
Hari ini, Fany tidak memiliki jadwal kuliah. Gadis itu memilih untuk memeriksa pekerjaan tim hacker Permana Group. Seperti biasa, para karyawan akan menunduk hormat saat Fany melewati mereka.
Saat memasuki ruang hacker, ia bisa melihat para anggota tim bekerja dengan serius. Di sana sudah ada Radit yang sedang melihat-lihat kinerja tim melalui monitor.
Tap... Tap... Tap...
Suara derap sepatu Fany membuat semua orang yang ada di sana menoleh.
"Kalian nemu info apa lagi?" tanya Fany sambil mendekati mereka.
Fany berdiri di samping kakaknya, lalu ikut melihat monitor yang menampilkan data-data. Fany bisa melihat bahwa data-data itu adalah data pribadi Billy.
"Benar kata Tuan Farel," ucap Jevo sambil berjalan mendekati Fany, "sebagian besar urusan perusahaan ternyata diurus oleh Tuan Billy. Tuan Farel hanya mengurus urusan-urusan dasar saja."
Fany hanya manggut-manggut mendengar hal itu.
"Terus, ada bukti lain kalau dia yang nyuruh gue buat ngerusak keamanan Permana?" tanya Fany lagi.
Jevo mengangguk, "kami sudah memeriksa CCTV kafe. Tuan Farel memang bertemu dengan teman-temannya, tapi hanya sebentar, lalu pulang."
"Kalau Tuan Billy," Jevo tampak menjeda ucapannya, "dia terlihat ragu-ragu saat akan memasuki kafe. Tuan Billy sempat melihat Tuan Farel, lalu dia buru-buru pergi dari sana."
"Tuh kan!" seru Radit, "udah jelas nih kalau si Billy pelakunya, gerak-geriknya mencurigakan banget."
Alis Fany tampak menyatu, tanda gadis itu sedang berpikir keras.
"Jevo," panggil Fany, "tolong periksa jadwal pribadi Billy satu minggu ke depan."
"Tim kami sudah memeriksanya tadi, saya akan tunjukkan di layar," ucap Jevo.
Dalam hati, Fany merasa puas dan kagum atas kinerja tim hacker Permana yang bisa diandalkan.
Tak lama kemudian, di layar monitor, muncul jadwal kegiatan Billy dalam satu minggu ke depan. Tentu saja jadwal itu didapatkan dengan cara meretas. Fany mengamati satu per satu jadwal kegiatan itu dengan teliti.
"Hmm... Gak ada yang aneh," gumam Fany.
"Tunggu!" seru Radit, "besok si Billy pergi ke Bogor?"
Fany mengernyitkan dahi bingung, "terus kenapa kalau dia mau ke Bogor?"
Radit menoleh ke arah adiknya dan berdecak kesal, "ck! Lo lupa apa gimana sih? Kantor pusat Bagaskara Group kan ada di Bogor. Bisa jadi dia rencanain sesuatu lagi buat hancurin Bagaskara Group."
Fany hanya diam sambil memikirkan perkataan kakaknya. Posisi Billy yang diduga sebagai pelaku saat ini membuat segala aktivitas sulung Wicaksono itu tampak mencurigakan. Tapi jika dipikir-pikir, Billy yang akan pergi ke Bogor sebenarnya cukup wajar, tidak ada yang aneh.
...----------------...
__ADS_1
Keesokan harinya, Fany berangkat kuliah seperti biasa. Ia mengikuti pelajaran seperti biasa, berkumpul bersama teman-temannya seperti biasa.
Gadis itu baru saja menyelesaikan kuliah keduanya. Setelah ini, tidak ada kelas lagi, tapi ada jadwal latihan panahan. Maka dari itu, tidak pulang dan bersantai-santai dulu di taman.
Ia mengeluarkan ponselnya untuk berkirim pesan dengan sang suami tercinta.
^^^Me^^^
^^^Sayang~\^^^
^^^Gimana persiapan buat liburan minggu depan?\^^^
^^^Ada yang perlu aku bantu gak?\^^^
Suaminya Fany
/Udah beres kok, Sayang.
/Kamu gak usah khawatir.
/Semuanya udah diurus sama asistenku.
^^^Me^^^
^^^Oke deh, sayangku~\^^^
"Dor!"
"Anj*ng!!!"
Fany refleks menutup mulutnya karena mengeluarkan suara latah yang tidak elit. Sementara itu, pelaku pengagetan Fany sudah tertawa terbahak-bahak.
"Haha... Ngakak banget muka lo, mana latahnya jelek banget lagi," ucap Farel masih dengan tawanya.
"Iih~ kak Farel kenapa sih?! Ngagetin aja deh!" dumal Fany.
Pelaku pengagetan tadi adalah Farel. Kemudian, laki-laki itu duduk di sebelah Fany.
"Sorry, gue kan cuma bercanda," ujar Farel.
Fany hanya mengerucutkan bibirnya kesal.
"Eh, btw, gimana mobil lo?" tanya Farel.
"Udah beres, tadi pagi udah gue ambil," jawab Fany.
__ADS_1
Farel menganggukkan kepalanya paham, lalu seperti teringat sesuatu, "oh iya, Fan. Gue ketemu sama lo karena mau bicarain masalah festival kampus."
"Festival kampus? Acaranya bulan depan, kan? Ada apa?" tanya Fany.
"Jadi, anak-anak himpunan setuju kalau lo ikut lomba fashion show sama jadi maskot jurusan," ucap Farel.
"Hah?! Kenapa harus gue?" protes Fany, "gue gak pernah ikut fashion show, ntar malah kalah lagi."
"Udah, gak apa-apa. Lo kan cakep, kalau urusan cara jalan pas lomba, bisa dipelajari. Karena itu lomba fashion show pasangan, jadi lo gak sendirian, nanti ada gue yang jadi perwakilan cowok," ucap Farel.
Fany diam memikirkan ajakan lomba dari Farel. Dirinya sudah dipilih oleh anak-anak himpunan jurusan buat jadi perwakilan lomba fashion show, bahkan jadi maskot. Bukankah itu artinya mereka mengakui kecantikan Fany? Tuh kan, dia mulai narsis.
'Pasti abis ini bakal banyak yang suka sama gue,' batin Fany tertarik.
"Oke deh, gue mau," jawab Fany.
Farel tersenyum senang, "nah! Gitu dong! Jadi, kapan kita mau hunting bahan-bahan buat bikin baju?"
"Lah, kita sendiri yang bikin baju?!" tanya Fany dengan nada terkejut, "emang gak dibagi tugas? Kita ini perwakilan jurusan, lho. Biar anak-anak yang lain aja yang bikin."
Farel terkekeh pelan, "yang bikin baju emang bukan kita, ada sendiri kok bagiannya. Tapi gue pengen bantu cari bahan-bahannya, ya... Biar nyaman aja sih, kan kita nanti yang pake kostumnya."
Fany manggut-manggut, "oke kalau gitu. Eum... Hari minggu ini, gimana?"
Farel tampak berpikir sebentar, "hari minggu gak bisa, gue ada lomba basket. Kalau Sabtu ini aja, gimana?"
"Duh! Gak bisa, gue ada pengukuhan di klub panahan," jawab Fany, "kalau minggu depan?"
"Lah, bukannya lo minggu depan mau pergi ke Bali?" celetuk Farel.
Dahi Fany mengernyit samar. Bagaimana Farel bisa tahu kalau minggu depan Fany akan pergi ke Bali? Padahal Fany tidak pernah cerita ke siapapun, orang tuanya sendiri saja belum tahu.
Tapi sedetik kemudian, sudut bibir Fany terangkat sedikit. Gadis ini seolah-olah baru saja menemukan jackpot. Bahkan, Farel tidak menyadari kalau gadis itu sedang tersenyum miring.
"Oh iya, gue lupa kalau minggu depan mau ke Bali," ucap Fany santai.
'Kena lo!'
...----------------...
...Duh! Siapa ya yang ngomong kalimat terakhir itu??...
...Kok Farel bisa tau kalau Fany mau liburan? Apa jangan-jangan dia udah jadi stalker-nya Fany?...
...Terus, kenapa Fany keliatan santai banget dan kayak udah tau sama apa yang terjadi?...
__ADS_1
...Ikuti terus yaa kisah 'Tentang Fany' 😊😊...
...Jangan lupa like, komen, dan vote ♥♥...