Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu
BAB 11 GANGGUAN


__ADS_3

Pada minggu sore, seperti yang direncanakan Lily dan kak Zay pergi ke pasar malam. Harusnya minggu kemarin mereka jalan tapi karna pagi harinya Alion telah mengajak Lily pergi dan saat pulang Lily terlanjur lelah.


Jadilah rencana itu baru terlaksana sekarang. Setelah minggu kemarin ia pergi bersama Alion yang menyebabkan mereka tak jadi pergi, Kakaknya selalu saja mengungkit bahwa Lily masih kecil dan tak boleh berpacaran. Kak Zayyan benar-benar cerewet seperti ibu-ibu.


Kami bahkan mulai bertengkar setelah sampai di pasar malam. Hal itu membuat Lily kesal dan meninggalkan Zayyan di pasar malam sendirian.


Lily yang memang pada dasarnya ceroboh tak sadar telah tersesat. Lily sampai di salah satu supermarket dan memutuskan singgah sebentar. Dia ingin menghubungi kakaknya.


...Room chat...


Kak Zayyan


Adik kecil, kemana kamu pergi sih.


Kak Zayyan


Kabari jika sudah tak marah, okey.


Kak Zayyan


Maaf, kakak tak maksud begitu.


^^^Lily^^^


^^^Kak Zay, sepertinya Lily tersesat.^^^


Kak Zayyan


Hah kok bisa, kirim lokasi cepat. kakak akan kesana.


^^^Lily^^^


^^^Berbagi lokasi^^^


Tepat setelah Lily mengirim pesan ke pada kakaknya. Lily melihat segerombolan remaja nakal berjalan ke arahnya. Lily mengalihkan pandangan tak ingin memprofokasi kelompok itu.


"Cantik, sedang apa sendiri disini," ucap seorang menghampiri Lily.


Lily mengenalnya jika tak salah namanya Geo salah satu musuh abadi Alion. Lily bahkan sempat curiga bahwa yang menyebabkan Lily dan Alion kecelakaan dulu adalah pria ini.

__ADS_1


Lily tanpa sadar mundur beberapa langkah dan menatap kelompok itu.


"Pergi," kata Lily dingin.


"Jangan galak begitu dong bagaimana jika aku temani," kata Geo.


Lily melirik lingkungan di sekitarnya yang sepi. Karena memang ada pasar malam di ujung jalan tempat yang biasa ramai pun pindah ke sana. Lily menggenggam erat ponselnya, butuh beberapa saat untuk kakaknya tiba kesini.


Melihat pandangan menjijikan dari sekelompok orang ini membuat kerutan di dahi Lily semakin dalam.


Lily menatap sekelompok orang ini dengan dingin.


"Tak perlu, aku akan pergi," kata Lily.


Mendengar gadis itu menolaknya wajah Geo menjadi gelap. Dia tak menyangka gadis ini akan menolak. Gadis ini cukup cantik itu sebabnya dia menghampirinya. Tapi dengan beraninya gadis ini menolaknya, saat banyak gadis langsung menyerahkan dirinya bahkan tanpa ia pinta.


Mendengar penolakan Lily teman-teman Geo pun tertawa kencang.


"Rupanya pesonamu sudah luntur Geo. Lihatlah gadis cantik ini menolakmu," ejek teman Geo.


"Hah, dia hanya bermain keras untuk menarik perhatianku," kata Geo dengan kesal.


Geo yang tadinya marah pun menyeringai. Huh, tak mungkin gadis ini menolah pesonanya dia hanya bermain keras untuk mendapat perhatiannya. Melihat kulit putih dan tubuh sintal gadis itu membuat Geo menelan air liurnya tak sabar menikmatinya.


"Sangat jelek," jawab Lily mengejek.


Mendengar jawaban Lily, raut muka kelompok itu berubah gelap. Menilai situasi semakin buruk "Polisi," Lily pun berteriak.


Dan saat mereka menoleh ke belakang. Lily pun berlari menjauh dari sana.


Ketika tak melihat siapapun di belakang mereka kelompok itu tahu bahwa mereka telah dibodohi. Segera setelah mereka sadar, tanpa berpikir panjang kelompok itu mengejar gadis itu.


Lily yang lari ke arah keramaian, tak terlalu memperhatikan jalan sehingga dia menabrak seseorang. Dan....


Bamm


Lily menabarak dada orang itu.


Lily dengan cepat menstabilkan tubuhnya dan menggosok dahinya yang tebentur. "Dahinya pasti memerah. Keras sekali, dia merasa telah menabrak tembok," batin Lily.

__ADS_1


"Maaf, saya tidak sengaja melakukannya," dengan segera Lily membungkuk meminta maaf.


"Bukankah kamu sengaja menggodaku," sebuah suara terdengar dia atas kepalanya.


Lily mendongak dan melihat wajah tampan yang sangat dikenalnya. Melihat itu benar-benar Alion, seketika Lily merasa aman di dalam hatinya. Lily bersembunyi di belakang alion dan melihat kelompok orang yang mengejarnya.


Kelompok Geo menyusul dengan cepat. Dan melihat Lily dan juga Alion disaat bersamaan. Melihat Alion ketua geng Zero kelopak mata mereka menyusut ketakutan. Tapi melihat pria itu hanya sendiri mereka pun merasa percaya diri.


Alion yang akhirnya menyadari apa yang terjadi. Melihat kelompok itu dengan tatapan ganas dan tajam. Alion mengangkat tangannya untuk menyentuh kepala Lily dengan lembut, dan berkata dengan suara rendah.


"Tunggu lah aku disana, biar aku yang mengurusnya."


Lily sedikit ragu melihat Alion hanya sendiri sedangkan kan kelompok orang itu cukup banyak.


"Tapi, Lio" kata Lily dengan mata menatap cemas.


"Anak baik, menurut okey," bujuk Alion.


Alion melindungi gadis itu di belakangnya tak membiarkan dia melihat kelompok dedepannya. Lily yang takut malah menyusahkan alion jika dia tetap disini. Memilih mengendurkan genggamannya dan berjalan ke sisi jalan.


Saat merasa jejak kelembutan gadisnya menghilang, Alion pun maju menghadapi kelompok itu. Melihat sekelompok orang ini, aura lembut saat menghadapi Lily pun berubah menjadi gelap.


"Apa kalian tahu, ada beberapa orang yang tidak boleh kalian ganggu," kata Alion dengan suara sedingin es.


Mendengar suara Alion, Geo teringat terakhir kali mereka bertengkar tulang rusuk Geo sempat patah. Tapi, melihat bahwa pria itu sendirian melawan mereka ber-7. Geo pun berfikir ini saatnya dia balas dendam.


"Jadi dia gadismu, bagaimana rasanya aku baru saja akan mencicipinya tadi," kata Geo meprovokasi.


"Pengecut, tutup mulutmu," umpat Alion.


Segera perkelahian pun terjadi. Alion seperti iblis yang ingin membunuh kelompok orang ini. mendengar kata kata menjijikkan perihal gadisnya Alion benar-benar marah. Alion dengan kesetanan memukuli kelompok itu.


Tak lama kemudian ke tujuh orang ini tumbang dengan badan penuh luka. Sedangkan Alion lawan mereka masih berdiri dengan tangguh tanpa bekas pertarungan di tubuhnya. Alion berjalan ke arah Geo dengan santai, tanpa emosi di wajahnya. Dia mengangkat kakinya dan menginjak tubuh Geo.


Sekelompok orang itu hanya bisa menyusut ketakutan. Mereka tak pernah tahu Alion bisa semenyeramkan ini. hampir saja mereka melihat malaikat maut mencabut nyawa mereka. Kelompok mereka awalnya hanya bermain-main bertarung itu sudah biasa bagi mereka. Tapi hari dengan penyerangan satu orang alion mereka benar-benar tak berdaya.


Alion yang awalnya masih ingin menghabisi kelompok orang ini mengurungkan niatnya. Alion melihat tubuh ringkih yang sedang menatapnya khawatir. Hati Alion sedikit bergetar, Alion mencengkram dada Geo, dan mengatakan kata-kata kejam. "Pergilah, sebelum kesabaranku habis. Jika hal ini terulang lagi, akan kupastikan bukan rumah sakit yang kau datangi, tapi kuburan yang akan kalian tinggali."


Kelompok Geo yang mendengar hal itu langsung lari dengan tertatih-tatih. Tak terkecuali Geo diapun merinding ketakutan mendengar ancaman Alion. Dia pun segera pergi mengikuti kearah teman temannya pergi.

__ADS_1


__ADS_2