
***
Maria adalah salah satu siswi cukup populer dikampusnya, bukan hanya kepintaran dan kecantikannya saja namun kesederhanaannya pula yang membuat para siswa/siswi bahkan para dosen menyukainya. Tak sedikit laki- laki mapan bahkan keturunan bangsawan mendekatinya, namun tak ada satupun yang mampu menaklukannya.
Karena mendapatkan predikat terbaik, perusahaan besar pun banyak memberi tawaran pekerjaan untuk Maria. Tak sedikit perusahaan-perusahaan tersebut menjanjikan gaji yang fantastis. Maria sangat beruntung, karena tak perlu bersusah payah mencari pekerjaan.
***
"Alhamdulillah bu, teteh udah dapet kerja yang lebih baik. Tapi Maria tidak bisa pulang pergi kerumah, karena kantornya dijakarta." ucapku.
"Iya nggak papa teh, ibu bahagia melihatmu sekarang. Yang terpenting teteh disana harus jaga diri baik-baik." ucap Ibu.
"Iya bu, do'akan teteh ya bu,"
Ibu hanya mengangguk, lalu memelukku. Aku tahu Ibu berat melepasku kembali, tapi semua ini kulakukan untuk kebahagiaan mereka.
***
Malam hari aku duduk termenung di depan rumah, sambil mentapa sekeliling lingkungan rumahku yang penuh dengan kenangan. Hembusan angin malam yang menyejukkan, membuatku betah duduk berlama-lama. Esok hari aku harus meninggalkan kampung halamanku untuk mengadu nasib dikota. Namun tiba-tiba ponselku bergetar, teenyata Raka yang menelponku.
"Halo Mas," ucapku.
"Halo sayang, kamu lagi ngapain?" tanyanya.
"Lagi duduk diteras Mas." jawabku.
"Ngapain malem-malem diteras, nggak baik," ucapnya.
__ADS_1
"Nggak papa Mas, sekedar ingin merasakan suasana malam saja." ucapku.
"Besok berangkat jam berapa?"
"Sekitar jam 10 siang Mas, karena besok lusa aku harus langsung ke kantor."
"Mas antar yah,"
"Nggak usah Mas, saya bisa sendiri. Lagian Mas kan capek, harus istirahat."
"Nggak papa sayang, sekalian Mas ingin tahu tempat tinggalmu nanti disana."
"Ya sudah terserah Massaja, kalau tidak merepotkan."
"Sayang, kamu nggak pernah merepotkan sama sekali. Oya sayang, Mas kangen tahu."
"Masaaaa... Aku pun kangen mas."
"Ihh jangan aneh-aneh yah."
"Aneh-aneh gimana, cuma pengen ketemu lalu menatap wajahmu yg cantik itu,"
"Duh gombalnya muncul."
"Ya udah sana masuk, istirahat. Love you.."
"Ih apaan sih Mas lebay banget kaya ABG aja."
__ADS_1
"Nggak papa kali, nggak ada yang larang,"
"Ya sudah, saya mau istirahat dulu ya Mas."
Panggilan pun berakhir, aku pun segera masuk kedalam kamar, lalu mengecek kembali koperku untuk memastikan tak ada yang tertinggal.
***
Adzan subuh berkumandang, aku segera bangkit dari tidurku. Akupun segera membersihkan diri, lalu seperti biasanya aku melaksanakan kewajibanku dulu sebelum beraktifitas. Setelah selesai akupun segera bersiap-siap untuk berangkat ke jakarta.
"Teh sarapan dulu, ini ibu sudah siapkan," ucap Ibu.
"Iya bu," ucapku, lalu bergegas menyantap makanan yang sudah Ibu siapkan.
Tak lama kemudian Raka datang menejemputku, aku pun bergegas menemuinya.
"Mas, tunggu sebentar yah. Mau ambil koper dulu," ucapku.
"Iya," ucapnya.
Akupun segera mengambil koperku yang masih berada didalam kamarku, lalu membawanya keluar dan memasukkannya kedalam bagasi mobil Raka.
Setelah itu kusalami kedua orang tuaku lalu memeluknya satu persatu dan memohon do'anya untuk kelancaranku.
"Hati-hati dijalan ya sayang," ucap Ibu terisak.
"Iya bu, teteh pamit yah." ucapku.
__ADS_1
Akupun bergegas masuk kedalam mobil Raka, tak lama kemudian Raka pun melajukan kendaraannya.
Kurang lebih 4 jam perjalanan akhirnya kami pun sampai di rumah dinas yang diberikan perusahaan untukku selama aku bekerja.