Terjerat Cinta Sang Narapidana

Terjerat Cinta Sang Narapidana
Menagih janji?


__ADS_3

***


Acarapun usai, kami pun bergegas keluar menuju parkiran mobil. Namun saat aku berjalan, tiba-tiba beberapa orang menghampiriku, lalu memberiku bunga mawar, sontak saja aku sangat terkejut. Tak lama kemudian Raka menghampiriku dengan membawa bunga yg sangat besar, seketika orang disekelilingku menghentikan langkahnya, pandangan mereka tertuju pada kami. Aku pun merasa malu menjadi pusat perhatian orang banyak.


"Mas Aku malu tahu," bisikku ditelinga Raka.


Namun Raka hanya tersenyum lalu memberikan bunganya padaku, lantas akupun langsung menerimanya. Tiba-tiba seorang laki-laki mamberikan pengeras suara padanya.


"Maria, aku tahu, aku hanyalah lelaki biasa yang penuh kekurangan. Namun aku sangat mencintaimu, selama empat tahun ini aku bersabar menunggu jawabanmu. Namun hari ini didepan ratusan orang aku menagih janjimu dua hari yang lalu. Apakah kau bersedia menjadi istriku Maria?" ucapnya.


Akupun terkejut bukan main mendengar ucapannya, orang sekelilingku pun mulai bersorak meneriakiku untuk menerimanya. Aku terdiam, aku bingung, aku tak mampu berkata-kata.


"Maria, jawab nak." Ucap Ibu sambil menganggukan kepalanya, memberiku isyarat jika aku harus menerimanya.


Akupun mengangguk sambil tersenyum, memberi tanda bahwa aku menerimanya. Secara reflek Raka jingkrak-jingkrak seperti anak kecil, setelah itupun dia memelukku.


"Terimakasih, Maria. Sudah menerimaku, aku sangat bahagia mempunyai calon istri sepertimu." ucapnya.


Ibu, bapak dan adikku pun menghampiri kami, memberikan pelukan hangat padaku. Kulihat dari sorot matanya, mereka ikut bahagia dan merestui kami.


"Bapak titip Maria, jangan pernah sakiti dia," ucap bapak pada Raka.


"Iya pak, saya janji akan selalu membahagiakan Maria." Ucap Raka menimpali ucapan bapak.


Raka tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari sakunya, ternyata sebuah kotak perhiasan. Rakapun membukanya, setelah kulihat ternyata sebuab cincin berlian mewah. Raka pun langsung mnyematkan dijari manisku.

__ADS_1


Kudengar bisik-bisik orang yang berlalu lalang dihadapan kami.


"Pantas saja, dia selalu menolak lelaki yang mendekatinya, ternyata udah punya lelaki lain." ucap mereka sambil menatap kami.


Kamipun hanya tersenyum mendengarnya, setelah itu kami bergegas menaiki mobil Raka.


Namun saat perjalanan, Raka menghentikan laju mobilnya disebuah restoran.


"Mas kenapa berhenti?" tanyaku.


"Mas mau mengajak kalian makan siang bersama untuk merayakan kelulusanmu," ucapnya sambil tersenyum.


Kami pun akhirnya turun, lalu bergegas masuk. Setelah itu pun seorang pelayan menghampiri kami, menyapa dengan ramah lalu memberikan sebuah buku menu.


Kami pun sibuk menyibakkan buku menu, memilih-milih makanan yang akan kami satap sore ini.


Seketika kami tertawa terpingkal mendengar ucapan Bapak yang kebingungan memilih menu.


"Lihat gambarnya saja Pak, kalau kelihatannya Bapak suka ya sudah tinggal tunjukkan saja pada mbaknya." ucap Ibu.


"Iya juga yah, bapak nggak kepikiran. Ya sudah mbak, Bapak pesan ini." ucap Bapak sambil menunjukkan gambar yang tertera di buku menu.


"Baik Pak."


Kami pun segera memesan makanan yang kami inginkan.

__ADS_1


"Mohon ditunggu," ucap seorang pelayan lalu pergi meninggalkan kami.


Sambil menunggu pesanan datang, kami pun bersenda gurau, rasanya hari ini tak ingin cepat usai. Aku ingin merasakan bahagia seperti ini selamanya, dikelilingi oleh orang-orang yang aku sayangi. Kulihat kedua orang tuaku sangat bahagia, senyumnya terus terlukis dibibir indahnya. Aku benar-benar sangat bahagia.


Tak lama kemudian pesananpun sampai, kami pun segera menyantapnya sampai habis.


"Terimakasih ya nak Raka," ucap ibu.


"Sama-sama bu, mau pesan sekalian buat dirumah?" tanya Raka.


"Nggak usah nak Raka, sudah cukup." jawab ibu.


Setelah Raka membayarnya, kami bergegas keluar. Setelah itu Raka melajukan kendaraanya lalu mengantarkanku pulang.


"Terimakasih Mas, aku turun yah," ucapku.


"Iya, besok Mas jemput." ucapnya.


"Iya Mas."


"Oya Bu, Pak terimakasih udah mau hadir, Maria bahagia hari ini." ucapku pada kedua orang tuaku.


"Iya sayang, bapak dan ibu pun bahagia." ucap Ibu.


Kusalami kedu orang tuaku, lalu bergegas turun.

__ADS_1


"Hati-hati ya Mas," Ucapku sambil melambaikan tangan, setelah itu aku bergegas masuk.


__ADS_2