
***
Setelah satu bulan berlalu akhirnya Maria bisa merasakan belajar dibangku kuliah, Maria pun sangat bahagia.
Maria pun menjalani hari-harinya yang baru sebagai mahasiswi disalah satu kampus ternama, Maria merasa sangat bersyukur dipertemukan dengan laki-laki yang bernama Raka. Laki-laki baik hati, tampan dan dermawan. Bahakan seperti pahlawannya yang selalu ada disaat Maria membutuhkan apapun, bahkan mewujudkan mimpinya.
***
Alhamdulillah, akhirnya aku bisa merasakan menjadi seorang mahasiswi, aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku berjajanji, akan memberikan yg terbaik.
Bergegas kulangkahkan kakiku menuju kelas baruku, akupun tak lupa menyapa teman-teman baruku dengan senyuman yang ramah.
"Hai," sapaku ramah.
"Hai.." ucapnya tersenyum.
"Aku Maria," ucapku sambil menyodorkan tangan.
"Aku Anita." ucapnya lalu menyambut uluran tanganku.
"Senang berkenalan denganmu, semoga kita menjadi sahabat."
"Akupun senang berkenalan denganmu."
Setelah berkenalan kamipun berbincang-bincang dengannya, ternyata Anita anak yg sangat baik & Ramah. Beberapa menit kemudian seorang dosen memasuki kelas kami, lalu dosen itupun memperkenalkan dirinya.
Setelah selesai berkenalan, dosen pun mulai menjelaskan materi yg dikuasainya.
***
Tak terasa waktupun berlalu, kegiatan hari ini sudah selesai. Aku pun bergegas pulang, kupesan ojek online untuk mengantarkanku pulang. Tak lama kemudian ojek yang kupesan pun datang.
"Dengan mbak Maria?" tanya pria berjaket berwarna hijau.
"Iya mas." jawabku, lalu menaiki motornya.
Hampir lima belas menit, akupun sampai di depan gerbang kos yang sudah ku tempati seminggu yang lalu. Mas Raka sengaja menyewa kos untukku agar memudahkanku. Karena tak mungkin jika harus pulang oergi ke rumah. Yah, jarak kampus dari rumah sangat jauh. Aku harus menghabisakan waktu satu jam perjalanan.
__ADS_1
Kubuka pintu kamarku, lalu kubaringkan tubuhku diatas ranjang, sejenak beristirahat sebelum membersihkan tubuh.
Drrttt.... Suara ponselku bergetar, ternyata ibu menelponku. Akupun segera menerima panggilannya.
"Assalamualaikum bu," ucapku.
"Wa'alaikumsalam, apa kabar teh? Gimana kuliahnya??" ucap ibu.
"Kabar teteh baik-baik saja bu, teteh betah disini. Ibu gimana kabarnya?" jawabku, bertanta balik.
"Ibu baik-baik saja, begitupun dengan bapak dan adekmu. Kami disini merindukanmu teh, kamu baik-baik disana yah!" suara ibu lirih seperti menahan tangis.
Sudah pasti Ibu akan sedih, Ibu lasti rindu karena baru kali ini aku berpisah dengan Ibu. Akupun sama merindukan mereka, akupun berusaha menahan tangis saat berbicara dengan Ibu.
"Do'akan saja bu teteh disini, Maaf minggu ini teteh belum bisa pulang. Insha_Allah minggu depan teteh pulang," ucapku.
"Iya nggak papa sayang, ibu selalu mendo'akanmu. Jaga dirimu baik-baik yah,"
"Iya bu."
"Ya sudah ibu tutup telepon nya yah, biar teteh bisa istirahat,"
"Wa'alaikumsallam."
***
Malam ini begitu sunyi, hampir semua keluar kamar untuk sekedar ngumpul dengan teman-temannya, bahkan jalan bareng kekasihnya. Yah, karena malam ini malam minggu. Namun malam ini tidak berlaku denganku, setiap malam pun tak pernah keluar kamar. Hanya sesekali saja, itupun hanya sekedar membeli makan. Dikamar ini aku hanya menyibukan dengan membaca buku dan sesekali memainkan ponsel untuk sekedar menghilangkan bosan.
Namun tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarku, akupun terkejut siapa yg bertamu malam-malam begini. Aku pun bergegas menghampiri, ku sibakkan sedikit gorden, hanya ingin memastikan siapa yg datang. Setelah kulihat ternyata pak Rudi, penjaga kos tempat yg kutinggali saat ini.
Kubuka pintu kamarku, lalu keluar menghanpirinya
"Iya pak, ada apa?" Tanyaku penasaran.
"Itu non, ada seorang pria ingin bertemu dengan Non. Katanya kenal dengan non Maria, kalau nggak salah dengar, tadi pria itu bilang namanya Raka." jelasnya.
Raka, ngapain juga dia malam-malam kesini, tumben apa dia gak kerja?
__ADS_1
"Oh iya pak, dia teman saya." ucapku.
"Silahkan non, dia sudah menunggu di depan."
"Iya Pak, terimakasih."
Bergegas ku kunci pintu, lalu segera menemui Raka. Disini memang sudah disediakan ruangan khusus untuk menerima tamu, dan dilarang membawa tamu kedalam kamar. Mungkin ini salah satu alasan Raka memilih tempat ini untuk ku.
"Hai mas, tumben kesini. Ada apa?" tanyaku.
"Kangen..." jawabnya cengengesan.
"hemmmm... Bisa aja," ucapku sambil duduk.
"Gimana tempatnya, kamu suka?"
"Suka Mas, tempatnya sangat nyaman."
"Syukurlah kalau nyaman, oya ini Mas bawa makanan untukmu, kamu makan yah," ucapnya sambil menyodorkannya.
"Iya Mas terimakasih."
Akupun segera membuka makanan yg dibeli Raka, lalu ku hidangkan untuk makan bersama.
" Mas juga makan yah,"
"Nggak usah,"
" Masa saya makan sendiri sih Mas, nanti ngiler gimana?"
" Ya udah mas temenin,"
Akhirnya kamipun makan bersama, aku bahagia ditemani Raka malam ini. Walaupun hanya makan bersama diruangan sederhan. Tak terasa waktu menunjukkan jam sembilan malam, Raka pun memutuskan untuk pergi.
"Mas pamit yah, Mas mau kerja," ucapnya.
" Iya mas, hati-hati. Terimakasih untuk semuanya," ucapku.
__ADS_1
Raka mengangguk dan tersenyum, setelah itupun Raka melajukan kendaraannya lalu pergi.