Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu
BAB 46 KESIBUKAN MASING MASING


__ADS_3

Setelah selli dan angel duduk di sebelah lily, keadaan tiba tiba berubah menjadi canggung diantara mereka. Tentunya berbeda dengan meja lain yang tak terusik akan kehadiran para gadis. Di meja yang lily tempati terjadi keheningan yang aneh. Hampir semua orang yang ada di meja ini telah mengetahui perihal hubungan angel dan zidan. Jadi, tanpa sadar semua orang merasa takut untuk berbicara.


Mungkin jika bukan agas yang memulai pembicaraan, semua orang akan tetap diam.


"Apa, kalian ingin memesan sesuatu. Kalian pasti akan ketagihan memakan masakan mpok lastri. Sebutkan saja, semua makanan ada disini," jelas agas heboh.


Tak ada yang mengetahui apakah agas tak peka akan sekitar, atau memang dia tahu tapi berusaha mencairkan. Tingkah konyol nya segera memecah kecanggungan.


"Kalian pasti belum merasakan makanan disini, pesan lah biar bos yang bayar," sahut alvano mengikuti.


Alion yang di panggil hanya diam saja, tapi teman temannya tahu dia menyetujuinya.


Baik selli maupun angel tak langsung menanggapi. Lily yang tahu kedua temannya merasa tak nyaman pun memilih angkat bicara.


"Ehm, apa kalian ingin memesan sesuatu?" tanya lily.


"Tidak, ly kita sudah kenyang," balas selli.


Angel juga ikut mengangguk menyetujui perkataan selli. Angel benar benar tak merasa nyaman ditempat ini. Melihat bagaimana zidan mengabaikan nya hati angel merasakan rasa sakit.


Lily merasa sedikit takut terlalu mengatur teman temannya, dia tak tahu mereka masih ingin disini atau kembali ke kelas. Jadi, dia memutuskan untuk bertanya.


"Kalau begitu bagaimana jika kita kembali ke kelas saja, sebentar lagi bell," usul lily ragu ragu.


Meski tak menjawab terlihat bahwa angel dan selli menyetujui usul lily. Karenanya lily memutuskan untuk pergi dari tempat itu bersama dengan teman teman nya. Alion tak ikut karena dia berkata masih memiliki urusan di OSIS, jadi hanya mereka bertiga yang kembali ke kelas.


"Kalau begitu aku pergi, lio," pamit lily.


"Hmm, jika ada apa apa segera hubungi aku," balas alion penuh perhatian.


Untuk yang terakhir kalinya, alion masih sempat sempatnya mencium kening lily, yang membuat si empunya memerah malu. Langsung saja lily bergegas pergi meninggalkan tempat itu.


"Uhuuuyy, si bos mulai berani."


Sorak sorakan penuh godaan dilontarkan teman teman alion.


Sepeninggal mereka bertiga.


"Sekarang kalian sudah tahu, selanjutnya aku butuh bantuan kalian," kata alion melanjutkan pembicaraan yang sempat terpotong karena kehadiran lily.


"Katakan saja bos," kata agas mewakili.


....


Sore harinya lily tak langsung pulang seperti biasa. Karena bagi kelas 10, di semester 2 adalah saatnya mereka mulai aktif mengikuti eskul. Setiap orang diwajibkan mengikuti setidaknya 1 eskul, bahkan meski dia sudah masuk organisasi.

__ADS_1


Di SMA X sendiri terdapat 6 organisasi yaitu OSIS, PMR, PRAMUKA, PASKIBRAKA, PENCINTA ALAM, KOPERASI. Sedang untuk extrakulikuler terdiri dari beberapa cabang.


 Cabang Seni


- Tari


- Musik


- Kriya


- Teater


Cabang Olahraga


- Basket


- Voli


- Sepak Bola


- Panahan


- Renang


- Bulu Tangkis


- Tenis Meja


Dan masih banyak lagi pilihan untuk mengasah bakat masing masing siswa. Jadi, tak perlu khawatir salah memasuki extra, yang akan mengakibatkan mereka keluar karena tak bisa mengikuti. Karena disini extra benar benar ditujukan untuk mengasah bakat yang dimiliki siswa.


Lily sendiri memilih mengikuti 1 extra yaitu kriya, 2 organisasi yaitu PMR dan KOPERASI.


Sore ini kegiatan lily adalah mengikuti extra kriya. Meski sebelumnya telah mengikuti lomba melukis. Lily sendiri masih belum masuk ke dalam extra nya, jadi dia masih belum mengetahui anggota di dalamnya. Kegiatan di extra kriya tak hanya melukis, segala kegiatan untuk menghasilkan karya seni ada disini, jadi tak heran jika bahkan ruangannya lebih besar dari ruangan OSIS.


Menuju ke ruang seni kriya, disepanjang jalan sudah banyak karya terlihat. Bahkan dari taman nya saja berbeda dengan taman lainnya. Pot bunga yang dipakai bukan hanya kreasi dari barang bekas biasa, tapi sudah memiliki nilai seni yang cukup mahal.


Lily masuk seorang diri, disana sudah banyak siswa yang sibuk dengan pekerjaan nya sendiri. Dilihat dari tanda garis di baju nya, sepertinya mereka semua adalah senior lily. Lily juga melihat senior nya kak gevan ada disini. Setelah seniornya itu di didiskualifikasi dari lomba melukis dengannya, lily tak pernah melihatnya lagi, bahkan untuk sekedar berpapasan. Ini kali pertama lily melihatnya lagi.


Kegiatan extra hari ini tidaklah lama, beberapa saat guru tiba. Anggota baru dan lama mulai saling memperkenalkan diri. Tak ada yang istimewa, setelahnya semuanya hanya kembali sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Bagi anak baru seperti lily yang belum punya proyek yang harus dikerjakan, mereka hanya diminta untuk belajar dari seniornya.


Berbeda dengan anggota baru lainnya, yang sibuk menghampiri seniornya. Lily memilih duduk ditempatnya dan mengeluarkan kertas gambar.


Tak jauh di tempat lily duduk, seseorang sedang membicarakannya.


"Bukankah itu lily kekasih dari alion," kata salah seorang siswa pada gevan.

__ADS_1


Gevan tak menjawab, namun tatapannya telah mengarah ke lily sepenuhnya.


"Hmm, pantas saja alion jatuh hati. Rupanya dia sangat cantik dan menggemaskan. Menurutmu jika kita mendekat untuk berkenalan, apakah dia tak akan menolak," katanya lagi.


"Tentu saja bukankah dia junior kita," sahut yang lainnnya.


"Jangan membuat masalah, dia bukan seseorang yang bisa kalian ganggu," kata gevan dingin.


Dia tahu apa yang telah terjadi padanya terakhir kali adalah ulah alion. Beruntung dia tak dikeluarkan dari sekolah karena bantuan ayahnya. Tapi karena kejadian itu gevan jadi tak bisa mengikuti lomba apapun lagi. Bukannya dia tak dendam ada alion. Namun, alion benar benar bukan tandingannya saat ini.


Gevan mengepalkan tangannya erat, kembali memfokuskan diri pada pekerjaannya. Kedua teman gevan pun tak membuat ulah lagi dan mengikuti nya.


Di tengah kesibukannya, seseorang tiba tiba menghampiri lily.


"Lily," pangil zidan.


Aku mendongak, terkejud akan kehadiran zidan disini. Sepertinya dia lupa bahwa pria itu telah ikut lomba melukis dengannya. Jadi, tak heran jika dia juga akan menjadi anggota extra melukis.


"Kau memanggilku?" tanya lily memastikan.


"Hmm, ada yang ingin kukatakan bisa kita keluar" kata zidan.


Aku memiringkan kepala bingung, sepertinya ini kali kedua zidan ingin berbicara berdua dengannya. Untuk yang pertama, terjadi di kehidupan sebelumnya, dan itu bukan pembicaraan yang menyenangkan. Tapi meski begitu dia mengangguk dan mengikuti di belakang zidan.


....


Tak berbeda dengan keadaan lily saat ini. Alion juga mulai di sibuk kan dengan tugas ketua OSIS. Saat ini mereka sedang mempersiapkan acara lepas pisah bagi kakak kelas mereka. Mengingat, mantan ketua OSIS zayyan juga akan lulus. Maka, acara kali ini akan dibuat menjadi acara paling berkesan.


"Alion, bagaimana dengan dana yang akan kita gunakan. Karena beberapa extra juga sempat mengadakan acara. Dana yang dimiliki sekolah hanya tinggal sedikit," lapor sania bendahara OSIS.


Saat ini anggota osis yang rapat adalah anggota yang baru saja dilantik. Jadi, untuk anggota sebelumnya benar benar sudah tak ikut campur. Kecuali beberapa senior kelas 2 yang masih bergabung.


"Kita bisa membuat permintaan sumbangan bagi orang tua siswa seperti biasa bagaimana?" usul seseorang. Dia adalah anggota OSIS dari kelas 2. Jadi, idenya pun terbatas pada apa yang di lakukan oleh OSIS sebelumnya.


"Tidak, itu bukan ide bagus. Kita akan mencari sponsor ke beberapa perusahaan yang ingin mengiklankan barangnya. Untuk itu kalian harus mempersiapkan proposal penawaran," putus alion.


Alion telah memikirkan hal ini sejak lama. Masalah dana memang selalu saja terjadi setiap kali OSIS akan mengadakan suatu acara. Karena pihak sekolah sendiri tak memberikan solusi yang baik, maka alion berinisiatif memberikan idenya. Hal ini juga bisa melatih anggota OSIS untuk terjun dalam pekerjaan yang sama nantinya.


Mendengar hal itu banyak orang terkejut. Mereka tak pernah melakukan hal itu, sebelumnya jika kekurangan dana, sekolah hanya akan memerintahkan untuk mengambil bantuan dari siswa. Bahkan saat zayyan menjabat, terkadang pria itu mengambil dari uang pribadinya sendiri.


Ide yang ditunjukkan alion benar benar cukup baru, sehingga membawa sedikit perdebatan disana.


Semua orang banyak yang keberatan, apalagi anggota OSIS masih didominasi oleh senior kelas 2. Otomatis mereka hanya terbiasa diberikan kemudahan, seperti saat zayyan menjabat, bukannya harus bersusah payah mencari sponsor seperti ini.


Namun, alion sendiri bukan pertama kali memimpin. Dia telah menjadi ketua zero yang sangat disegani, bahkan diantara anggota sebelumnya, jadi hal biasa seperti ini bisa dengan mudah dia tangani.

__ADS_1


"Aku tahu kalian terlalu terbiasa di manja oleh zayyan. Tapi, apa kalian fikir segala nya akan selalu mudah. Sumbangan berulang hanya akan membuat orang tua siswa meragukan motif sekolah. Dan lagi bukankah kalian masuk OSIS untuk mendapatkan pengalaman berbeda," kata alion tegas.


Mendengar hal itu semua orang hanya bisa terdiam, kata kata alion benar benar mematahkan segala argumen mereka. Akhirnya, dengan mudah alion bisa memimpin rapat hari ini tanpa ada gangguan lagi.


__ADS_2