri Juna.
"Iya, Sayang. Aku gak bakal deket-deket sama Kak Farel lagi," kata Fany.
Juna tersenyum lembut, lalu melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Fany, membalas pelukan gadis itu. Akhirnya, keinginan Fany sejak tadi tercapai juga, yaitu cuddle dengan suaminya.
"Udah aku telpon orang bengkel, masih dibenerin, besok baru bisa diambil," jawab Fany.
"Tapi aneh banget gak sih? Mobil kamu kan masih baru ya, mobil mahal lagi, kok udah kempes aja bannya," ucap Juna heran.
Fany menganggukkan kepalanya, "iya sih, menurutku juga aneh."
"Tapi ya udahlah, mungkin emang udah waktunya," imbuh Fany tidak terlalu ambil pusing.
Juna hanya manggut-manggut. Setelah itu, mereka pun diam dan menikmati kehangatan bersama. Sesekali Juna akan mengecup pucuk kepala istrinya itu. Sedangkan Fany, gadis itu sudah bersandar dengan nyaman di dada bidang suaminya.
"Eum... Kak Juna," panggil Fany.
"Apa, Sayang?"
Fany mengulum senyumnya saat Juna memanggilnya dengan sebutan yang sangat romantis.
"Gimana kalau kita liburan?" tanya Fany.
Juna tampak berpikir sejenak, "maksud kamu honeymoon?"
__ADS_1
'Lah, perasaan gue bilangnya liburan, kok jadi honeymoon?' batin Fany.
"Yaa... Pokoknya itu lah, yang penting liburan. Gimana? Mau gak?" tanya Fany.
"Aku mau-mau aja sih," jawab Juna, "Emang kamu pengen kemana?"
Fany memandang ke atas sambil memikirkan jawaban dari pertanyaan Juna.
"Hmm... Enaknya kemana, ya?" ucap Fany bingung.
"Mau ke Paris?" tawar Juna.
"Eh, jangan!" sahut Fany, "ini bukan libur panjang, aku masih ada jadwal kuliah rutin. Ntar kalau kita ke Paris, waktu kita bakal habis cuma di perjalanan aja."
Jadi, kamu gak mau ke luar negeri?" tanya Juna.
Fany menggelengkan kepalanya, tiba-tiba sebuah ide melintas di pikirannya.
"Gimana kalau kita ke pantai? Duh! Pasti enak main air," seru Fany bersemangat.
Juna manggut-manggut, "boleh. Ke Bali, mau?"
Fany menganggukkan kepalanya antusias, "mau banget dong! Aku belum pernah ke Bali nih."
"Ya udah, kamu bisanya kapan?" tanya Juna.
"Minggu depan gimana? Jadwal aku kosong 3 hari. Eh, tapi Kak Juna sibuk apa nggak?" kata Fany.
"Minggu depan, ya?" Juna berpikir sejenak, "kayaknya gak ada urusan yang penting banget deh. Nanti biar kerjaanku diurus sama asistenku."
Fany menganggukkan kepalanya paham. Jangan lupa kalau suaminya ini bos, jadi tidak masalah lah ya kalau bertingkah (agak) semau hatinya di perusahaan.
"Kalau begitu, minggu depan kita ke Bali ya, 2 hari aja, jangan lama-lama," ucap Fany.
"Okey. Biar aku urus semuanya," ucap Juna.
"Yeay! Makasih ya, Sayang," seru Fany, lalu memeluk Juna dengan erat.
Duh! Senangnya punya suami seperti Juna. Sudah tampan, pintar, orang kaya lagi. Mau kemana saja pasti langsung dituruti. Fany merasa menjadi istri paling beruntung di dunia.
Mereka pun melanjutkan acara cuddle hingga larut malam. Oh iya, ngomong-ngomong, acara cuddle mereka tidak hanya cuddle biasa ya. Yaa... Kalian tahu sendiri kan, mereka adalah sepasang suami istri, ditambah mereka kini tidur sekamar dan sudah saling mencintai. Seperti suami istri pada umumnya, mereka juga melakukan hal 'itu'.
...----------------...
Chapter kali ini full romantis-romantisan aja ya, konfliknya nanti dulu.
__ADS_1
Seperti biasa... Jangan lupa like, komen, dan vote ♥
Thank youuu 😊😊